Menulis Praktik Baik Pembelajaran Inklusi

Penulis : Kristijorini Wibowo | 29 Jun, 2020 | Kategori: Merdeka Belajar

“Saya guru BK, jarang menulis. Tapi memiliki banyak praktik baik pembelajaran dengan murid disabilitas..” tutur salah seorang guru Program Pendidikan untuk Semua.

Banyak guru yang merasa bahwa keterampilan menulis hanya dimiliki oleh guru bahasa. Sehingga banyak guru yang memiliki praktik baik, yang harusnya bisa disebarkan, terpaksa harus memendamnya. Oleh karena itulah dalam program Pendidikan untuk Semua ada sesi belajar menulis praktik baik.

Kampus Guru Cikal mengadakan Program Pelatihan Penulisan Praktik Baik  Pendidikan Untuk Semua. Pelatihan diadakan pada tanggal 15 Juni hingga 22 Juni 2020. Pelatihan ini diikuti oleh 15 guru dari Yogyakarta dan 2 dari Jawa Tengah. Namun sebelumnya, telah diadakan sesi asesmen, intervensi, seminar orang tua, daring diskusi di WhatsApp dan pelatihan menulis. Pelatihan penulisan dilakukan di akhir rangkaian kegiatan dengan hasil akhir adalah peneribatan Surat Kabar Guru Belajar edisi Pendidikan Untuk Semua.

Tujuan dari pelatihan ini adalah peserta mampu membuat tulisan praktik baik yang telah dilakukan menggunakan format ATAP, melakukan asesmen untuk memberi umpan balik mengenai tulisannya, dan peserta memiliki tulisan yang telah diperbaiki.

Tahapan awal dari pelatihan ini berupa orientasi pelatihan menulis praktik baik program NusantaraRun. Untuk orientasi ini dilakukan dengan video conference melalui google meet. Ada 15 guru dari Yogjakarta dan 2 dari Jawa Tengah. Setelah peserta memperkenalkan diri, maka pelatih memperkenalkan penyelenggara kegiatan yaitu Kampus Guru Cikal atau yang biasa disingkat dengan KGC. KGC merupakan lembaga pengembangan karier guru yang percaya guru dengan kemerdekaan belajar adalah kunci perubahan pendidikan untuk mewujudkan pelajar yang kompeten, ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan Indonesia yang demokratis. Peserta kemudian berkenalan dengan Komunitas Guru Belajar. Guru Belajar adalah komunitas pendidik untuk berdiskusi dan berbagi praktik baik pengajaran dan pendidikan yang diinisiasi oleh Kampus Guru Cikal. Komunitas Guru Belajar (KGB) percaya bahwa belajar bisa dari siapa saja. Sumber inspirasi bukan figur yang serba tahu dan sempurna, tapi rekan seperjalanan yang  realistis dengan pengalaman nyata, dan praktis, seringkali gagal sebelum berhasil.

Selanjutnya berkenalan dengan pelatih dan pemandunya yang terdiri dari guru Rizqy Rahmat Hani dan guru Rizky Satria sebagai pelatih serta guru Kristijorini selaku pemandu.  Kenalan dengan pelatih dan pemandu

Selama orientasi, peserta dijelaskan tentang hasil pelatihan akan mengirim tulisan praktik baik pembelajaran. Jika tulisan sudah dikirim, ada proses penyuntingan dan hasil penyuntingan akan diberikan umpan balik kepada peserta maka peserta tinggal memperbaiki tulisannya. Revisi akan dilakukan 3 kali perbaikan dan waktunya tidak terlalu panjang.

Setelah mengikuti orientasi, peserta melakukan refleksi. Guru Iin Indarti ingin sekali menulis dengan baik. Dia bersemangat mengikuti kegiatan pelatihan menulis sampai selesai. Guru Dian Nurpita dari SKM Muhamadiyah 2 Yogyakarta berefleksi bahwa setelah sesi orientasi, menjadi lebih termotivasi untuk menulis. Mulai berlatih dengan menulis status dulu. Dia berharap, setelah mengikuti pelatihan akan menjadi lebih terarah lagi tulisannya. Guru Esti dari SLB Negeri 1 Sleman pertanyaan pada diri sendiri yang berujung pada memotivasi diri sendiri. “Apakah saya bisa menulis? Terkadang waktu menjadi alasan saya. Dengan sekuat tenaga, saya akan berusaha mencoba menuliskan goresan tinta walau dipandang hanya alakadarnya.” Guru Rufaidah dari SMK Negeri 1 Pringapus berefleksi bahwa setelah mengikuti orientasi tadi muncul kesiapan dalam diri untuk berlatih. Siap dibimbing, siap menjadi hebat bersama para pembimbing dan teman-teman yang luar biasa.

Guru Shola Fibria dari SMA 3 Maretik berefleksi bahwa pelatihan ini keren sebab awalnya dia berpikir jika pelatihan akan membosankan karena pelatihan dilakukan secara mandiri. Ternyata dengan orientasi, dia melihat banyak teman yang semangat. Dia jadi tertular dan tidak merasa sendiri. Merasa ada teman dan didampingi. Semoga dengan pelatihan ini, dia dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Berharap mampu melaksanakan fasilitas yang ada dengan baik.

Guru Maria Suprabaningtyas dari SMK Pangudi Luhur berefleksi bahwa dia merasa akan mendapatkan pelatihan yang sangat formal dan membosankan. Setelah mengikuti orientasi dia menjadi termotivasi untuk mencoba belajar menulis lagi. Dia merasa, pendampingnya freandly dan sabar. Menuntun step by step sampai peserta paham benar. Dia membutuhkan cara untuk menjaga agar tetap bisa fokus ketika menulis hingga tulisan mengalir, tidak kaku dan ide tidak melompat-lompat. Refleksi dari guru Amalia Ahadini dari SLB Negeri Pembina Yogyakarta adalah dirinya merasa terpacu untuk belajar menulis. Dia merasa diajari, dibimbing sampai jadi tulisan. Kesempatan ini membuatnya bahagia.

Tahapan setelah orientasi adalah melakukan pelatihan mandiri di platform digital, sekolahmu.com sekaligus pendampingan dari pembimbing dimulai pada hari Selasa sampai Jumat, tanggal 16-19 Juni 2020. Para peserta merasakan keseruan saat mengikuti dan mengerjakan pelatihan mandiri. Materi yang disampaikan mudah dipahami dari yang berupa ebook, video tutorial pembelajaran hingga tugas mandiri yang menantang. Hasil tugas juga dapat segera diketahui. Ada yang merasa bahwa materinya berat tapi dikemas dengan sangat praktis dan bermakna. Merubah pola pikir guru bahwa menulis itu tidak sulit. Peserta tidak merasa digurui, namun dibuka wawasannya tentang menulis. Jika mereka kesulitan, bisa langsung bertanya kepada pemandu maupun pembimbing pelatihan.

Peserta selanjutnya melalui tahapan akhir dengan mencoba menulis praktik baik  menggunakan format ATAP, peserta akan mendapatkan sertifikat secara otomatis. Peserta merasa tidak terbebani dalam mengikuti pelatihan karena bisa mengikuti kapan saja dan dimana saja.

menulis praktik baik

Tahapan berikutnya adalah refleksi setelah mengikuti pelatihan menulis menggunakan video conference, google meet pada hari Senin, 22 Juni 2020. Sebelum refleksi, peserta diajak bermain menggunakan menti.com. Jawaban dari peserta yang mengikuti permainan ini sungguh menyenangkan. Peserta diajak untuk mengingat perasaan diawal pelatihan hingga akhirnya merasakan akhir pelatihan. Mereka berefleksi dengan seru dan asyik.

Kesimpulan dari refleksi adalah mulai saja apa yang ingin ditulis, mulai banyak membaca dan mulai melakukan praktik baik pembelajaran yang dituliskan. Mulai dengan menuliskan semua ide yang dipunyai, tumpahkan saja dulu apa yang dirasakan. Lanjutkan dengan menyusun kerangka dalam bentuk pertanyaan. Masukkan semua yang sudah ditulis tadi kedalam format ATAP. Tidak perlu merasa ragu dan takut salah sebab tulisan akan mendapatkan umpan balik dan peserta dapat memperbaiki tulisan sesuai dengan umpan balik tersebut.

Selanjutnya, peserta melakukan pengumpulan tulisan mulai dari tanggal 23-30 Juni 2020. Pemberian umpan balik dan pendampingan akan dilakukan pada tanggal 1-10 Juli 2020. Terbit menjadi Surat Kabar Guru Belajar Edisi Pendidikan  Untuk Semua adalah 20 Juli 2020.

Pada akhirnya peserta berkomitmen untuk memulai dulu. Mencari ide tentang praktik baik pembelajaran dan menyusun kerangka tulisan dengan format ATAP. Memulai dan berkomitmen bisa jadi adalah kunci untuk menyelesaikan program pelatihan ini. Sebab tanpa keduanya, ide tulisan hanya akan menjadi ide yang tersimpan tanpa ada yang mengetahui dan mengapresiasi. Sebab praktik baik yang disebarkan akan menjadi nyala lilin kecil yang menyinari sekeliling. Semakin banyak lilin kecil bersinar, maka akan semakin terang dunia pendidikan di Indonesia. Selamat berkarya. Selamat menjadi lilin kecil yang menginspirasi banyak orang.

Anda guru ingin ikut belajar menulis prktik baik?
Bisa klik

Pelatihan Menulis Praktik Baik

About the Author

2 thoughts on “Menulis Praktik Baik Pembelajaran Inklusi”

Leave a Reply

%d bloggers like this: