Berbagi Kisah Belajar dengan Guru Se-Nusantara

Penulis : Alfi Lailatin | 15 Jan, 2019 | Kategori: Liputan Guru Belajar

Taraaa…
Akhirnya Temu Pendidik Daerah (TPD) Ke-3 dengan Tema
“Tebar Ilmu TPN 2018” dari Komunitas Guru Belajar (KGB) Jombang dapat terealisasi, setelah sempat maju mundur syantiiikk. Kegiatan TPD ke-3 KGB Jombang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2018 pukul 09.00-11.00 mundur 1 jam dari jadwal karena masih ada proses pengambilan pemesanan merchandise Kampus Guru Cikal pada saat Temu Pendidik Nusantara (TPN) 2018. Sambil menunggu satu demi satu rekan seperjuangan datang.

Saya kaget, karena kami kedatangan dua rekan seperjuangan dari Nganjuk yang menempuh jarak sekitar 40 km, yaitu Bu Hus dan Bu Nuraini. Mengetahui acara ini melalui info yang dibagi  Bu Alfi di grup-grup WA, ikut karena penasaran dan ingin tahu tentang KGB. Rekan lain, yaitu bu Pinta, meski belum masuk di KGB Jombang, pun tertarik mengikuti TPD, beliau bertiga akhirnya bergabung di KGB Jombang. Temu Pendidik kali ini dimulai dengan jumlah peserta 14 orang.

Kegiatan KGB diawali dengan pembukaan oleh moderator, Ibu Rukiatin. Ibu yang gaul dan dapat mencairkan suasana dengan banyolannya. Selanjutnya, pengenalan narasumber Alfi Lailatin. Narasumber Bu Umaiyyah dari KGB Lamongan tidak dapat hadir karena ada anggota keluarganya yang sakit. Bu Alfi membagikan fotokopi hasil ringkasan ilmu yang diperoleh dari TPN 2018. Bayangkan, 13 materi kami diskusikan untuk pertemuan kali ini. Tetapi, untuk lebih rinci akan kami bahas di TPD selanjutnya. Kami sengaja tidak memakai LCD Proyektor agar diskusi berjalan tidak kaku dan lebih komunikatif antara peserta dengan narasumber.

Pembukaan dimulai dengan kutipan dari Bu Ella:

“Kalau kamu melakukan satu hal dan kamu tidak takut itu berarti yang kamu lakukan biasa saja, tapi jika kamu melakukan satu hal dan kamu takut berarti yang kamu lakukan itu luar biasa”.

Sederhana tapi merupakan percikan semangat bagi kami. Karena ilmu yang kami dapatkan dari komunitas ini, memang tidak sama dengan yang umum ada di luar sana.  Tetapi, memang inilah yang harus kami lakukan, yaitu bergerak untuk perubahan yang bermakna bagi murid kita.

Pemaparan materi oleh Bu Alfi tentang tebar ilmu dari kelas penggerak. Hal ini dilakukan agar tumbuh penggerak-penggerak yang lain di KGB Jombang. Beliau menyampaikan bagaimana beliau dapat mengikuti acara Kece ini dengan fasilitas gratis. Intinya bukan karena gratisnya, tetapi kesempatan untuk  mengikuti acara yang penuh dengan tebaran ilmu rekan seperjuangan se-Nusantara. Wowwww… keren dan pingin banget tahun depan bisa ikut.

Pemaparan kedua, ilmu dari kelas kemerdekaan pertama yang Bu Alfi ikuti yaitu perubahan pengajaran pada lingkup sekolah.  Hal ini dilakukan dengan perumusan pertanyaan di Lesson Study sebagai ruang belajar dan inspirasi guru serta evaluasi Kurikulum Sekolah, Pertemuan Agung, dan memanusiakan ruang kelas. Pemaparan ketiga, ilmu dari Kelas Kemerdekaan kedua, yaitu mengembangkan kesepakatan, menjalankan konsekuensi. Pemaparan keempat dengan ilmu dari Kelas Kompetensi. Kelas pertama yang dibagikan beliau adalah Ragam Strategi Memahami Murid. Kelas kedua yang dibagikan beliau adalah Merancang Musik untuk Belajar Apapun. Kelas ketiga pun tak kalah seru, yaitu pemaparan tentang kelas kolaborasi. Yaitu Menyebar praktik baik melalui buku. Dan pemaparan kelima dari kelas karier dipaparkan tentang Dongeng Dialektika, Guru Merdeka – Guru Berdaya, Karier Protean – Karier Guru di Abad Ke-21, dan Batik folder, Belajar Melalui Budaya Lokal.

Acara tanya jawab kemudian dilanjutkan dan diserahkan kepada moderator. Moderator untuk bertanya lanjut dari ringkasan yang telah dibagikan dan disajikan oleh narasumber. Sesi yang pertama dibuka dengan sharing Ibu Hus. Beliau bercerita, punya anak asuh, karena kedua orang tuanya sibuk. Tetapi, sikap anak ini khusus. Dia tipe anak yang temperamen dan belum dapat mengikuti pembelajaran di kelas, sehingga sering membuat masalah di kelasnya. Lalu Bu Hus bertanya, bagaimana cara menangani anak tersebut. Pertanyaan kedua oleh Bu Ennay, yang bertanya lebih lanjut tentang sesi kelas perdamaian, karena beliau mempunyai murid yang sering mengalami perundungan dan guru yang lain sering menganggap sebelah mata murid tersebut. Moderator selanjutnya memberikan waktu untuk narasumber. Selain jawaban dari narasumber, rekan yang lain pun, saling memberikan solusi dari praktik baik yang pernah mereka lakukan. Demikian juga untuk pertanyaan bu Ennay.

Pada acara ini pun kami mendapat tambahan ilmu, melalui diskusi tentang “Sampahku Tanggung Jawabku” meski di luar materi, tetapi ini juga merupakan materi yang ada di TPN, sayangnya narasumber tidak mengikuti kelas tersebut. Tetapi, dari berbagi praktik cerdas rekan-rekan seperjuangan ini menambah pengingat dan gerakan kita.

Sebelum ditutup, Bu Alfi menunjukkan buku Memanusiakan Hubungan yang diberikan oleh Kampus Guru Cikal kepada KGB Jombang untuk dipinjamkan kepada anggota secara bergantian. Bu Alfi menutup dengan pesan “Kami tunggu praktik cerdas rekan-rekan seperjuangan di kelasnya, untuk dibagi dengan rekan yang lainnya dan diupload di Grup Whatsapp”. Refleksi sebagai penutup dengan mengajak rekan untuk menuliskan apa saja yang didapatkan dari kegiatan TPD ini. Bu Nadroh, sangat senang sekali akhirnya dapat menemukan KGB Jombang. Karena, awalnya beliau mengikuti Temu Pendidik Mingguan di Telegram. Sehingga, beliau sangat mendukung sebuah komunitas yang isinya peduli dan mau bergerak untuk perubahan pendidikan yang lebih baik. Selesai acara, kami pun melakukan pemilahan sampah bungkus makanan yang kami. Sebagai bukti langsung praktik kita dalam TPD kali ini.

Tags:
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: