Karier Murid Penyandang Disabilitas

Penulis : Winda Dyah Uningrumjati | 24 Jan, 2020 | Kategori: Pelatihan Orangtua, Sukoharjo

Pendidikan pasca sekolah sangat penting bagi kelangsungan hidup murid penyandang Disabilitas dalam bermasyarakat, karena melalui pendidikan anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk kembali ke lingkungan masyarakat dan dapat diterima sebagaimana anak normal lainnya tanpa adanya diskriminasi. Tidaklah mudah mewujudkan hal tersebut karena selama ini hanya sedikit sekali siswa SLB yang dapat melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Menurut hasil survey SMALB Jawa Tengah Tahun 2019 yang dilakukan oleh PSD LPPM UNS bahwa dari 159 murid lulusan SMALB hanya 19 murid yang minat masuk ke Perguruan Tinggi. Rendahnya persepsi orang tua, keluarga dan masyarakat tentang pendidikan tinggi menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi permasalahan tersebut. 

Menyiapkan murid untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi menjadi sebuah tantangan terbesar. Persepsi Orang tua terhadap anaknya menjadi faktor penting dalam pengembangan karir murid penyandang disabilitas. Orang tua adalah seseorang yang paling dekat dengan anak, sehingga dukungan dari mereka sangat berpengaruh besar dalam pengembangan karir khususnya dalam melanjutkan ke perguruan tinggi.”Apakah anak saya mampu melanjutkan ke Perguruan Tinggi?’’tanya salah satu wali murid SLB Negeri Sukoharjo saat diberi undangan seminar. Dalam hal ini, orang tua ragu akan kemampuan anaknya. Minimnya informasi tentang seleksi masuk ke Perguruan Tinggi juga menjadi salah satu faktor yang menjadikan orang tua memilih untuk tidak melanjutkan studi anaknya ke Perguruan Tinggi. 

Mengubah persepsi orang tua menjadi langkah awal untuk melakukan perubahan dan membuat sistem dukungan bagi murid penyandang Disabilitas. Kampus Guru Cikal, pelari Nusantarun dan UNS Surakarta berkolaborasi untuk mengadakan sebuah acara seminar orang tua yang bertempat di SLB Negeri Sukoharjo. Ada 48 Orang tua murid penyandang Disabilitas yang mengikuti seminar ini. Seminar  Orang Tua berjudul “Pendidikan Untuk Semua Karir Murid Penyandang Disabilitas” menjadi salah satu program untuk mengubah persepsi orang tua terhadap anaknya yang nantinya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Seminar ini di laksanakan pada hari Senin 16 Desember 2019. Pembicara dalam seminar ini adalah mahasiswa Disabilitas Tunarungu dari Demak, Dosen prodi PLB UNS, perwakilan dari kampus guru cikal, dan guru yang mengikuti sosialisasi program pengembangan murid penyandang Disabilitas Jawa Tengah. Dalam seminar tersebut Cindy yang merupakan mahasiswa disabilitas Tunarungu menceritakan pengalaman belajarnya selama menjadi mahasiswa Disabilitas di UNS. Bagaimana dia harus belajar dari literatur, berjuang lebih dari mahasiswa umum, dan beberapa kompensasi yang harus dilakukan agar dapat menjalankan dengan baik perannya sebagai mahasiswa. Pembicara selanjutnya adalah dosen dari  prodi PLB UNS yang menyampaikan iklim inklusivitas pembelajaran di UNS, tata cara, proses seleksi serta pendampingan mahasiswa Disabilitas yang dilaksanakan UNS Surakarta melalui Pusat Studi Difabilitas (PSD) LPPM UNS. Perwakilan dari Kampus Guru Cikal menyampaikan program terkait beasiswa Nusantarun untuk murid penyandang Disabilitas yang masuk ke perguruan tinggi. Terakhir paparan dari guru yang mengikuti sosialisasi program pengembangan murid Disabilitas Jawa tengah yang merupakan salah satu Guru di SLB Negeri Sukoharjo, tentang pengalaman selama mengikuti program tersebut. Ibarat sebuah paket lengkap, Orang Tua memperoleh informasi dan gambaran apabila anaknya masuk ke Perguruan Tinggi. Dalam sesi tanya jawab orang tua bertanya berkaitan dengan jurusan yang cocok untuk murid penyandang Disabilitas Tunarungu, pertanyaan yang berkaitan dengan universitas mana saja selain UNS yang sudah menerima mahasiswa dengan penyandang Disabilitas, dan pertanyaan yang berkaitan dengan bagaimana mempersiapkan murid penyandang Disabilitas Autis memasuki jenjang Perguruan Tinggi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan baik oleh pembicara dan dapat diterima oleh orang tua.

Pasca seminar ini, beberapa perubahan terjadi di lingkungan SLB Negeri Sukoharjo. Orang tua terlihat lebih bersemangat dan lebih aktif bertanya kepada guru kelas tentang seleksi masuk ke perguruan tinggi. Pihak SLB Negeri Sukoharjo dan orang tua berencana membuat program untuk mempersiapkan murid yang ada di SLB Negeri Sukoharjo memasuki perguruan tinggi. Asesmen sejak dini dari jenjang SDLB menjadi salah satu program yang direncanakan untuk pemetaan murid apakah nantinya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi atau kearah vokasional. Selain itu direncanakan juga program tambahan jam pelajaran untuk murid yang nantinya disiapkan ke perguruan tinggi melalui bimbingan belajar yang lebih intensif. Dari sosialisasi program penyandang Disabilitas membuat orang tua mengerti, bahwa murid penyandang Disabilitas mampu melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi apabila memperoleh kesempatan dan dukungan yang sama seperti mahasiswa pada umumnya. Seperti yang diungkapkan orang tua dari Lia, salah satu murid di SLB Negeri Sukoharjo ”Ternyata ada ya bu murid SLB yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi, tahun depan saya didampingi ya bu untuk memasukkan Lia ke Perguruan Tinggi”. Lega rasanya mendengar hal tersebut, akhirnya dari sosialisasi, orang tua mengerti bahwa murid penyandang Disabilitas mampu melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi apabila mendapatkan kesempatan dan dukungan dari semua pihak.

Penulis : Zuzina Nur Susanti (Guru SLBN Sukoharjo)

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: