Dampak Pembelajaran Jarak Jauh dan Menyiasatinya

Penulis : Luktfy Alam | 21 Oct, 2020 | Kategori: Gowa, Liputan Guru Belajar, Temu Pendidik Daerah

“Mustahil dapat melakukan aktivitas mendidik kalau modelnya pembelajaran jarak jauh. Dampak pembelajaran jarak jauh anak-anak menjadi tidak peduli dan kurang mendapat perhatian” Keluhan-keluhan tersebut layaknya ombak yang  menantang harus dihadapi guru dengan cara yang tepat dan benar, nah bagaimana menghadapinya?

Guru Berdiskusi tentang Dampak Pembelajaran Jarak Jauh

“Membangun interaksi yang bermakna antara guru dan murid di masa pandemi” adalah salah satu  solusi, panjangnya waktu pembelajaran jarak jauh telah menimbulkan dinamika bagi dunia  pendidikan beberapa sekolah termasuk guru telah menyusun dan menyiapkan strategi untuk tetap  memberikan pembelajaran terhadap generasi bangsa dalam kebijakan new normal pendidikan.  Suramnya pembelajaran jarak jauh selama ini ternyata telah memberikan hikmah yang besar  di tengah keterbatasan dan kendala yang menumpuk bagi segenap guru dan murid, ternyata pada  suasana yang lain sedikit memberikan angin segar dan cahaya bagi guru dan murid, salah satu  guru otomotif dari SMK Darussalam yakni Pak Gusti telah menemukan sebuah resep dan berhasil membangun interaksi yang bermakna, dan mengurangi dampak negatif Pembelajaran Jarak Jauh. Mengelola pembelajaran vokasi atau  keterampilan pada siswa kejuruan tentu bukanlah pekerjaan mudah bagi seorang guru dimasa  pandemik, pendidikan kejuruan membutuhkan catatan praktek dan harus melibatkan pihak luar  dalam pelaksanaanya tentu hal ini merupakan kendala, tantangan dan peluang bagi seorang guru  untuk meramu sebuah strategi dalam pelaksanaan PJJ. Masih dalam kaitannya dengan dampak pembelajaran jarak jauh pada  kesempatan yang sama Ibu Adelia Octoryta yang juga Kepala sekolah Cendikia pada kegiatan  temu pendidik ini akan berbagi praktik baik bagaimana Ibu Guru Adel bersama dengan guru gurunya melakukan home visit atau guru kunjung di masa pandemik, bagi ibu adhel dan  kawannya guru kunjung itu harus memberikan kebermaknaan terhadap banyak pihak. 

Baca Juga: Solusi Pembelajaran Jarak Jauh

Mendapati Pak Gusti dalam perjalanannya menemui berbagai kendala hingga akhirnya  mampu menemukan solusi dan mencatatkan nilai-nilai positif dan rasa kesetiakawanan murid  selama melakukan praktek jarak jauh beserta dengan pengalaman dan refleksi dari Ibu Adelia  Octoryta dalam mengelola dan menyiapkan program guru kunjung yang bermakna bagi peserta  didik, maka KGB gowa memediasi dan menginisiasi terlaksananya Temu Pendidik Daerah yang  dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang  dilaksanakan di Taman Spot Sekolah Sungai Jeneberang yang dihadiri oleh rekan-rekan guru 

dari berbagai tingkatan dan ragam latar belakang serta pegiat pendidikan yang berada di sekitar  Makassar, Gowa dan Takalar tujuannya hanya satu menemukan praktek baik dan  mendiseminasikan kepada rekan sejawat dengan harapan praktik baik tersebut mampu menjadi  inspirasi serta dapat dipraktekkan di sekolah-sekolah boleh dengan sedikit mengkreasi dan  memodifikasi sesuai dengan kultur sekolah dan profil murid kita masing-masing. 

Hari rabu tepatnya tanggal 23 September 2020 sekitar pukul 14.00 beberapa peserta  telah terlihat di lokasi kegiatan dengan menggunakan masker, 15 menit sebelum kegiatan  dimulai beberapa kawan guru yang juga peserta temu pendidik daerah sempat melakukan  obrolan ringan dengan guru gusti dan beberapa penggerak KGB Gowa yang telah lebih awal  tiba di lokasi kegiatan. Ditengah beberapa peserta mulai berdatangan moderator kegiatan dalam  hal ini adalah Guru Abdul Naim memberikan kode bahwa 5 menit lagi kegiatan akan kita mulai.  Mengawali kegiatan temu pendidik moderator mengucapkan terimakasih dan memberikan  apresiasi kepada seluruh pihak atas kegiatan ini khususnya dua narasumber yang telah bersedia  untuk berbagi, dimulai dari moderator seluruh peserta secara bergiliran memperkenalkan diri  dengan menyampaikan hal-hal yang sederhana seperti tempat tugas, aktifitasnya apa, bidang  studi yang diajarkan serta dari mana mengenal KGB Gowa dan sejak kapan bergabung dengan  KGB Gowa, peristiwa tersebut sebagai momen untuk menambah keakraban dan memperkuat visi  yang sama dalam berjuang dan bergerak bersama dengan Komunitas Guru Belajar Nusantara  Kabupaten Gowa. 

Menyiasati Dampak Pembelajaran Jarak Jauh

Setelah sesi perkenalan usai moderator memberikan kesempatan kepada guru Ahmad  Dharmawan selaku Ketua Komunitas Guru Belajar Gowa yang juga pada kegiatan tersebut  didapuk menjadi pemantik diskusi, dalam sambutannya guru wawan menyampaikan bagaimana  harapannya kedepan agar KGB Gowa menjadi pusat untuk berbagi praktek-praktek baik  pengajaran dan menjadi kanal bagi bagi segenap guru khususnya anggota KGB gowa untuk  mengkampanyekan dan mempublikasikan ide, gagasan dan kreativitasnya dalam dunia  pendidikan sehingga dampak dari peran guru itu akan lebih cepat untuk memberikan kontribusi,  kami sangat berharap apa yang menjadi tujuan dan mimpi kita bersama untuk menjadi centrum  gerakan merdeka belajar menuju pendidikan yang adil dan bermartabat dapat terwujud melalui  keberadaan Komunitas Guru Belajar Nusantara kabupaten Gowa, demikian kata beliau. 

Sesi pertama dimulai dengan terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada Guru Gusti  untuk menyampaikan materi praktek baik yang telah dilakukan, menurut Pak Gusti mengajar di  SMK itu tentu butuh kekuatan ekstra apalagi jurusan otomotif yang siswanya mayoritas laki-laki  dan jumlah yang banyak, pada awalnya saya sempat ragu bagaimana anak-anak bisa belajar  secara daring dengan materi praktek sementara pengalaman selama ini bertatap muka saja  mengelolanya sungguh butuh tenaga ekstra tidak jarang kami guru dibuat pusing. tapi tugas  harus ditunaikan, anak-anak tetap harus mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak ada pilihan  lain strategi harus dimunculkan untuk menjawab semua itu.

Materi yang saya ajarkan ke anak anak itu tentang pengukuran silinder, terlebih dahulu saya membagi kelompok berdasarkan  kriteria tertentu kali ini bukan saya yang menentukan kriterianya melainkan siswa itu sendiri. Anak-anak bersuara kita bagi berdasarkan lokasi rumah saja pak, ada yang mengusulkan pembagian kelompok berdasarkan ikatan pertemanan, ada juga yang menginginkan pembagian  kelompok berdasarkan prestasi, semuanya berusaha untuk saya akomodir dengan tujuan mereka  belajar dengan memahami persoalan.

pembelajaran jarak jauh

Rasa percaya terhadap peserta didik sangat saya  kedepankan dalam pembelajaran daring ini, seiring waktu berjalan dalam beberapa evaluasi dan  sesekali saya melakukan kunjungan terhadap kelompok-kelompok belajar ini sungguh saya  tercengang, dengan pendekatan yang mamanusiakan dengan peserta didik serta tidak mengejar  mereka dengan target dan nilai yang tidak jelas dan tanpa tujuan dengan sabar saya menunggu  dan memberikan motivasi dan umpan balik maka beberapa nilai-nilai kemanusiaan dan  kepedulian dalam diri segenap siswa justru muncul dimasa pandemik ini, ada siswa yang  merekomendasikan bengkel keluarganya untuk dijadikan tempat praktek, ada siswa yang  merelakan kendaraanya untuk diutak-atik sebagai media belajar, beberapa orang tua justru  menjadi partner dan mentor dalam penyelesaian tugas ini. Mereka justru bahu membahu saling  membantu di tengah keterbatasan ini.

Belum selesai pak gusti menceritakan pengalamannya salah  seorang peserta mengajukan pertanyaan yaitu yaitu Pak Saddang dari SMAN 9 gowa, beliau  bertanya bagaimana sih pak mengatur tempo pembelajaran di tengah banyaknya kelas atau siswa  yang akan kita ajar. Pak gusti menjawab pertanyaan bahwa salah satu cara untuk mentaktisi  pembelajaran yang padat jadwal agar tidak monoton dan membosankan adalah dengan  menerapkan Project Based Learning dengan rentang waktu yang proporsional meliputi  perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sesi satu berakhir dengan begitu banyak pertanyaan  masukan, saran ataupun sosialisasi praktek ajar sejenis yang pernah dilakukan oleh segenap  peserta, sesi satu berakhir dengan kesepakatan seluruh praktek baik harus tersampaikan agar  dapat ditiru oleh guru yang lain langkah ini dinilai akan mempercepat gerakan merdeka belajar  yang sesungguhnya. Sebelum sesi satu berakhir Pak Ansary yang bertugas di daerah pegunungan  kurang lebih 80 km dari lokasi kegiatan menuturkan bahwa untuk kegiatan temu pendidik  berikutnya sekolah saya bisa menjadi tuan rumah, “Terima kasih Pak Ansary,” kata sebagian  peserta. 

Pada sesi kedua obrolan akan berlanjut tentang bagaimana menyuguhkan kegiatan guru  kunjung yang bermakna kali ini Ibu Adelia Octoryta yang biasa disapa bunda adhel dari rumah  sekolah cendekia yang akan berbagi praktik baik dan pengalaman beliau selama mengorganisir  kegiatan home visit atau guru kunjung selama pandemik yang biasa mereka lakukan secara tim.  Dalam pemaparannya guru adhel sangat menitikberatkan pentingnya memahami esensi dari  kegiatan guru kunjung sehingga kegiatan ini bukan hanya bersifat seremonial dan rutinitas saja  melainkan mampu memberikan dampak yang bermakna dan menguatkan. Masih dalam  penjelasannya menurut guru adhel kegiatan guru kunjung bukan semata-mata hanya sebatas  berkunjung dengan membawa setumpuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa karena  keterbatasan akses, bukan juga hanya sebatas bagi-bagi kuota terhadap siswa yang tidak  memiliki kuota atau memilih melakukan guru kunjung karena dampak pembelajaran jarak jauh adanya rasa rindu terhadap peserta  didik atas lamanya PJJ ataupun kesempatan untuk berjalan-jalan di rumah murid di masa  pandemik. Menurut narasumber bahwa semua yang terkait dengan guru kunjung yang telah  disebutkan diatas tentu merupakan hal baik yang punya nilai positif yang kuat, akan tetapi bagi 

narasumber bahwa kegiatan guru kunjung terkhusus di masa pandemik diharapkan akan  memberikan dampak yang lebih bermakna lagi semisal kegiatan guru kunjung harus menjadi  momen keberdayaan bagi murid dan orangtuanya, peran serta seisi rumah dan para tetangga  harus dibangun dan dibangkitkan, keterlibatan representasi pemerintah dalam lingkup mikro  semisal Ketua RT RW Kepala Lingkungan, Kepala dusun dan desa mesti diberikan akses,  disinilah peran dari seorang guru kunjung untuk menjadi inisiator sehingga rumah-rumah siswa  yang menjadi objek guru kunjung bukan terkesan memberikan bantuan semata tapi bagaimana  membuka jalan untuk bangkit dan berdaya di tengah pandemik cetus guru adhel mengakhiri  materinya disore hari itu.

Ibu Ramlah Dg Tonji salah satu guru PAUD yang dari tadi menyimak pemaparan dari  Ibu Adhel dengan cekatan memberikan beberapa pertanyaan salah satunya yaitu bagaimana sih  membuat strategi guru kunjung bagi anak-anak usia dini ? Ibu Adhel tentu sangat paham maksud  dari pertanyaan tersebut, menurut narasumber dalam strategi penanganan anak usia dini maka selain  anak salah satu aktor yang paling vital untuk menjadi partner komunikasi tentu adalah kedua  orangtuanya untuk menggali info tentang si anak selain itu data penting yang harus menjadi bekal  dalam melakukan guru kunjung adalah master data dari anak pada saat masuk sekolah. 

Pertanyaan selanjutnya datang dari salah satu peserta yang mengajar di SMP di Kabupaten  Gowa, beliau bertanya tentang bagaimana sih membangun rasa percaya diri dalam melakukan  praktek-praktek pembelajaran di sekolah dalam menerapkan merdeka belajar? narasumber kali  ini menjawab dengan taktis bahwa ada banyak miskonsepsi dan salah kaprah dalam proses  belajar mengajar kita maka ketika anda percaya bahwa apa yang anda lakukan itu berdampak  baik terhadap pembelajaran dan berorientasi pada murid maka lakukan dengan penuh keyakinan.  Tidak terasa telah memasuki waktu magrib dengan narasumber yang keren serta materi yang  kontekstual. 

Selanjutnya moderator sebelum mengakhiri Temu Pendidik Daerah terlebih dahulu  menyampaikan beberapa agenda dan informasi seputar perkembangan KGB dan selanjutnya  mengajak para peserta untuk melakukan refleksi. 

Kegiatan berakhir dengan aman tertib dan lancar sesuai protokol kesehatan. 

Sekian dan terimakasih 
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh 
Semua Murid Semua Guru 
Panjang Umur Perjuangan 
KGB Nusantara 
KGBN Gowa.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: