Literasi di Kelas Matematika?

Penulis : Erna Sugiarti | 8 Jan, 2020 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Semarang, Temu Pendidik Daerah

Bagaimana sih penerapan literasi di kelas Matematika? Yuk simak liputan Temu Pendidik Daring KGB Semarang berikut ini.

Ika Rizqiya
Saya perkenalkan Narasumber kita kali ini ya. Beliau Pak Teguh, Alumni Unnes. Sekarang beliau merupakan seorang Guru di SDIT Bina Insani. Pengalaman beliau luar biasa sudah mengajar 8 tahun. Domisili di Tembalang dan alhamdulillah sudah dikarunia 3 anak.

Ika Rizqiya
Silakan Pak Teguh bisa membagikan ilmunya tentang tema diskusi kita malam ini

bagaimana literasi matematika?

Teguh Prasetyo
Bapak Ibu semua luar biasa, baru saya temui komunitas yang spirit belajarnya sekuat ini. Tanpa surat tugas, tanpa uang perjalanan dinas, dan tanpa paksaan dari pimpinan sekolah. Merdeka Belajar.

Kata literasi sangat familiar sekali baik di media online maupun di pertemuan diskusi guru di beberapa tempat.  Literasi seringkali dikaitkan dengan tuntutan zaman di abad 21. Yang mana kita diberi tanggung jawab untuk mengondisikan peserta didik kita memiliki 4C.

Teguh Prasetyo
Lalu dimanakah posisi matematika? “Mathematics is the queen as well as the servant of all sciences” Matematika adalah ratu sekaligus pelayan semua ilmu pengetahuan. Matematika itu punya landasan, pondasi untuk dirinya sendiri, dan di sisi lain matematika juga membantu disiplin ilmu lainnya untuk semakin berkembang. Baik dalam riset dan penelitian kuantitatif disiplin ilmu lainnya, maupun terkait data dan statistiknya.
Matematika memiliki simbol-simbol angka, matematika itu kumpulan konsep. Yang sering kali simbol dan konsep matematika muncul dalam tulisan/ berita di surat kabar.

Ika Rizqiya
Menarik Pak materinya, waktu zaman kecil dulu sampai sekarang paling malas belajar matematika, berharap semoga kemalasan saya ini tidak tertular pada anak-anak dengan penyampaian matematika yang menarik dan tidak membosankan, anak-anak bakal tertarik seperti kata pak Teguh “Mathematics is the queen as well as the servant of all sciences”

Pentingnya Literasi Numerasi

Teguh Prasetyo
Di surat kabar kita sering mendapati tabel, grafik, prosentase yang mengandung makna.  Dan disinilah literasi numerasi di kelas matematika dibutuhkan. Apa jadinya jika murid kita katakanlah kelas 6, belum kenal cara membaca tabel, belum tahu arti perubahan diagram batang. Mereka tidak bisa bertahan dalam dinamika informasi zaman dan teknologi. Bahkan kita sebagai guru perlu belajar lebih cepat tentang apa itu 6 literasi dasar. Untuk menunjang kecakapan di abad 21.

Dikabarkan Indonesia akan mengalami “bonus demografi”. Banyaknya usia produktif, dan mereka adalah murid kita yang saat ini masih duduk manis  (jika gurunya cool). Duduk bolak balik kesamaan kemari jika gurunya kreatif dan inovatif. Masa depan mereka ada di tangan bapak ibu sekalian.

Pembelajaran matematika pun menjadi menarik untuk diperbincangkan. Pemerintah telah menyelaraskan desain pembelajaran matematika terhadap kebutuhan ke arah skill abad 21 melalui kurikulum 2013 (tematik).

Ika Rizqiya
Materi pembukanya sangat menarik agar teman KGB semakin semangat dan penasaran. Materi pembuka diskusi mungkin sampai sini dulu. kayaknya teman-teman KGB sudah tak sabar bertanya.

Teguh Prasetyo
Ada beberapa hal yang perlu kita tekankan dalam mengajarkan matematika. Matematika berhubungan dengan konsep materi, konteks masalah, dan konten. Murid akan mudah menyelesaikan soal manakala paham akan konsep, paham bahasa yang ada dalam soal (tahu maksudnya) dan tertantang/ tertarik menyelesaikannya. Dalam memberikan soal kita perlu bertahap. Mulai dari konsep yang mudah dahulu, sedang, dan perlu berfikir beberapa tahap.

Contoh Penerapan Literasi di Matematika

Ika Rizqiya
Mungkin bisa dikasih contoh yang pernah Pak Teguh terapkan.

Teguh Prasetyo
Perlunya literasi adalah murid punya pemahaman tentang konten kosakata yang ada dalam soal tersebut. Mati artinya berkurang, membeli lagi artinya bertambah. Contoh literasi di matematika yang saya terapkan tentang perkalian, langkahnya:

  1. Beri tahu judul materi
  2. Kebermanfaatannya dalam kehidupan sehari hari
  3. Berikan contoh implementasi materi
  4. Masuk ke materi
contoh praktik literasi matematika

Misal begini ya, anak-anak  (kelas 2 SD) hari ini pak teguh akan mengajak kalian bermain. Tapi tidak sembarang bermain kita di sana akan belajar.

Anak: di sana mana?
Saya: ada deh, tempatnya asik, sejuk.
Kita hari ini akan belajar perkalian, mudah sekali. Cukup menambah berulang.
Anak: tapi aku belum hafal perkalian pak.
Saya: oh tidak papa, yang penting ikut bermain dan ikuti instruksi pak guru

Kita ajak mereka ke suatu objek yang dapat mengantarkan materi pada konteks benda konkret yang bisa dikalikan.  Untuk pembelajaran matematika kita bisa mendekatkan murid pada objek konkret. Atau benda yang konkret yang kita dekatkan pada murid. Apalagi kalo objeknya makanan, saya pernah menerapkan dengan kacang atom. Setelah pembelajaran saya nyatakan selesai, mereka boleh makan sepuasnya, asal tidak berebut.

Arti Literasi

Wiwin
Jika kita mengajarkan anak-anak  matematika yang bentuknya soal cerita apakah itu sudah termasuk literasi? Contoh:  Tentang hitung campur. Maya mempunyai 5 ekor ikan kemudian mati 3 lalu ia membeli lagi 15 ekor ikan. Berapa seluruhnya? ( Ini soal blum HOTs ya). Seperti yang tadi pak teguh paparkan ada anak yang belum bisa menghafal perkalian. Jika guru meminta anak menuliskan kembali semacam refleksi apakah itu jg termasuk literasinya pak?

Teguh Prasetyo
Ya literasi itu artinya bagaimana kita menjadikan yang kita pahami sebagai bekal untuk memecahkan problem. Literat. Literasi (melek) memahami konteks pembicaraan, memahami esensi informasi, untuk memecahkan masalah yang kita hadapi. Kekeliruan pengajaran matematika adalah kita menghafal rumus tanpa paham konsep. Misal Masalah kita orang dewasa, kita mau ke luar kota besok siang tapi naik kereta ke Surabaya. Apa yang kita lakukan? Orang yang tidak literat dia akan datang ke stasiun, kemudian bertanya pada bagian tiket. Saya mau ke Surabaya, besok siang, apakah ada kereta kesana?

Tapi jawaban petugas adalah tidak ada, atau ada tapi sudah habis. Ada tapi uang anda tidak cukup. UN menjadi horor manakala kemampuan literasi (melek kalimat cerita, melek konsep, melek operasi hitung matematika kurang dimatangkan)

Oleh karena itu perlu dipahamkan secara berangsur-angsur tentang konten matematika (paham konsep, tahu objek yang diperhitungkan, masalah dan keputusan yang perlu diambil bila soalnya penalaran). Kolaborasi sifatnya pengulangan materi.

Berlatih untuk Meningkatkan Kompetensi

Ahyuni
Ketika anak konsep sudah memahami, tetapi waktu untuk mengerjakan soal mereka itu butuh waktu yang lama dalam menyelesaikan hitungannya. Apa yang harus kita lakukan pak?

Teguh Prasetyo
Yang kita lakukan adalah melatih kecepatan dengan banyak latihan, misal: anak-anak, pak teguh kasih kertas kecil (F4 dibagi 4). Lihat ada 10 soal perkalian. Dalam waktu 5 menit siapa yang berhasil mengumpulkan dengan hasil yang tepat. 28 murid kita bagi dalam waktu yang sama. Kita jelaskan ini latihan kecepatan, yang sudah segera taruh di meja pak guru. Hitung. Setelah hitungan 3 baru boleh dikerjakan, satu, dua, Siap, Tii, belum. Tiiii ga.

Ika Rizqiya
Ternyata ada prasyaratnya ya. Harus tuntas syaratnya baru bisa ke tingkat selanjutnya. Biar tidak spaneng tapi terkadang terkejar-kejar materi yang harus dituntaskan.

Modal Literasi bagi Murid

Teguh Prasetyo
Kematangan konsep yang kita ajarkan menjadi modal literasi mereka melek akan konsep hitung.  Jika sudah paham konsep maka, soalnya mau di model seperti apapun, insyaallah anak bisa memahami. Untuk memahamkan konsep dimulai dari lingkungan yang terdekat dengan anak. Objek yang sering ditemui anak. Masalah yang kita tahu dialami anak. Menghitung mainan, perkalian tentang mainan. Soal pun kita arahkan menggunakan kosakata yang dipahami anak. Misal: jika setiap mobil memiliki 4 roda, berapakah banyak roda pada 3 mobil?

Ika Rizqiya
Tidak  terasa sudah jam 21.00 diskusi ya, menarik Pak ingin banyak belajar lagi mengenai praktik baik.

Teguh Prasetyo
Bagaimana agar murid tidak mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika? Bagaimana membuat murid tidak takut dengan matematika? Intinya banyak hal objek konkret yang bisa diindra oleh pengamatan murid untuk dijadikan objek operasi hitung.

Ika Rizqiya
Lebih konkret kalau dari lingkungan terdekat murid ditambah bisa melatih sikap sosial murid juga. Diskusi malam ini buat saya pribadi banyak membuka wawasan dan menambah praktek baik biar belajar matematika bukan menghafal rumus tapi paham konsep, bahwa belajar matematika itu seru tidak bikin pusing kepala kalau belajarnya dari hal-hal sekeliling Kita dan masih banyak lagi insight yang didapat dalam diskusi ini. Terimakasih Banyak Pak Teguh. Sebelum Saya tutup diskusi ini, silakan Pak Teguh menyampaikan satu dua patah kata closing statement diskusi malam ini.

Guru yang Terus Belajar

Teguh Prasetyo
Mari kita terus merefleksi apa yang kita lakukan. Kenali tahapan perkembangan mental murid sebagai audien kita sehari-hari. Jangan mudah menyerah, menyalahkan kondisi. Cari solusi dari beberapa orang yang berpengalaman.  Tiru, modifikasi, terapkan.

Tugas murid belajar itu satu ikhtiar, sedangkan guru memiliki tugas dua ikhtiar, yaitu belajar untuk dia pahami sendiri, dan belajar bagaimana mengajarkan pengetahuannya pada muridnya. Pertama guru belajar untuk dirinya. Kedua guru belajar untuk mengajarkan. Adalagi, ketiga belajar menginspirasi (agar murid menerapkan apa yang kita ajarkan).

Masih Penasaran Bagaimana Menerapkan Literasi Numerasi di Sekolah Dasar?

Yuk ikuti pelatihan online
Memulai Karier Guru: Strategi Numerasi Sekolah Dasar
klik di sini

Pelatihan Literasi Numerasi di Kelas Matematika
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: