Apa Itu Merdeka Belajar?

Apa merdeka belajar itu berpengaruh pada peran pendidik?
Kehadiran dan peran seorang pendidik merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan. Dalam mengajar, sosok guru yang menginspirasi dan mencerahkan juga sudah selayaknya mampu memahami dan mengupayakan adanya proses belajar. Namun, bagaimana jika seorang pendidik belum mengerti makna proses belajar itu sendiri? Hal ini banyak terjadi karena umumnya belajar hanya dipahami sebagai kegiatan membaca dan menghafal. Akibatnya, daya untuk berkarya, kreasi dan berekspresi menurun.

Mempelajari Apa itu Merdeka Belajar

Sebelum ke anak didik, saya paham bahwa proses belajar harus saya kuasai dan jalankan dengan baik. Akan tetapi, saya merasa belum bisa merinci langkah demi langkah dan tahapan-tahapan proses belajar tersebut dengan efektif. Akhirnya kegelisahan ini terjawab ketika saya mulai bergabung dengan Komunitas Guru Belajar (KGB) Bojonegoro dan KGB Surabaya beberapa tahun lalu. Hingga tahun 2019 ketika sudah menikah dan mengikuti suami saya juga ikut dengan KGB Jombang. Saya sangat tertarik dan bersemangat untuk selalu belajar hal baru di komunitas ini dan di KGB ini lah saya mengenal merdeka belajar. Saya sangat penasaran dengan apa itu merdeka belajar dan penerapannya. Oleh karena itu, saya mengunduh,  mencetak, dan membaca semua Surat Kabar Guru Belajar (SKGB), khususnya edisi yang memuat tentang merdeka belajar. 

Melihat apa manfaat dan pentingnya merdeka belajar itu bisa mempengaruhi dan mendorong motivasi, inovasi dan menuju ke pendidikan yang lebih baik, saya ingin gagasan dan praktik merdeka belajar menebar ke pendidik lain yaitu lewat Nonton Bareng (Nobar) Guru Merdeka Belajar. Awalnya saya merasa kesulitan mencari kawan sejawat yang mau menerima ide saya ini, alasannya saya dibilang idealis lah, ribet dan tidak penting. Dengan tekad kuat dan dorongan teman penggerak KGB lain ini saya tetap maju. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba membuat poster dan mengunggah ke sosial media dan it works, banyak teman-teman pendidik di Jombang yang bersedia hadir. 

Membahas Apa Itu Merdeka Belajar

Baca Juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Tak hanya Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar, pada hari Rabu, 18 September 2019 pukul 18.30 di rumah saya yang berlokasi di sekitar lingkungan Ponpes Bahrul Ulum Jombang, saya juga memanfaatkan acara ini sebagai wadah untuk saling berbagi.

Guru Berbagi Praktik Pembelajaran

Diawali oleh Guru Asep, beliau berkeluh kesah bahwa mengajar pelajaran Matematika di kelas khusus putra pondok merupakan tantangan yang sangat berat. Menurutnya, siswa-siswa memerlukan perhatian khusus karena tidak bisa mengikuti pelajaran dengan metode pembelajaran biasa. Ketika Guru Asep mengajar di kelas, banyak siswa-siswa nya tidur dan mengantuk di kelas karena kegiatan mereka di pondok yang cukup padat. Oleh karena itu, Guru Asep berpikir bahwa proses belajar serta pemahaman, penguasaan atas pengetahuan yang efektif adalah yang secara langsung terkait dengan pengaruh kehidupan dan pengalaman siswa itu sendiri (apa yang dilakukan dan apa yang dialami) keseharian. Dengan demikian proses belajar, pembelajaran di kelas harus kontekstual karena pengalaman belajar seperti ini diperlukan dan sangat penting ketika mereka bertumbuh menjadi orang dewasa. 

Senada dengan Guru Asep, Guru Eko juga berpendapat bahwa proses belajar harus dimulai dengan mempelajari keadaan nyata lingkungan sekitar atau pengalaman seseorang atau kelompok yang terlibat dalam keadaan nyata tersebut. Tantangan berat dan sulit tentunya untuk mengedepankan upaya-upaya yang menumbuhkan, bagaimana menjadi seorang pendidik mampu mendorong dalam diri siswa agar dapat melakukan proses belajar untuk menyelesaikan masalah, persoalan apa saja yang dibutuhkan. Guru Eko sangat yakin bahwa adanya siswa yang mengantuk, tidur dan rendahnya motivasi adalah bukti nyata bahwa proses belajar di sekolah harus mampu memenuhi kebutuhan anak yakni mendapatkan pengalaman dalam proses-proses perubahan yang terus ada dan tidak berhenti. 

KGB Jombang Membahas Apa Itu Merdeka Belajar

Keresahan Guru Ekonomi

Sementara itu, Guru Barik dengan wajah kesal, lelah dan gundahnya bercerita bahwa kegiatan pembelajaran dan proses belajar yang baik masih menjadi problematis. Beliau resah karena biasanya guru datang ke kelas lalu membacakan, mempertunjukkan, atau membagikan lembar tugas yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Sedangkan siswa diharuskan untuk mendengar sambil mencatat dengan teliti. Kadang-kadang guru memberi pertanyaan atau menyuruh siswa untuk mengerjakan soal-soal tertentu tentang apa yang sudah diterangkan tadi. Padahal, proses belajar demikian tidak mendorong proses berpikir yang memungkinkan siswa menggali pengalamannya dan menemukan sesuatu hal dan peristiwa yang penting dari pengalaman hidupnya. 

Guru Barik adalah seorang guru mata pelajaran Ekonomi di sekolah MAN 3 Jombang. Menurutnya, materi terkait teori akuntansi dan penerapannya sangat sulit dipahami siswa-siswanya. Kemudian, guru Barik menjelaskan dan menunjukkan tentang solusi atas masalah yang dihadapinya. Beliau tidak menyalahkan pihak manapun dan siapa pun atas tidak adanya fasilitas belajar yang bagus oleh sekolah. Guru Barik mencari alternatif cara yakni membuat media praktikum E- corner

Dengan antusias, Guru Barik memaparkan bahwa E-corner merupakan singkatan dari Entrepreneur Corner, konsep ini mirip dengan kantin kejujuran. E-corner ini  menjual kebutuhan siswa dan diletakkan di pojok kelas dan siswa akan menjadi pengelolanya. Pengelolaan yang dilakukan siswa salah satunya adalah pembuatan pembukuan keuangan beserta administrasinya yang mana hal ini akan sejalan dengan materi akuntansi yang mereka dapatkan.

Menonton Video Apa Itu Merdeka Belajar

Menonton Video Merdeka Belajar

Lalu saya sebagai moderator mengajak semua peserta untuk nobar video merdeka belajar. Acara dilanjut dengan sesi diskusi dan refleksi. Di akhir diskusi semua peserta setuju bahwa:

  1. Pendidikan tidak lagi merupakan sebuah kegiatan yang hanya ditujukan pada siswa saja. Tanggung jawab penyelenggaraan proses belajar (menetapkan tujuan apa yang harus dipelajari dan diajarkan), seharusnya melibatkan peserta belajar itu tentunya dan orang tua. 
  2. Beberapa kompetensi yang tertuang dalam merdeka belajar sangat penting untuk diterapkan karena mendukung ekosistem proses belajar yang menumbuhkan. Siswa dan guru harus merdeka belajar untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih bermakna.
  3. Guru merdeka belajar harus memiliki komitmen jelas dan mampu menentukan tujuan proses belajar dengan tepat. Agar tidak terfokus pada hal-hal yang sebenarnya bisa dikompromikan seperti nilai, akreditas, dan hal-hal administratif lainnya. 
  4. Siswa dan guru merdeka belajar senantiasa mandiri dalam pembaharuan proses belajar. Sudah seharusnya semua pihak yang terlibat dalam proses belajar menyadari pentingnya pembaharuan. Oleh karena itu, media belajar yang digunakan disesuaikan menurut tahapan yang dipikiran matang.
  5. Siswa dan guru merdeka belajar harus selalu refleksi. Karena suatu pelaksanaan belajar-mengajar adalah proses yang harus mencerdaskan dan bermakna. Maka dibutuhkan refleksi dan evaluasi untuk mengerti sejauh mana perkembangan potensi, apakah proses belajar yang sudah dilaksanakan sudah berjalan efektif. Refleksi juga sangat penting untuk mengetahui hal-hal mana yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. 
Apa itu Merdeka Belajar Komunitas Guru Belajar Jombang

Sesi Nobar dan saling berbagi ini sungguh menyenangkan. Semua peserta saling menguatkan satu sama lain dengan menebar semangat untuk merdeka belajar. Setelah Nobar, kami juga semakin percaya bahwa selama ini pendidikan masih dalam keadaan darurat. Hal ini karena kami masih terjebak pada aspek yang salah. Mestinya, kebutuhan belajar itu alamiah, bukan karena dorongan pihak luar. Merdeka belajar itu sangat krusial agar siswa memahami potensinya, perkembangan pengetahuan dan kemampuannya, serta mengerti arah tujuan mereka.

Anda masih penasaran tentang apa itu merdeka belajar?

Yuk pelajari Surat Kabar Guru Belajar Edisi 6
Unduh Gratis
Klik: Bit.ly/SKGuruBelajar6

penjelasan apakah merdeka belajar
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: