Bantu Kuatkan Guru bergerak Lawan Corona

Penulis : Nelvi Zetri | 14 Aug, 2020 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Sijunjung, Temu Pendidik Daerah

Komunitas Guru Belajar (KGB) Sijunjung kembali mengadakan Temu Pendidik Daerah (TPD) untuk terus berkontribusi dalam perkembangan pendidikan Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2020 melalui media WhatsApp Grup KGB Sijunjung. Dalam kegiatan ini KGB Sijunjung membahas tema “Bergerak Bersama Bantu Kuatkan Guru, Sekolah dan Guru Pilihannya Hanya Kuat” demi peran serta kampanye Bantu Kuatkan Guru Sekolah Lawan Corona yang merupakan sebuah program hasil kolaborasi antara Kampus Guru Cikal, Keluarga Kita, Sekolahmu, Semua Murid Semua Guru, Komunitas Guru Belajar serta Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan.

Kegiatan Temu Pendidik ini dikoordinasi oleh guru Fitri Ahirani, penggerak dari KGB Sijunjung yang merupakan guru pada KB Kampung Bocah, Muaro Bodi, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Guru Neriliawati Yusi sebagai moderator yang merupakan guru pada SMK Negeri 1 Sijunjung, Sumatera Barat dan juga tergabung sebagai penggerak KGB Sijunjung serta dipandu oleh guru Sri Hastuti, guru SMK Negeri 2 Sijunjung yang juga penggerak dari KGB Sijunjung. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini sejumlah 93 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Kalimantan, Salatiga Jawa Tengah, Sijunjung dan sekitarnya. Sedangkan narasumber kegiatan ini adalah guru Syaifullah Godi Ismail yang merupakan guru PAI di SDN Ledok 05 Kota Salatiga.

Bantu Kuatkan Guru KGB Sijunjung

Tiga puluh menit sebelum kegiatan dimulai sudah banyak peserta yang hadir dan saling menyapa pada WhatsApp Grup tersebut. Ucapan selamat datang dari moderator menggunakan bahasa daerah sontak membuat forum ramai dan suasana menjadi semakin seru. Peserta saling menyapa dan saling memperkenalkan diri. Kesalahan sapaan Bapak jadi Ibu atau sebaliknya menjadi candaan seru yang mencairkan suasana sebelum kegiatan dimulai dan membuat kegiatan Temu Pendidik ini semakin menarik. Kemudian moderator menyampaikan kesepakatan sebelum diskusi yang disetujui oleh peserta. Moderator menggunakan sistem buka tutup chat agar diskusi bisa berjalan baik dan informasi tidak tenggelam karena komentar yang belum diperlukan.

Tepat pukul 20.00 wib kegiatan dimulai dengan perkenalan singkat oleh narasumber yang kemudian menanyakan kondisi pendidikan di Sijunjung dan bagaimana kondisi awal masuk tahun ajaran baru di masa pandemi. Beragam jawaban pun muncul. Ada yang rindu senyuman murid-murid, ada yang bolak-balik ke rumah-rumah murid untuk membuat kesepakatan dengan orang tua, ada juga yang mulai membuka sekolah dengan protokol dan SOP Covid19. Dampak pandemi Covid19 juga dirasakan oleh sekolah-sekolah terutama sekolah swasta. Mereka kesulitan membayar gaji guru honorer. Hal ini disebabkan karena dalam masa pandemi ini orang tua siswa juga tidak mampu membayar SPP murid, sedangkan gaji guru honorer swasta sebagian besar diambil dari SPP tersebut. Untuk daerah Sijunjung sendiri, kondisi perekonomian orang tua murid dominan bergantung pada hasil pertanian. Alhasil karena adanya pandemi ini mereka pun kesulitan untuk membayar SPP murid hingga akhirnya guru honorer lah yang tidak dapat menerima gaji. Tantangan buat guru tidak hanya sampai di situ. Pembayaran gaji guru honorer dibayarkan berdasarkan jumlah jam mengajar, namun di situasi seperti ini kesempatan guru honorer untuk mendapatkan jam mengajar menjadi semakin kecil dan bahkan nyaris tidak ada.

Bantu Kuatkan Guru

Oleh karena itu, Sekolah Lawan Corona sebuah program hasil kolaborasi antara Kampus Guru Cikal, Keluarga Kita, Sekolahmu, Semua Murid Semua Guru, Komunitas Guru Belajar dan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan mengajak semua orang terlibat Bantu Kuatkan Guru dengan memberikan dukungan kepada guru swasta dan honorer, serta dukungan untuk sekolah tempat mereka mengajar. Jadi dari permasalahan adanya kondisi pandemi ini yang terdampak pada sekolah, guru, siswa maupun orang tua, maka Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) dan Kampus Guru Cikal (KGC) tergerak dan lahirlah inisiatif program #BantuKuatkanGuru.

#BantuKuatkanGuru adalah gerakan kolaborasi komunitas untuk memberikan dukungan bagi guru dan sekolah untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan pengalaman belajar murid. Bantu guru, bantu sekolah, berarti membantu murid Indonesia mengembangkan kompetensinya. Bentuk bantuan akan optimal karena sesuai dengan kebutuhan di lapangan; kebutuhan bertahan hidup guru, kebutuhan peningkatan kompetensi guru dan kebutuhan operasional sekolah. Jika guru kuat, murid akan berdaya. Paket bantuan #BantuKuatkanGuru ditujukan pada sekolah semua jenjang (PAUD, dasar dan menengah) dan semua status (formal dan non formal) dengan guru yang terancam ketahanannya. Paket bantuan dalam bentuk barang dan program. Program ini berbasis sekolah karena kita percaya ketahanan bersifat sosial, diperjuangkan secara kolektif. Kita harus bergerak bersama dan saling peduli. Donasi yang dikumpulkan akan disalurkan berupa sembako, beasiswa program belajar jarak jauh dan dukungan untuk sekolah seperti pulsa dan listrik.  Donasi bisa diberikan oleh semua orang, guru, murid, orang tua murid atau masyarakat sekitar. Kita saling bahu membahu, tolong menolong dalam membantu rekan sesama guru yang terdampak pandemi. 

Komunitas Guru Belajar (KGB) Sijunjung juga turut serta berkolaborasi untuk mendukung gerakan #BantuKuatkanGuru. Selain dengan membagikan link donasi kitabisa.com ke segala media dan instansi, tim KGB Sijunjung juga menerima sumbangan langsung dari masyarakat yang kesulitan untuk mengakses kitabisa.com. Hasil sumbangan tersebut didonasikan oleh tim penggerak KGB Sijunjung pada laman kitabisa.com/kuatkanguru. Terkadang juga KGB Sijunjung mengadakan berbagai pelatihan daring yang bermanfaat dengan ketentuan peserta yang ingin mendaftar harus menyumbang minimal 20.000 rupiah yang juga di transfer pada donasi #BantuKuatkanGuru. Tim penggerak KGB Sijunjung juga melakukan donasi sendiri dengan berjualan buku, yaitu buku Bunga Rampai hasil tulisan guru-guru Sijunjung yang dicetak ulang sebanyak 20 buku dengan harga 50.000 rupiah, yang kemudian semua hasilnya di donasikan untuk #BantuKuatkanGuru di laman kitabisa.com/kuatkanguru

Semoga dengan adanya sharing ilmu tentang #BantuKuatkanGuru ini akan semakin banyak guru, orang tua dan murid untuk berpartisipasi sehingga kita mampu meringankan sedikit beban dari guru dan sekolah yang terdampak pandemi. Kita berharap semakin banyak yang peduli dan mau berdonasi. Tetap saling menguatkan, bergandengan tangan bersama, peduli sesama dan membantu sesama.

Saya mengutip pantun penutup oleh bu Jentina dari Bali yang aktif mengikuti kegiatan diskusi hingga akhir. Berikut pantunnya.

Pedihnya sabun karena buih
Buih dipakai mencuci kain
Meski harta belum berlebih
Jangan lupa fakir dan miskin

Buih dipakai mencuci kain
Kain dicuci berwarna terang
Jangan lupa fakir dan miskin
Membantunya harta takkan berkurang

Kain dicuci berwarna terang
Mencuci kain sambil disikat
Membantu fakir harta takkan berkurang
Rezeki mengalir iman mengikat

Ingin ikut #BantuKuatkanGuru?

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: