Foundation Program Batch 41 Jakarta: Ketika Guru Baru Bertemu

Penulis : Mahayu Ismaniar | 25 Jun, 2019 | Kategori: Pelatihan guru, Program Pengembangan Guru

Awal dan akhir tahun ajaran merupakan waktu yang paling ditunggu, bukan hanya murid tetapi juga guru. Namun, Sekolah Cikal punya cara asik menggunakan waktu liburan untuk menyiapkan tahun ajaran baru dengan Foundation Program dan juga waktu untuk berkenalan dengan guru baru.

Foundation, kalau mendengar kata tersebut langsung teringat dengan alas bedak atau pondasi rumah, sama-sama memiliki makna yang kuat dan kokoh. Kalau alas bedak yang kuat, make up bisa bertahan lama, kalau pondasi rumah kokoh, akan sanggup menopang bangunan yang berdiri di atasnya. Lah, iya gimana? Lalu hubungannya dengan tulisan ini?

2019_0624_15275800

Hari ini, 24 Juni 2019 Foundation Program Batch 41 Sekolah Cikal dimulai bertempat di GSG Sekolah Cikal Cilandak, terdapat Cikal Team Member dari Sekolah Cikal, Rumah Main Cikal, Kampus Guru Cikal dan Head Office yang mengikuti program ini, beberapa ada yang sudah bergabung dan juga ada yang baru bergabung. Foundation Program dilaksanakan selama 3 bulan dengan metode blended learning, 6 hari ke depan akan bersama-sama menguatkan tujuan kita berada di Cikal. Foundation Program adalah salah satu cara untuk menyiapkan tahun ajaran baru dan ketika guru baru bertemu.

Pak Daus menyapa peserta yang sudah hadir dan Foundation Program resmi dibuka oleh Bu Renny, GM HR Sekolah Cikal dan berlanjut ke sesi materi. Eh, tak kenal maka harus kenalan. Pelatih dari Kampus Guru Cikal, Bukik Setiawan mengajak peserta untuk berdiri berurutan sesuai abjad film yang ditonton, secara berpasangan peserta berkenalan dan juga bercerita tentang film favorit selama 3 menit. Seru? Seru donk, aku sih sempat menyimak ada beberapa peserta yang film favoritnya Avengers dan mengidolakan tokoh Iron Man, yee sama *lah dan mereka bergabung menjadi 6 kelompok, The Power Puff Girl, Guardian of Cikal, Ades, Breakfast Club, Hobi Makan dan Rainbow.

Visi Misi Sekolah Cikal

Video berisikan materi Visi Misi Sekolah Cikal dengan narasumber Bu Najelaa Shihab ditonton dan disimak oleh peserta. Josephine, salah satu peserta berbagi pengalaman bahwa sebelum bergabung dengan Sekolah Cikal sudah sempat mencari tahu tentang Sekolah Cikal dan menonton beberapa video tentang Cikal, dan beberapa peserta lainnya pun sempat melakukan hal yang sama. Meski pun berulang-ulang mendengar hal yang sama, malah menambah keyakinan untuk bergerak barengan di Cikal, demi pendidikan di Indonesia. Selama 15 menit, waktu istirahat dimanfaatkan untuk memakan snack dan juga menghela nafas, beberapa peserta juga terlihat masih melanjutkan percakapan. 

2019_0624_15310200

“Kenapa sih Visi Misi Sekolah Cikal penting untuk diketahui dan juga dipahami? Karena menjalankan sesuatu mesti tahu dan paham akan tujuan agar dapat maksimal dan berdampak dalam melaksanakannya. Mengetahui kenapa berdirinya Sekolah Cikal dan pandangan tentang pendidikan oleh founder”

Orangtua Jadi Narasumber di Pelatihan Guru?

Parent Talk Show di Foundation Program, buat apa? Kali ini, Bu Keke Kania, orangtua dari Sekolah Cikal Serpong dan Bu Indy Barends, orangtua dari Sekolah Cikal Setu dan Cilandak berkesempatan berbagi tentang pengalaman saat memilih Sekolah Cikal untuk pendidikan anak-anak. Bagi Bu Kania, Cikal adalah sekolah pilihan terakhir yang dikunjungi karena di beberapa sekolah anaknya belum diterima karena belum bisa membaca ternyata Cikal menjadi tempat bagi Bu Kania belajar dan juga anaknya berkembang. Bagi Bu Indy, saat memilih sekolah mengajak anaknya untuk mengikuti open house dan saat menginjakan kaki pertama kali di Sekolah Cikal, anaknya hanya berkata, “Ini Rumah Siapa?”

photo6093932284169267551

Selama berproses di Cikal, Bu Kania dan Bu Indy merasa senang karena banyak terlibat dalam pendidikan anak dan juga bekerja sama dengan guru-guru di Sekolah Cikal. Guru menerapkan diferensiasi sesuai dengan gaya belajar anak, tidak disamaratakan metode mengajarnya sehingga membantu proses anak-anak belajar. Sehingga anak-anak tidak hanya tahu tentang sesuatu tapi juga paham tentang konsep, lebih bermakna. Setelah selesai melakukan sharing dan sesi tanya jawab, peserta berdiskusi mengenai poin-poin yang menarik tentang sesi Parent Talk Show di dalam kelompoknya masing-masing, mengutip diskusi kelompok Rainbow salah satu poinnya adalah anak-anak dipahami oleh guru.

“Kenapa sih Orangtua jadi Narasumber di Pelatihan Guru? Selain melibatkan juga membuktikan bahwa apa yang sedang dikerjakan dan dilakukan Sekolah Cikal dari kacamata orangtua.

Kompetensi 5 Bintang

Setelah sesi istirahat siang selesai, peserta diajak menonton (lagi) dari video Prince Ea – Menggugat Sistem Sekolah dan berdiskusi tentang Miskonsepsi Tujuan Pendidikan dan Konsep Tujuan Pendidikan di dalam kelompok. Masing-masing kelompok menyebutkan 1 poin dari miskonsepsi dan konsep dari tujuan pendidikan di Indonesia, sebelum pelatih memandu dan menjelaskan apa sesungguhnya tujuan dari pendidikan. Salah satu poin paling menohok dari miskonsepsi tujuan pendidikan adalah “Siap Sekolah” karena anak disiapkan untuk sekolah, dari jenjang satu untuk lanjut ke jenjang berikutnya, sekolah favorit dengan fasilitas lengkap menjadi idaman yang mungkin jauh dari tujuan pendidikan, yakni menyiapkan anak untuk siap menjalankan kehidupan.

photo6091445111557826697

Lanjut menonton video (lagi), video Kompetensi 5 Bintang. Peserta diberi kesempatan untuk melakukan refleksi apa yang ingin diubah atau dikembangkan saat bergabung sebagai Cikal Team Member. Pelatih memberikan beberapa contoh dalam beberapa kalimat dan meminta setiap kelompok berdiskusi dengan memberikan dimensi yang tepat untuk masing-masing contoh. Setelah berdiskusi, peserta melakukan gallery walk juga memberikan pendapat pada setiap kasus di masing-masing kelompok. Selesai dari gallery walk, peserta kembali ke dalam kelompok masing-masing untuk berdiskusi mengenai pendapat dan berkesempatan untuk melakukan perubahan atau tetap dengan hasil diskusi yang ada dan juga pelatih memberikan umpan balik dari jawaban masing-masing kelompok. Kenapa sih Kompetensi 5 Bintang penting? Agar dapat paham tentang Kompetensi 5 Bintang dalam konteks pengajaran dan pekerjaan yang diharapakan Cikal Team Member dapat menjadi Pemikir terlatih dan efektif, Mapan secara emosional, moral dan spiritual, Pembelajar Merdeka, Berwawasan Luas dan Berfisik Sehat, Anggota Masyarakat Dunia yang Berdaya dalam Mewujudkan Keadilan, Keberlanjutan dan Kedamaian.

Yeay! Selesai hari pertama foundation. Lanjut Ah, masih ada 5 hari lagi. Jadi, ketika guru baru bertemu akan ada aktivitas seru, menghapus ragu, memupuk rindu demi pendidikan Indonesia yang semakin maju.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: