Cara Menggambar dengan Fun Drawing

Penulis : Annisa Ariyani | 12 Sep, 2020 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Malang, Temu Pendidik Daerah

Ketika ada instruksi menggambar dalam waktu 60 detik, yang muncul di benak kita adalah cara menggambar gunung, sungai, matahari dan awan. Bukan menggambar objek lainnya. Kira-kira apa penyebab orang menyukai gambar gunung secara turun temurun? Semua itu dijelaskan dalam acara workshop komik literasi dan media pembelajaran yang diselenggarakan oleh komunitas guru belajar Malang bekerja sama dengan Vohasi Young Scientis SMKN 1 Singosari, Sabtu (23/2) di aula SMKN 1 Singosari. 

Cara Menggambar Fun Drawing

Acara yang dihadiri kurang lebih 30 peserta ini terdiri dari guru dan siswa, baik dari SMKN 1 Singosari maupun sekolah luar ini menghadirkan trainer couple dari Tangerang, yakni Bapak Cahyo Al-Mansyur (Founder Rumah Asah Asih Asuh dan Fun Drawing Nusantara) dan istrinya Ibu Nurhasanah (Owner dan Psikolog Rumah Psikologi Hasanah serta Ketua PUSPAGA Tangerang). 

Di sesi pertama, Ketua PUSPAGA Tangerang ini menjelaskan fungsi belahan otak kiri dan kanan, seringkali orang menggambar menggunakan otak kiri, sehingga menggambar terkesan terstruktur, mengingat contoh dan meniru, sehingga tidak heran jika gambar gunung menjadi gambar turun temurun karena sebagian orang menggambar dengan cara meingat-ingat contoh guru yang telah lakukan di masa sekolah dasar dulu. Butuh otak kanan dalam menggambar, sehingga menggambar menjadi hal yang paling menyenangkan, luwes, dan bebas

Baca Juga: Menulis Praktik Baik Pembelajaran

Di sesi selanjutnya, Bapak Cahyo mempraktekkan langsung cara menggambar dengan otak kanan menjadi hal yang menyenangkan, dengan cara menyuruh peserta menggambar suatu objek dengan menggunakan angka dan huruf. Hasilnya, rata-rata peserta sering menggunakan otak kirinya dalam menggambar, seperti disuruh menggambar melalui angka 2, hasilnya menjadi angsa, padahal angka 2 bisa menjadi benda lainnya. Founder Fun Drawing Nusantara ini kemudian mencontohkan menggambar dengan menggunakan otak kanan dengan berimajinasi sekreatif mungkin dan tanpa perlu menggunakan struktur menggambar secara formal, kemudian beliau mencontohkan menggambar jerapah menggunakan fun drawing melalui huruf J. dengan menarik ke atas menjadi leher dan kepala, kemudian bagian tengah menjadi tubuhnya. Sangat sederhana dan tanpa harus berpikir lama-lama dalam menggambar.  

Pelatihan Cara Menggambar

Setelah mempraktekkan menggambar dengan hal yang menyenangkan dan imajinatif, tahap berikutnya peserta diajak untuk membuat rancangan dasar pembuatan komik. Ada tiga tahap pembuatan komik.  Pertama, membuat story board, yakni menentukan tokoh disertasi dengan karakternya, setting (tempat, suasana, dan waktu) dan juga konflik. Kedua, tahap penerapan. Peserta disuruh membuat tiga kolom untuk mengaplikasi storyboard yang telah dibuat menjadi komik kasaran. Ketiga, melipat dua kertas dan membuat komik sesungguhnya dari rancangan yang telah disusun sebelumya. 

pembelajaran jarak jauh

Terakhir, di sesi penutupan Owner Rumah Psikologi Hasanah ini menjelaskan jika pengaruh menggambar dengan fun drawingitu menimbulkan reaksi yang bagus pada otak reptile manusia. Di dalam otak repril tersebut menimbulkan suatu hal yang membuat seseorang merasa senang, sehingga akan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: