Berpikir cepat atau lambat? Lebih dalam lagi

Penulis : bukik | 25 Aug, 2018 | Kategori: Catatan Guru Belajar, Refleksi Guru Belajar

Mana yang lebih penting buat kita, berpikir cepat atau berpikir lambat? Bukan berdasarkan bukti riset, inilah kisah dari pengalaman semata.

Ini tentang perayaan Asian Games. Ini tentang perayaan ulang tahun Cikal ke-19. Karena kedua hal tersebut, kami meramaikan Cikal Games yang diadakan sejak jumat sore hingga malam oleh panitia dari divisi HRD Cikal. Seluruh tim Cikal dari semua lokasi hadir, kecuali dari Surabaya yang karena jarak berhalangan hadir. Ternyata kalau kumpul jadi satu, banyaknya jadi terlihat.

Diawali dengan pengenalan kontingan layaknya Asian Games, dengan perbedaan ada kontingen khusus suporter, yang seperti biasanya lebih heboh dari atlitnya. Peserta kemudian menyanyikan Indonesia Raya. Dan pembukaan. Jeng jeng……..masuk pengendara dan penumpang ojek daring dengan jaket hijau-hijau. Ternyata pendiri Cikal, Najelaa Shihab masuk ke lokasi menggunakan ojek daring. Persis dengan kesukaannya yang seringkali mengendarai ojek daring untuk mengejar agenda yang padat merayap. Pembukaan singkat, Cikal Games pun di mulai.

View this post on Instagram

JANGAN DITIRU DI RUMAH ๐Ÿ˜€ Ini atraksi dadakan menjelang pembukaan #cikalgames yang awalnya bikin deg-degan ๐Ÿ˜‚ tetapi dicoba dilakukan, demi hiburan untuk semua #cikalteam kesayangan โค๏ธ . Sesudahnya saya cerita, refleksi beberapa pelajaran: 1. Dibonceng motor pun ada tingkatan pengalamannya ๐Ÿ˜€ dari awalnya tegang kalau di jalan raya sampai udah bisa sambil whats app-an bahkan ketiduran, kali ini bisa berdiri sambil melambaikan tangan ๐Ÿ˜‚ sesuai filosofi Cikal: dalam belajar apapun, perlu terus mencari tantangan berkelanjutan ๐Ÿ˜€ 2. Karena pertunjukan ini baru dibahas 30 menit sebelum acara dimulai, terlihat jelas kemampuan teman-teman panitia untuk beradaptasi dan berkolaborasi – nilai penting yang selalu ditumbuhkan selama 19 tahun ini ๐Ÿ˜€โค๏ธ . Terima kasih khusus untuk stuntwoman saya Rizky tim HRD yang ngeboncengin dengan sukarela, Mbak Devy tim security yang sibuk bantu siap-siap dan Pak Gibson pengemudi Grab (sayang fotonya hilang) yang minjemin helm dan jaket untuk penyamaran (tapi ini bukan iklan ya ๐Ÿ˜€) . Terima kasih #cikalteam atas semua keseruan yang meriah, semoga kita terus bisa bekerja dan berkarya bersama dengan bahagia #playgroundoflifelonglearners #cikal19tahun

A post shared by Najelaa Shihab (@najelaashihab) on

Di Cikal Games, ada beberapa cabang yang dilombakan: Futsal, Basket, Catur, Menari dan Suporter. Semua cabang beregu. Semua cabang campuran laki-laki dan perempuan, kecuali basket yang hanya khusus untuk perempuan. Minggu lalu ketika pendaftaran peserta di grup WA, saya langsung mendaftar cabang olahraga yang paling mungkin, catur ๐Ÿ˜€ย 

Jadi singkat cerita, berkumpulah semua pemain catur di ruangan pertandingan. Sambil menunggu semua pemain berkumpul, panitia menjelaskan aturan main. Ternyata beda dengan permainan catur biasanya. Catur kilat istilahnya. Setiap regu mendapat waktu 5 menit. Kemenangan bukan hanya ditentukan siapa yang berhasil skak mat. Regu juga jadi pemenang bila regu lawan kehabisan jatah waktu.

Saya mewakili kantor pusat, yang disebut kontingen Challenging Choices, bersama beberapa teman yang mendaftar bertanding catur. Rencana awal, setiap regu beranggotakan 5 orang tapi karena beberapa pemain tidak hadir akhirnya diubah menjadi 3 orang per regu. Dari kantor pusat, ada dua regu yang harusnya 10 orang, tapi yang hadir cuma 7 orang yang semuanya perempuan kecuali saya. Sementara tim lain, laki-laki semua yang satu dua orang saya kenali sebagai orang yang suka main catur.

Rundingan sikat, komposisi regu diubah. Saya tawarkan dua opsi: siapa mau main agresif dan siapa mau main defensif. Terbagi dua tim: cepat agresif dan cepat defensif. ย Saya bergabung bersama Indira dari divisi Akademik dan Siti Pingkan dari Divisi Legal. Setelah itu, tidak ada pembahasan strategi lain, lha pengetahuan tentang permainan catur terbatas. Gimana tidak terbatas, di tengah obrolan ada pertanyaan, apakah menteri bisa jalan mundur. Ya sudah lah ya…..yang penting meramaikan Cikal Games

Pertandingan pertama, regu kami, Challenging Choices I menghadapi regu Comprehensif Concept. Berat! Dari ekspresi wajah jelas terlihat keseriusan tim lawan dalam bertanding catur. Setiap langkah dipikirkan secara matang. Sementara regu kami, berpikir cepat, langkah maju tak gentar, yang penting maju ke depan. Karena bermainnya beregu, setiap orang main satu langkah diganti pemain lain secara bergiliran. Tanpa komunikasi, langkah satu anggota bisa diartikan berbeda oleh anggota yang lain. Regu kami maju tak gentar, karena kesepakatannya berpikir cepat agresif. Maju terus!

Dan ternyata regu kami menang, pada teriak histeris. Ahaha ini dagelan. Regu kami menang waktu, 2,5 menit lebih hemat dibandingkan tim lawan.ย 

Pertandingan kedua, kami menghadapi regu Characterized, regu yang pada pertandingan pertama juga memenangkan pertandingan. Lebih berat. Ada para pemikir di regu lawan. Sepertiga pertandingan, regu lawan menempati posisi menang strategis. Buah catur lawan bercokol di pertahanan regu kami. Bila bermain individual, langkah lawan sudah mengobrak-abrik pertahanan. Namun, ini pertandingan beregu, catur kilat! Anggota regu kami tetap tidak gentar. Tetap berpikir cepat. Tetap maju terus. Bukan karena berani, tapi karena tidak tahu pertahanan sedang lemah ๐Ÿ˜กย 

Langkah agresif (yang pastinya ngawur) regu kami ternyata menggoyahkan pikiran regu lawan. Mereka yang semula cepat, mulai berpikir mendalam. Langkah awal yang agresif mulai berubah, langkah defensif dimainkan. Regu kami tetap konsisten, berpikir cepat agresif. Dan hasilnya, regu kami lagi-lagi menang waktu. LOL

Pertandingan ketiga, terakhir, kami menghadapi regu Challenging Choices II, sesama regu dari kantor pusat, yang semula diplot bermain cepat defensif. Pembukaan awal, regu kami sudah ketinggalan waktu. Regu lawan lebih cekatan memainkan langkah bidak caturya. Pada pertengahan, kami bisa mengejar ketertinggalan waktu melalui langkah ngawur yang lebih cepat lagi. Pertukaran bidak catur yang merugikan buat kami. Namun regu lawan tidak terpengaruh kengawuran kami, tetap fokus dengan strateginya. Maju dan menguasai area permainan. Raja kami pun terkurung dan skak mat! Kami pun tersenyum kecut huehehe

Tiga pertandingan usai. Panitia menghitung nilai setiap regu. Penghitungan pertama, regu kami, bersama dua regu yang lain mendapat nilai yang sama, nilai dua. Panitia pun menghitung nilai berdasarkan bobot lawan yang dikalahkan. Dua regu lawan mendapat tambahan nilai menjadi nilai empat, sementara regu kami menjadi nilai lima. Dan regu kami pun terpilih sebagai juara catur cepat #CikalGames. Di luar dugaan! Langkah ngawur ternyata bisa menangย 

Sekolah-Cikal-Berpikir-Cepat-Berpikir-Lambat-3

Apa kunci kemenangan regu kami? Mana yang lebih unggul, berpikir cepat atau berpikir lambat?

Regu kami adalah regu pemula, tidak mahir bermain catur. Regu lawan kebanyakan mahir atau setidaknya biasa bermain catur. Bila pertandingan catur biasa, dijamin regu kami akan kalah. Namun, pada pertandingan catur kilat, kemahiran bermain catur menjadi kurang bermakna. Keterampilan tergantung pada konteks. Setiap konteks yang berbeda membutuhkan keterampilan berbeda.

Regu kami yang pemula lebih mudah beradaptasi dengan konteks baru karena tidak ada keterikatan dengan kebiasaan lama. Sementara regu lawan karena terbiasa bermain catur justru butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi. Regu kami memberdayakan konteks, melihat kesempatan dari konteks baru untuk meraih tujuan.ย 

Semangat regu kami mungkin sebagaimana perkataan dari Steve Jobes, Stay Hungry, Stay Foolish. Tetaplah merasa lapar, tetaplah merasa bodoh. Karena bergeser konteks sedikit saja, kemahiran kita bisa jadi sudah tidak lagi berarti. Jangankan beralih posisi, unit atau divisi, beralih ke konteks pertandingan untuk seru-seruan pun, aturan main berubah, keterampilan yang dibutuhkan pun berubah.

Peraih nobel ekonomi, psikolog Daniel Kahnemanย (psikolog kok dapat nobel ekonomi *eh) memaparkan dua cara berpikir, berpiikir cepat atau berpikir lambat. Berpikir cepat adalah naluri dan emosi. Berpikir lambat adalah pertimbangan dan logis. Dari pertandingan catur kilat, kami belajar bukan mana yang benar, berpikir cepat atau lambat, tapi lebih dalam lagi, kapan menggunakan berpikir cepat dan kapan menggunakan berpikit lambat.

Bagaimana Anda menjalankan pekerjaan Anda saat ini? Apakah hanya terfokus pada tugas pokok dan fungsi (job description) atau juga memahami konteks dari pekerjaan, divisi dan organisasi Anda?

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: