#BelajarDiTPN7 Bersama #1000Pembicara

Penulis : Kusuma Putri Wijayanti | 7 Jan, 2021 | Kategori: Merdeka Belajar, Temu Pendidik Nusantara

“Kalau daring terus, apa anak-anak paham pelajaran?
“Kalau daring terus, apa anak-anak tidak bosan?”
“Kalau luring, khawatir kesehatan”
“Pembelajaraan tatap muka atau tatap layar? Pilih yang mana?
Keresahan kita ini pula yang dicari jawabannya saat #BelajarDiTPN7

Generasi Alpha adalah generasi yang paling muda pada masa ini, generasi ini tumbuh dengan dikelilingi kemajuan teknologi yang begitu pesat dan cepat yang sudah mereka terima sejak masih berusia dini. Merebaknya berbagai jenis informasi yang sangat mudah diakses, menjadi tantangan sendiri bagi Generasi Alpha dalam memilah-milah informasi. Hanya melalui genggaman tangan semua bisa diakses dengan mudah, informasi diperoleh begitu cepat, hiburan yang bisa dimainkan kapan saja.

Nah, jika seperti ini apakah anak-anak justru lebih tertarik menghabiskan waktunya untuk bereksplorasi dengan gawainya dibandingkan belajar?. Kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi para guru, karena tidak hanya murid yang harus beradaptasi dengan teknologi, tetapi guru pun pada posisi yang sama harus mampu beradaptasi mengelola teknologi menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran dan orang tua memiliki peran baru sebagai penerus penyampaian materi yang seharusnya dilakukan oleh guru, terutama pada kelas-kelas tingkat dasar. Kondisi demikian, menuntut sekolah untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran.

Awal tahun 2020 Indonesia tepatnya bulan Maret menjadi titik balik berubahnya tatanan kehidupan, perkantoran, pusat perbelanjaan, bahkan sekolah-sekolah pun ditutup. Pandemi berdampak, pandemi mengubah tatanan yang sudah dijalani bertahun-tahun dan memunculkan kebiasaan baru. Salah satu dampak yang terasa dan terlihat adalah dunia pendidikan karena sekolah-sekolah ditutup, pembelajaran berlangsung secara jarak jauh, guru-guru dan murid dihadapkan pada situasi harus mampu beradaptasi dengan teknologi secara cepat, tak urung guru-guru yang sudah berumur tetap harus bisa memberikan pembelajaran yang layak untuk anak didiknya. 

Anak-anak bisa menerima pelajaran yang saya sampaikan tidak ya? Apa anak-anak merasa bosan dengan daring selama ini?
Orang Tua apakah sudah lelah menemani anak-anak sekolah daring?

Guru-guru di masa pandemi ini dihadapkan dengan begitu banyak tantangan, kelas yang dilakukan secara tatap muka berganti menjadi daring dan luring secara bergantian, guru-guru harus memutar otak bagaimana mengelola kelas agar anak-anak paham dengan yang diajarkan dan tidak merasa bosan karena menatap layar, tentunya juga mengelola psikologis anak-anak terutama untuk jenjang sekolah awal karena mereka merasa bahwa ini bukan sekolah tetapi selayaknya menonton youtube yang biasa mereka tonton dan dengarkan sebagai hiburan semata, jaringan internet pun tak bisa dielak menjadi hambatan pada proses pendidikan apalagi di daerah yang belum terjangkau jaringan internet dengan baik, kemampuan guru dalam menggunakan perangkat komputer pun diuji di masa pandemi ini, serta orang tua yang tidak bisa mendampingi anak untuk belajar mandiri. Wah, tentu berat jika dirasakan. 

#BelajarDiTPN7 Bersama #1000Pembicara

#BelajarDiTPN7 menjadi jawaban atas tantangan diatas yang dirasakan oleh guru-guru dan murid, melalui TPN VII inilah terlihat banyak guru-guru justru lebih kreatif dan inovatif di masa pandemi ini. Jika dilihat dari kelas-kelas #BelajarDiTPN7 yang diisi oleh guru-guru berdaya banyak kelas yang menjadi jawaban kebutuhan guru untuk mengelola kelas di masa pandemi ini. Bukan menyerah dan menyalahkan keadaan justru guru-guru semangat menciptakan suasana daring yang menyenangkan dan bermakna. Terlihat hampir 400 kelas yang diselenggarakan, yang terbagi menjadi 4 kategori kelas yaitu Kelas Kemerdekaan, Kelas Kompetensi, Kelas Kolaborasi dan Kelas Karier. 

Di Kelas Kemerdekaan guru-guru berbagi praktik baik pengajaran dengan menyampaikan materi (konten) secara reflektif, yang mau menerima umpan balik secara aktif dan menilai diri sendiri secara objektif, serta pengalaman belajar dengan rekan sejawat lebih penting dibanding dengan orang ahli.  Inilah contoh kelas yang ada di Kelas Kemerdekaan.

Baca Juga: Pasar Praktik Baik itu Bernama Kelas Kemerdekaan

Melalui Kelas Kompetensi #BelajarDiTPN7 peserta belajar tentang kompetensi dari program-program yang tersedia, sehingga dapat mengembangkan diri berkait pedagogi, penggunaan teknologi, karier, bahkan pengasuhan. Contoh kelasnya seperti ini.

Pada Kelas Kolaborasi menjadi strategi bahwa guru yang saling berkolaborasi dan bahkan dengan stakeholder yang berkompeten pada dunia pendidikan. Ini menjadi bukti nyata bahwa guru bisa menggerakkan, melakukan perubahan dan menjadi pemantik tersendiri bahwa sebetulnya para guru mampu untuk berdaya dan berkarya, berikut contoh Kelas Kolaborasi di TPN VII.

Sedangkan pada Kelas Karier adalah kelas yang menjadi bukti profesi guru tidak terhenti menjadi guru saja atau paling tinggi menjabat sebagai Kepala Sekolah atau Pengawas, tetapi guru bisa mengembangkan karier dan meningkatkan kapasitas dirinya sesuai dengan kompetensi dan minatnya untuk lebih berkembang menjadi guru yang inovatif dan kreatif. Profesi yang bisa dikembangkanpun beragam, seperti karier protean menjadi seorang content creator, penulis naskah, pendongeng, dan karier protean lainnya.

Bahkan Bapak Ibu guru & kepala sekolah juga bisa mendapat inspirasi program sekolah dari sekolah lain. Contoh program sekolahnya seperti berikut ini:

Ayo belajar barengan, karena teknologi bukan menjadi hal yang perlu untuk ditakuti atau dihindari justru dengan teknologi inilah guru-guru bisa berkolaborasi, mengembangkan imajinasi dan ekspresi yang dimiliki guna menunjang pembelajaran yang kekinian penuh inovatif. 

Baca juga: Guru akan Tergantikan Kecerdasan Buatan

#BelajarDiTPN7 menjadi semangat tersendiri bagi guru-guru karena memberikan ruang belajar yang luas cakupannya, dan guru bisa mengeksplorasi dirinya kebutuhan apa yang diperlukan dan perlu ditingkatkan, serta menjadi ajang guru-guru untuk bisa saling kenal membuat jejaring untuk saling berkolaborasi dan berekspresi bersama. Terlihat dari cuplikan judul-judul kelas #BelajarDiTPN7, yang dilihat dari judulnya saja sudah menjadi daya tarik dan minat untuk belajar lebih dalam lagi. TPN VII yang diikuti oleh #1000pembicara dan sekitar 3640 peserta merupakan ajang pendidikan yang tidak bisa terlewatkan begitu saja, mengingat masih banyak guru-guru yang perlu kita jabat untuk belajar bersama.

Masa pandemi bukan menjadi halangan tetapi menjadi bukti tantangan yang membawa perubahan positif dan maju untuk guru-guru lebih pe de akan kemampuan dan kompetensinya bahwa mereka bisa melahirkan generasi Alpha yang maju akan teknologi tetapi juga memiliki karakter yang bisa dibanggakan dan belajar daring atau luring tidak menjadi masalah sekarang. Kemajuan teknologi ini memunculkan peluang baru terhadap akses yang lebih luas terhadap konten multimedia yang lebih kaya dan berkembangnya metode pembelajaran baru yang tidak dibatasi lagi oleh ruang dan waktu.

Jadi, mana yang akan Bapak/Ibu tingkatkan?
Kompetensi Paedagogi, Penggunaan Teknologi, atau keduanya?

Ayo menjadi guru pembelajar, guru yang tidak pernah lelah untuk belajar.

About the Author

One thought on “#BelajarDiTPN7 Bersama #1000Pembicara”

Leave a Reply

%d bloggers like this: