Guru Belajar Membahas Persoalan Guru

Penulis : Suti | 14 Aug, 2020 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Semarang, Temu Pendidik Daerah

Komunitas Guru Belajar (KGB) bagi sebagian guru mungkin belum terlalu akrab di telinga. Namun ada juga yang sudah sangat akrab dan mungkin sudah mengikuti kegiatan-kegiatannya setiap hari. KGB adalah sebuah wadah bagi guru untuk membahas segala keresahan permasalahan yang dihadapi dalam menghadapi murid. Di dalam KGB antara guru yang satu dengan yang lain dapat berkolaborasi dan saling bersinergi untuk bertukar pengalaman dalam memperbaiki kualitas mengajarnya.

Adanya pandemi Covid 19 telah sedikit banyak menghalangi komunitas ini untuk saling bertemu, namun begitu kecanggihan teknologi sudah bisa mengatasinya. Dengan protokol kesehatan kegiatan Nobar (Nonton Bareng) tetap dapat dilaksanakan di Semarang.

Peserta Nobar adalah peserta workshop persiapan pembelajaran daring di masa pandemi covid 19 dengan jumlah peserta 40 orang dan di antaranya adalah peserta pelatihan Sekolah Lawan Corona Angkatan 1 Jawa Tengah. Bertempat di aula Korwilcam Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang pada hari Selasa, 14 Juli 2020.

Apa yang dimaksud Guru Merdeka Belajar?

Sebelum menonton video Nobar, kami membahas pendapat kami tentang Guru Merdeka Belajar. “Guru yang bebas dalam merancang segala aktivitas untuk murid dan bebas dalam menentukan kriteria untuk keberhasilan murid.” Tutur Ibu Ayu, SDN Bergaslor 01. Sedangkan menurut Bapak Irkham, SDN Karangjati 03 “Guru merdeka belajar adalah guru yang tidak dituntut dengan segala administrasi kelas yang banyak sekali.”

Kemudian kami menonton video penjelasan dari ibu Najelaa Shihab, Kampus Guru Cikal. Ibu Elaa memaparkan tentang pendidikan dan murid, ciri guru serta tiga dimensi Merdeka Belajar.

Guru Belajar Semarang

Baca Juga Merdeka Belajar Bukan Jargon

Aktivitas kami dilanjutkan untuk membahas pertanyaan “Bapak/ ibu guru setelah melihat tayangan, kita sebagai guru termasuk dalam tipe guru yang mana?”

Bapak Zein, Ketua KKG PAI Kec. Bergas memaparkan pendapatnya “Saya mungkin termasuk yang baru punya komitmen, refleksi jarang sekali saya laksanakan, rata-rata kita sudah terlalu tergesa-gesa dengan waktu dan tidak memberi kesempatan kepada murid untuk sekedar berkeluh kesah tentang sesuatu yang sedang dihadapinya. Setelah ini saya akan banyak melakukan kegiatan refleksi untuk menggali lebih tentang profil murid saya sehingga pembelajaran saya bisa maksimal.”

Guru Belajar Semarang menonton Merdeka Belajar

Sedangkan Bapak Achmad Eko, Ketua KKG Kelas 6 Kec. Bergas menceritakan pendapatnya “Selama ini guru kurang berkreatifitas dalam mengembangkan pengajarannya, guru hanya mengajar sesuai dengan tuntutan kurikulum, namun mengingat kondisi seperti pandemi seperti ini akan agak susah untuk sesuai dengan target kurikulum. Sekaranglah mungkin saatnya guru harus benar-benar merasakan yang namanya merdeka belajar demi menciptakan kreatifitas dalam mengajar. Satu lagi saya baru tahu kalau istilah merdeka belajar berawal dari video yang saya lihat tadi.”

Setelah Nobar dan refleksi, para guru menyadari bahwa tiga hal dalam merdeka belajar komitmen, mandiri dan refleksi adalah sebuah tiga kata yang memiliki makna yang dalam dan akan dilaksanakan sebagai wujud dari guru merdeka belajar.

Anda masih penasaran tentang apa itu merdeka belajar?

Yuk ikuti pelatihan Guru Merdeka Belajar

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: