Bagaimana Ya Cara Mengembangkan Ide Cerita?

Penulis : Hayu Raras Anggani | 10 Dec, 2018 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Temu Pendidik Daerah

Saya yakin teman-teman disini suka bercerita, dan saya yakin juga semuanya bisa menulis. Tapi saya yakin juga banyak yang malu-malu mau bercerita ataupun menulis. Nah, kali ini pada Temu Pendidik Daring Komunitas Guru Belajar Sragen, saya ingin sedikit berbagi agar teman-teman mempunyai keberanian untuk menulis bagi yang suka bercerita. Sebenarnya menulis tidak memerlukan pakem khusus, pakem atau kita sebut aturan justru muncul belakangan ketika si penulis telah menemukan pola tulisannya sendiri. Yang penting, ketika kita mempunyai ide, bisa satu kata, satu kalimat, satu adegan cerita atau seberapapun itu merupakan modal awal ketika ingin menulis.

Cara Mengembangkan Ide Cerita

Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan 1

Indri Fatma :

Bagaimana caranya memulai, mengembangkan dan merampungkan sebuah cerita (tulisan), kalau ide yang kita punya baru sebatas pesan moral yang akan disampaikan? Belum tau alurnya.

Andy Hermawan : Bisa diberikan contoh pesan moralnya?

Indri Fatma : Contoh bahwa salam itu harus dijawab, jangan mudah ngambek, jujur.

Andy Hermawan : Pesan moral biasanya muncul di akhir. Bisa dibuat pola dari belakang ke depan dengan metode sebab akibat. Mengapa ngambek, siapa yang menyebabkan ngambek, apa yang menyebabkan ngambek, ngambeknya dimana. Dari situ akan terangkai kata demi kata. Pilih kata yang mudah dipahami.

Indri Fatma : Saya sudah buat pola misal tokohnya anak-anak sendiri. Di awal mereka antusias (saat mendengarkan cerita) namun tiba saatnya di tengah-tengah saya kurang mampu menunjukkan klimaksnya.

Andy Hermawan : Klimaks kata lainnya goals, tinggal mau memunculkan apa, goalnya keberhasilan, harapan, dsb. Alur yang biasanya dipakai oleh kebanyakan penulis atau pencerita adalah, awal cerita, isi, kemudian penutup yang disertai dengan pesan moral. Misal ya : Idenya tentang lapar. Satu kata. Bisa diawali dengan setting waktu pada suatu siang yang terik.

“Seekor itik berjalan ke hutan ditemani oleh 3 ekor anaknya yang masih kecil-kecil. Jarak antara tempat dia tinggal dengan hutan, kira-kira hanya seperempat hari lamanya. Mengapa ia rela berjalan sejauh itu. Ia berjalan ke hutan hanya ingin mencari makan untuk anak-anaknya.”

Dari cerita itu apa yang bisa disimpulkan?

Indri Fatma : Usaha mendapatkan makanankah? Mencari makan karena mereka lapar? Perjuangan? Kasih sayang? Mencari makan di hutan?

Andy Hermawan : Kata lapar tidak harus selalu masuk dalam ranah penulisan atau penceritaan. Lapar hanya ide. Dan ketika dituangkan, banyak sekali makna pembelajaran yang dapat diambil. Begitu kira-kira. Harus telaten itu kuncinya.

Pertanyaan 2

Rika : Kalau diawali dengan deskripsi tokoh. Bakalan menyulitkan cerita kebelakangnya tidak? Bukan setting.

Andy Hermawan : Kembali kepada goals apa yang ingin disampaikan, ibarat kita mau berjalan ke mall, jika ternyata yang dicari tersedia di warung dekat rumah ya itulah alurnya.

Rika :  Hehe, saya cuma sering menemui cerita cerita yang diawali dengan setting waktu. Kalau tidak juga tidak apa kan.

Pertanyaan 3

Vitriya : Bagaimana  cara menulis dongeng atau cerita yang asyik untuk dijadikan bahan dongeng secara langsung. Jadi memang dijadikan bahan untuk diperankan 🙏🙏 terimakasih pak.

Andy Hermawan : Ini mau ditulis atau diceritakan langsung?😁pada intinya materi yang akan disampaikan layak dituturkan kepada anak semakin beragam, dan pada prinsipnya cerita apapun sejauh dapat menghibur, edukatif dan reflektif pantas didongengkan.

Vitriya : Awalnya mau ditulis pak. Terus setelah itu diceritakan. Sepertinya memang power dikemampuan bercerita harus diasah dulu ya pak agar semua cerita kece untuk diceritakan.

Andy Hermawan : Tokoh dalam dongeng tidak perlu banyak-banyak, cukup 2 saja, munculkan konflik dalam cerita, tutup dengan solusi dan pesan moral.

Pertanyaan 4

Sigit :  Di awal tadi ada materi malu-malu bercerita maupun menulis. Saya yakin disini ada yg masih awam atau baru niat atau baru mau mengaplikasikan dll. Pertanyaannya kalau mau terjun di dunia dongeng, kita menulis dulu atau kita praktikan dulu. Kalau menulis dulu, langkah awal utk menulis itu gimana ya? Kalau praktik, malam ini diskusi nya membahas tentang menulis. Terima kasih atas jawabannya Kak Andy ☺

Andy Hermawan : Dongeng bukan ilmu pasti, mau langsung cerita atau ditulis dulu bebas, karena kita memainkan imajinasi dan bebas berekspresi, kembali kepada masalah kenyamanan dan kebutuhan, yang perlu dituangkan adalah gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran, panggung ataupun pena dan kertas hanyalah media, sedangkan cerita merupakan isi, sinambi golek dalan yo karo gawe dalan (sambil mencari jalan, juga membuat jalan).

Sigit : Untuk mengawali praktik menulisnya kak ?

Andy Hermawan :  Mengawali praktek menulis ya berani dan mau, itu aja kuncinya. Tidak ada salah dan benar dalam proses, karena ‘rasa’ akan muncul dengan sendirinyaCara Mengembangkan Ide Cerita Dongeng

Closing

Baik teman-teman, banyak orang mengatakan bahwa diam itu emas, tetapi tidak menutup kemungkinan jika kita berani berbicara atau menyuarakan sesuatu maka kita akan mendapat emas bahkan gunung emas, cerita dapat dituangkan secara verbal maupun dinarasikan, menulis adalah kegiatan positif yang bebas, dapat kita lakukan dimana saja, kapan saja, dengan siapa, pokoknya bebas, yang penting perangi rasa malu, malas, dan selalu berkata susah sebelum mencoba.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: