Apa Pentingnya Temu Pendidik Regional?

Penulis : bukik | 18 Sep, 2018 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Temu Pendidik Regional

Komunitas Guru Belajar pada akhirnya menggelar Temu Pendidik Regional Jawa Timur yang dihadiri guru dari lebih 12 daerah di Jawa Timur. Apa pentingnya?

Temu Pendidik awalnya dirancang dengan tujuan pendidik bisa berkumpul dan berbagi praktik pengajaran dan pendidikan dalam durasi 2 jam. Waktu singkat, berbagi cerita praktis, dan mendapat ide untuk dipraktikkan di ruang kelas masing-masing. Terlihat mudah tapi ternyata penuh tantangan. Banyak guru yang tidak percaya diri untuk menjadi narasumber, meski punya banyak pengalaman dan strategi pengajaran. 

Beberapa daerah mencoba melakukan Temu Pendidik. Pada awalnya setiap daerah punya caranya masing-masing. Ada yang mengundang narasumber non guru. Ada yang mengubahnya menjadi pelatihan kecil. Tapi perlahan-lahan, Temu Pendidik kembali ke semangat semula, menjadi ajang bagi guru untuk saling berbagi praktik cerdas pengajaran. Temu Pendidik menjadi rumah yang nyaman buat guru. 

Temu Pendidik berkembang, yang semula hanya diniatkan untuk di tiap daerah, menjadi Temu Pendidik daring untuk membantu daerah-daerah yang masih butuh dukungan. Temu Pendidik daring terbagi dua: Temu Pendidik Mingguan di Telegram dan Temu Pendidik Bulanan di Facebook Live. Dalam perjalanannya, Temu Pendidik Bulanan dihentikan karena dinilai kurang efektif. 

Sejak tahun lalu, Temu Pendidik Nusantara 2017 memperkenalkan 4 format Temu Pendidik yaitu Kelas Kemerdekaan, Kelas Kompetensi, Kelas Kolaborasi dan Kelas Karier mengacu pada 4 Kunci Pengembangan Guru. Dinilai berhasil, empat jenis kelas tersebut diperkenalkan sebagai pilihan format Temu Pendidik Daerah di Buku Panduan Komunitas Guru Belajar 2.0.

Lalu dimana posisi Temu Pendidik Regional? Apa pentingnya?

Perkembangan Komunitas Guru Belajar begitu pesat, dari 8 daerah pada 4 tahun yang lalu, kini telah berkembang di 145 daerah. Perkembangan di setiap daerah beragam. Ada yang kencang berlari, ada yang jalan santai, ada juga yang masih sibuk metik petai *eh

Perkembangan pesat Komunitas Guru Belajar patut disyukur tapi sekaligus membuahkan konsekuensi, kebutuhan waktu dan energi untuk menemani jadi meningkat berlipat. Tidak mungkin semua guru penggerak Guru Belajar belajar di Temu Pendidik Nusantara (TPN). Meski minat guru untuk hadir dari tahun ke tahun terus meningkat, Temu Pendidik Nusantara yang setahun sekali tidak mungkin mengakomodasi kebutuhan berbagai daerah. 

Kami pun melakukan refleksi. Kampus Guru Cikal pernah melakukan Safari Disiplin Positif ke 6 daerah di Jawa Timur dalam seminggu di tahun 2016. Pada tahun 2017, mencoba dengan cara berbeda, kolaborasi dengan Pesta Pendidikan di 5 daerah di Indonesia. Refleksi terhadap berbagai upaya tersebut melahirkan ide tentang perlunya Temu Pendidik Regional. Temu Pendidik yang dihadiri sejumlah daerah di suatu wilayah. Dengan berkumpul di satu titik, memungkinkan Kampus Guru Cikal berinteraksi dengan semua guru dari berbagai daerah. Kampus Guru Cikal tidak harus satu per satu berkunjung ke 145 daerah.

Ide Temu Pendidik Regional sudah dibicarakan di akhir 2016 dan sudah disetujui Ketua Kampus Guru Cikal di awal 2017. Namun selalu ada jarak antara kita  ide dengan pelaksanaan. Kami mulai menjajakan ide Temu Pendidik Regional pada penggerak yang aktif daerahnya. Jawa Timur pernah mengadakan pertemuan untuk membahasnya, tidak tanggung-tanggung, di gunung Bromo. Jawa Tengah sudah pernah mengadakan pertemuan di Semarang dan memutuskan tuan rumah Temu Pendidik Regional. Makassar sudah pernah mengadakan rapat pembentukan panitia. Entah ada angin apa, semua berlalu. 

Pada pertengahan semester genap 2017, Kepala Sekolah Cikal Surabaya melontarkan tantangan: “Ruangan serba guna kami sudah jadi. Kampus Guru Cikal mau bikin acara apa?”. Saya langsung mengiyakan dan memesan tanggal kegiatan, meski kemudian lupa juga haha

Sementara ide temu pendidik regional dilupakan dengan sejumlah kesibukan, sampai kemudian rapat panitia Temu Pendidik Nusantara. Jreng! Belum Temu Pendidik Regional eh sudah mau Temu Pendidik Nusantara. Kontak-kontak lagi. Makassar mundur. Jawa Tengah buntu. Harapannya tinggal Jawa Timur. Saya memutuskan untuk melakukan percepatan, meski beresiko ada yang akan ketinggalan. Temu Pendidik Regional harus diadakan terlebih dahulu agar ketika di TPN bisa diperbincangkan, dipelajari dan dilaksanakan di regional yang lain.

Kepanitiaan Temu Pendidik Regional Jawa Timur dikoordinasikan Panitia Temu Pendidik Nusantara. Pak Yanuar dari Guru Belajar Surabaya yang menjadi ketua. Format TPN 2017 diduplikasi. Panitia kerja cepat, super kilat. Temu Pendidik Regional Jawa Timur menggelar 6 kelas kemerdekaan, 6 kelas kompetensi, 6 dan 6 kelas kolaborasi. Tiket pre order ludes dalam 3 hari. Tiket reguler pun tidak lama habis. Panitia menambah kursi pun tetap harus menolak pendaftar. 

Sabtu pagi jam 6, grup WA Guru Belajar Regional Jawa Timur sudah ramai. Rombongan dari Jombang dan Kediri posting foto mereka di tengah perjalanan. Guru dari lebih 12 daerah berbondong-bondong hadir dan penuh semangat sepanjang Temu Pendidik Regional. 

Temu Pendidik Regional Jawa Timur

Bagaimana saya bisa percaya pernyataan guru malas belajar sementara di depan mata lebih 200 guru yang hadir bukan karena penugasan, hadir karena butuh belajar, bahkan menempuh perjalanan hingga 5 jam?

Selamat buat Sekolah Cikal Surabaya sebagai tuan rumah, Panitia Temu Pendidik Regional dan Komunitas Guru Belajar Jawa Timur. Kombinasi keberanian memulai, kebesaran hati menerima dan kesungguhan melakukan usaha demi mewujudkan kesempatan belajar yang lebih luas untuk guru belajar. Apa yang kurang tahun ini akan kita perbaiki bersama di tahun depan ya

Cerita susah senang mengadakan Temu Pendidik Regional Jawa Timur layak dan sudah seharusnya dibagikan di Temu Pendidik Nusantara. Semoga tahun depan akan lebih banyak Temu Pendidik Regional, lebih banyak berjumpa rekan seperjuangan. Karena meski berjalan sendiri lebih cepat, tapi berjalan bersama akan menempuh perjalanan lebih jauh.

Mari berjumpa rekan seperjuangan di Temu Pendidik Nusantara 2018

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: