Apa Arti Merdeka Belajar?

“Apa sih arti Merdeka Belajar itu?
Pertanyaan yang muncul dari rasa penasaran saya setelah membaca frasa “Merdeka Belajar”. Saya mendapat informasi mengenai Pelatihan Guru Merdeka Belajar yang dilaksanakan di Kota Makassar dimana akan dibahas Arti Merdeka Belajar. Info pelatihan pada Sabtu 14 September 2019 tersebut, saya peroleh dari Story Whatsapp salah seorang teman. Agar memahami apa arti merdeka belajar. Akhirnya saya pun mengikuti pelatihan tersebut dengan menempuh jarak ±120 km. Menggunakan sepeda motor dari Kabupaten Jeneponto tempat saya tinggal dan mengabdi sebagai seorang guru honorer di sekolah menengah negeri. 

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, akhirnya saya memahami bahwa Merdeka Belajar memiliki 3 dimensi : 1. Komitmen pada tujuan, 2. Madiri pada cara, 3. Refleksi. Selain itu saya juga megetahui tentang adanya Komunitas Guru Belajar yang diinisiasi oleh Kampus Guru Cikal Jakarta. Komunitas Guru Belajar (KGB) ini sendiri sudah tersebar di lebih dari 145 daerah di seluruh Indonesia, guru belajar bersama berbagi praktik pengajaran untuk mencapai cita-cita bersama. Egois namanya ketika seorang pendidik seperti saya telah mendaptkan ilmu baru namun pelit untuk membagikannya ke sesama, olehnya saya sangat tergerak untuk bisa membagi ilmu dan pengetahuan saya mengenai KGB dan Merdeka Belajar kepada rekan-rekan pendidik di sekolah saya.

Apa Arti Merdeka Belajar?

Mengenal Komunitas Guru Belajar

“Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”, seperti itulah bunyi sebuah pepatah yang menginisiasi saya untuk melakukan kegiatan nonton bareng Merdeka Belajar. Hingga sepakatlah saya dengan guru-guru SMP Negeri 1 Arungkeke untuk melaksanaknnya pada Jumat, 4 Oktober 2019 di SMP Negeri 1 Arungkeke, Kabupaten Jeneponto sebagai langkah awal mengenalkan tentang Komunitas Guru Belajar dan konsep Merdeka Belajar. Segala sesuatu pun saya siapkan dibantu oleh rekan guru dari sekolah lain yaitu Muh. Akbar Adnan (Guru IPA SMPN 1 Tarowang) dan dibimbing oleh Pak Maman Basyaiban (sapaan akrab bapak Muhammad Abdurrahman) dari Kampus Guru Cikal Jakarta melalui Whatsapp.

Acara nobar ini berlangsung selama ±90 menit. Diawali dengan pembukaan oleh saya sendiri, menceritakan sekilas tentang KGC dan KGB. Mengajak peserta untuk mengisi daftar hadir online. Hingga akhirnya sebelum masuk pada acara inti yaitu nobar, saya melontarkan sebuah pertanyaan “Mendengar frasa Merdeka Belajar, apa yang timbul dalam pikiran bapak ibu?”. Salah seorang peserta menjawab “Arti Merdeka Belajar adalah Belajar tanpa tekanan” (Ibu Rahmawati Salim, guru mapel Bhs. Indonesia). Kembali seorang staff berpendapat “Arti Merdeka Belajar yaitu Belajar kapan dan di mana saja”. Sementara guru mapel SBD, Hj. Nuryanti Bahar menjawab bahwa Merdeka Belajar berarti bebas belajar. Sungguh jawaban yang luar biasa dari rekan-rekan guru. Ahirnya saya pun mengajak mereka untuk nobar video Merdeka Belajar.

Video diawali dengan munculnya ibu Najelaa Shihab memberikan statement “Selalu tidak enak bicara sesudah anak-anak karena saya yakin tidak ada pembicara yang lebih baik dan lebih ekspresif dibandingkan anak-anak yang sudah tampil tadi”. Melihat dan mendengar hal ini ternyata menarik perhatian peserta yang hadir hari itu, mereka begitu Nampak serius menyaksikan video tersebut, beberapa pernyataan dari ibu Najelaa Shihab dalam video termasuk arti merdeka belajar diiyakan oleh peserta. 

Baca juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Setelah video tersebut selesai diputar dan dinonton bersama, tibalah saatnya tahap refleksi. Selaku pemandu acara, saya melontarkan beberapa pertanyaan terkait isi video : “Di antara semua miskonsepsi tadi, mana yang paling menggambarkan diri anda?” Beberapa peserta hampir bersamaan menjawab tentang miskonsepsi yang paling pertama yaitu bahwa guru hanya mau belajar karena ingin mendapatkan insentif atau sertifikat. Hal ini mengundang peserta lain untuk bersuara. Salah seorang guru mapel IPS (Rahmiati, S.Pd) menambahkan bahwa miskonsepsi yang terjadi selama ini ialah guru belajar diburu target yang dipaksakan, sementara belajar sebenarnya butuh waktu, butuh waktu untuk memahami inovasi dan butuh waktu untuk memiliki inovasi, pun butuh waktu untuk mebuktikan bahwa inovasi itu sesuai atau tidak sesuai. Dua miskonsepsi tersebut ialah yang paling menggambarkan diri para guru yang ada di SMPN 1 Arungkeke.

Membahas Arti Merdeka Belajar

Apakah anda ingin menjadi Guru Merdeka Belajar?

Selanjutnya pertanyaan yang membuat bapak ibu guru antusias ialah saat ditanyakan “Apakah anda ingin menjadi Guru Merdeka Belajar? Apa alasannya?” Semua peserta menjawab “Mau”. Bapak Mukhtar salah seorang guru mapel Bhs. Inggris mengatakan bahwa sesungguhnya kita telah merdeka dalam belajar, hanya saja kita belum merasa merdeka karena keinginan dari dalam. Pernyataan ini membuat peserta lain terpancing dan merasa bingung. Hingga ibu Sutriani, salah satu guru mapel Bhs. Indonesia memberikan tanggapannya “Iya, saya ingin Merdeka Belajar. Kita seringkali terkendala dengan begitu banyaknya birokrasi yang harus dipenuhi. Kita sebagai guru hampir tidak merasa merdeka atau bahkan belum bisa dikatakan merdeka.” Pernyatan ibu Sutri tersebut mendapat anggukan dari sebagian besar peserta yang hadir dalam acara nobar tersebut, hingga suasana pun semakin hangat dan cair.

Merdeka Belajar

Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 WITA. Sebentar lagi memasuki waktu sholat Jumat hingga kegiatan refleksi pun kami akhiri. Kami mengajak peserta untuk menuliskan hasil refleksi Nobar Merdeka Belajar di media sosial masing-masing. Dan terakhir mengajak mereka untuk foto bareng. Di penghujung acara salah seorang peserta melontarkan sebuah pertanyaan tentang apa follow up dari kegiatan KGB maupun KGC itu sendiri? Apa dampak positifnya, apakah pemerintah mau mendengar suara kita? Hal ini merupakan pertanyaan yang cukup berat sehingga harus dikomunikasikan dengan pak Maman. Melalui panduan beliau saya pun menyampaikan bahwa KGC sudah sering bekerja sama dengan pihak pemerintah. Konsep berbagi praktik baik pengalaman masing-masing juga mulai diterapkan pemerintah di program tertentu. Nampaknya jawaban ini belum memberikan rasa puas kepada ibu Sutri. Saya dan pak Akbar mengajak dia dan rekan guru yang lain untuk ikut bergabung dalam grup Komunitas Guru Belajar Jeneponto untuk lebih mengenal program-program yang bisa membawa dampak positif.

Salam Merdeka Belajar!

Ingin Mengikuti Pelatihan Guru Merdeka Belajar?

Klik link di bawah ini

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: