Ciri Merdeka Belajar Pada Guru

Penulis : Nurul Mualifah | 5 Jun, 2020 | Kategori: Jepara, Liputan Guru Belajar
Menonton Penjelasan Ciri Guru Merdeka Belajar

Guru Ismawati, mengajak teman-teman guru Sekolah Semai Jepara untuk mengenal merdeka belajar dan ciri guru yang menerapkannya melalui nobar. Pada Senin, 18 Mei 2020, sebagai koordinator, belaiu juga mengajak terutama guru-guru baru yang baru bergabung di sekolah semai. Kegiatan ini bertujuan menguatkan semangat para guru untuk menjadi lebih bermakna dengan Merdeka Belajar. Selain itu juga untuk membangun mindset dan memperbaiki miskonsepsi yang selama ini ‘dipercaya’ sebagai sesuatu ‘yang semestinya’ dalam berperan menjadi guru.

Acara kali ini di pandu oleh Khajah Lailin Nisah. Acara dimulai dengan penjelaskan tentang profil apa itu komunitas guru belajar? Kemudian apa pentingnya merdeka belajar? Dan bagaimana ciri guru merdeka belajar? dari koordinator kegiatan nobar merdeka belajar guru Ismawati. Beliau menjelaskan bahwa Komunitas guru belajar merupakan salah satu komunitas yang bertujuan untuk mewadahi para guru dalam belajar bersama – sama.

Selama beberapa dekade ini mengenai kompetensi guru dipandang masih kurang visioner disebabkan faktor guru sendiri yang belum bersemangat dalam belajar untuk meningkatkan kualitas dirinya dan guru juga masih berstigma bahwa yang perlu belajar adalah murid, serta guru masih belajar hanya kepada pakar pendidikan saja. Bahwa sebenarnya guru tidak hanya belajar kepada pakar pendidikan saja akan tetapi bisa belajar dengan sesama rekan guru yang lainnya.

Mengenal Komunitas Guru Belajar

Misi Komunitas Guru Belajar dalam berbagi praktik cerdas pengajaran dan pendidikan diwujudkan melalui:

  1. Temu Pendidik Mingguan melalui aplikasi Telegram
  2. Temu Pendidik Daerah baik daring maupun tatap muka.
  3. Temu Pendidik Nusantara yang dilaksanakan sekitar bulan Oktober setiap tahun.

Komunitas Guru Belajar bertujuan untuk:

  1. Menegakkan KEMERDEKAAN belajar: membangun guru berkomitmen pada tujuan belajar, mandiri belajar, merefleksikan proses & capaian belajar.
  2. Mengembangkan KOMPETENSI: mendukung guru mengembangkan potensi diri melalui beragam cara, secara bertahap dan berjenjang
  3. Memperluas KOLABORASI: mendukung guru untuk saling berkolaborasi, mengenalkan dengan berbagai kerjasama untuk menerapkan kompetensinya.
  4. Mengembangkan KARIER: mendukung guru memilih dan mengembangkan pilihan karier protean

Adapun manfaat dari bergabung di dalam Komunitas Guru Belajar adalah; pertama, mendapatkan kesempatan saling berbagi berbagi praktik pengajaran dan pendidikan yang mutakhir dan terbukti di ruang kelas, kedua mendapatkan kesempatan pengembangan kompetensi melalui berbagai macam bentuk kegiatan kanal komunikasi, ketiga mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan rekan guru dan komunikasi dari berbagai daerah dengan latar belakang beragam, keempat mendapatkan kesempatan mengembangkan karier potensi dengan beragam pilihan peran dan kontribusi. Dan uniknya komunitas ini terbentuk dari para guru yang tergerak hatinya yang peka terhadap tentang akan pentingnya belajar tentang pentingnya guru untuk menambah skill, ilmu dan lain sebagainya.

Kampus Guru Cikal sebagai inisiator memberi dukungan berupa menyediakan fasilitator yang memandu proses pengembangan komunitas,
pemandu yang mengelola dan menerbitkan pengetahuan, serta pelatih yang memberikan pelatihan yang dibutuhkan Komunitas Guru Belajar. Kolaborasi Komunitas Guru Belajar dan Kampus Guru Cikal menawarkan jalan lain dalam pengembangan guru untuk perubahan pendidikan Indonesia, jalan yang lebih penuh harapan.

Menonton Video Guru Merdeka Belajar

Kemudian Pemandu melanjutkan sesi berikutnya adalah sesi pemutaran video merdeka belajar. Peserta langsung memfokuskan pandangan ke proyektor layar. Tampak dalam video itu Najelaa Shihab mengenai apa dan kenapa “Merdeka Belajar”. Pada saat kita berbicara merdeka belajar, ibu dan bapak. Saya tuh selalu terbayang anak-anak. Sebagian besar anak Indonesia itu dunianya hanya sebatas ruang kelas, mimpinya hanya terbatas tingginya tangan untuk menjawab gurunya”. Kata bu Najelaa Shihab.

Ciri Guru Merdeka Belajar dibahas bersama KGB Jepara

Guru dan Tiga Dimensi Merdeka Belajar

Dalam paparan video itu, terdapat lima miskonsepsi guru belajar disampaikan Najelaa, diantaranya guru hanya dapat belajar dari para ahli, guru hanya mau belajar jika ada insentif, sertifikat,dll, dan belajar itu soal kompetisi, bukan kolaborasi. “Permasalahan pendidikan memang sangat kompleks. Untuk mereformasinya pasti butuh waktu dan kesempatan dari berbagai kepentingan”lanjut Najelaa. Kutipan dari Bu Elaa “Guru tidak bisa belajar sendiri.” Lanjutnya “Ciri Guru Merdeka Belajar adalah komitmen akan tujuan, Guru yang mandiri, dan bercermin (refleksi).”

Merdeka belajar adalah proses dimana seorang guru mampu memerdekakan dirinya terlebih dahulu dalam proses belajar mengajar dan mampu memberikan rasa nyaman serta rasa merdeka belajar bagi murid- muridnya. Atau dengan kata lain merdeka belajar juga adalah bagian dari proses belajar seorang guru untuk memiliki komitmen, mandiri serta reflektif, dimana seorang guru ketika belajar dan mengajar tidak terjebak pada persoalan-persoalan administratif tetapi memiliki kesadaran untuk belajar karena kebutuhan alamiah menuju tujuan yang bermakna bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Baca Juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Akhirnya sampai pada menit terakhir, setelah nobar. Para peserta merefleksikan bersama-sama dengan membagikan kertas kecil kepada para peserta. Kegiatan yang berlangsung kurang lebih satu jam ini, berlangsung dengan lancar dan tertib. Para peserta tetap mematuhi protokol pandemic covid-19. Meskipun bermasker dan berjarak, peserta tetap antusias berdiskusi dan berefleksi.

Ada beberapa refeleksi yang kami rangkum diantaranya dari Guru Tari, dari konsep pemahaman beliau masih terperangkap oleh miskonsepsi merdeka belajar. Oleh guru Syamsul, mengatakan bahwa guru merdeka adalah guru yang bebas berinovasi tanpa tekanan. Tidak terjebak dan terfokus pada tugas administratif guru.

Setidaknya, setelah kegiatan ini, para guru memahami bahwa tugas guru bukan sekedar transfer pengetahuan, namun membuat hubungan dan segala proses menjadi lebih berarti dari pada sekedar ‘datang, duduk, ngajar, pulang’.

Kegiatan yang dimulai dari pukul 09.00 sampai 11.00 ini, diakhiri dengan refleksi yang disertai rasa syukur karena masih berkesempatan belajar dan memahami arti Merdeka Belajar untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Anda masih penasaran tentang apa itu merdeka belajar?

Yuk pelajari Surat Kabar Guru Belajar Edisi 6
Unduh Gratis
Klik:
Merayakan Merdeka Belajar PDF

merdeka belajar pdf
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: