Guru Berkolaborasi Menguatkan Pesan dengan Video

Berangkat ke Temu Pendidik Komunitas Guru Belajar di Bogor sambil bertanya dalam hati

“Saya pernah ke sana belum ya?”

Sebab meski merasa belum ke sana sebelumnya, bisa jadi saat kecil pernah. Sudah, nanti coba kutanya orang tua di rumah saat pulang kampung. Perjalanan saya lalui dengan kondisi Matahari yang betah dibalik mendung. Dan akhirnya bisa bertemu rekan-rekan Komunitas Guru Belajar Bogor, Depok dan Inibudi.org di SDIT Aliya, lokasi Pelatihan Membuat Video Pembelajaran.

Sampai di sana cukup pagi pukul 06.30, berharap waktu yang ada sebelum acara bisa saya gunakan untuk mengakrabkan diri dengan panitia. Mengatur layout ruangan jadi satu hal yang seru untuk memulai pagi bersama penggerak Komunitas Guru Belajar Bogor. Mata sambil melihat ke sekeliling, rak-rak di ruang kelas yang kami pakai begitu rapi, karya-karya anak dan beberapa ayat suci juga menjadi dekorasi. Sesekali saya menanyakan tentang kebiasaan komunitas, dan ternyata 1-2 panitia mendadak dibutuhkan oleh sekolah masing-masing, sehingga belum bisa hadir di awal waktu.

Setengah jam sebelum acara dimulai tim inibudi.org hadir dan langsung membuka semua peralatan yang akan digunakan nanti, pengecekan proyektor karena kami akan banyak belajar dengan bantuan visual. Pembukaan ditandai dengan sapaan oleh Penggerak KGB Bogor, KGB Depok dan saya, kami menyampaikan tentang identitas Komunitas yang melakukan kolaborasi di pelatihan video ini. Pengalaman di KGB menjadi bahan bahasan. Ada berbagai pilihan kompetensi yang dapat mendukung karier guru, termasuk sebagai penyedia media pembelajaran berupa video, dan bahkan Youtuber.  Kemudian sambutan Ibu Kepala SDIT Aliya menjadi penanda acara dimulai.

Inibudi.org memberikan apersepsi sebelum pelatihan dimulai,  sambil menularkan semangat untuk memberikan variasi cara belajar, salah satunya dengan menghadirkan video sebagai media belajar yang menarik. Perkenalan kami lakukan bersama dengan menyebutkan tontonan favorit. Keberagaman kami begitu tampak dari sini meski banyak Pak Guru yang menyukai bola, namun kanal youtube yang kami ikuti tak selalu sama. Ada yang suka mendengar siraman rohani, tutorial memasak, review, hingga sesuatu yang tampaknya jarang kita temui, hobi menonton proses menempa logam.

Semua dalam ruangan semakin semangat saat menentukkan topic video, beragam pilihan muncul. Saking semangat ada kelompok  berkeinginan untuk memasukkan banyak konten, namun tentu saja harus mengurungkan niat karena durasi video yang pendek. Dari sini kami belajar, video yang menguatkan pesan adalah yang merincikan dan mencirikan topik.

Guru Belajar Membuat Naskah Video

Salah satu peserta berpendapat, bahwa ini seperti strategi pengajaran yang beliau lakukan. “Murid jadi lebih paham dengan materi, saat satu KD saya bagi lagi dan mendalamkannya. Misal saat pembahasan kata tanya, saya akan memilih untuk membahas kata ‘apa’ hingga anak menyusun lima kalimat menggunakan kata tersebut, dibanding langsung mengajak mereka membuat dua kalimat menggunakan kata ‘apa’, dua kalimat menggunakan kata ‘kapan’, dan satu kalimat menggunakan kapan.”

Kreatifitas kami kembali tertantang saat menentukkan properti apa yang akan digunakan dalam video. Salah satu kelompok meminjam rukuh dan bantal milik sekolah, saya kira rukuh akan dipakai untuk memeragakan salat, ternyata malah dijadikan sarung bantal serta selimut. Semua kelompok berusaha jeli melihat sekeliling, selain mencari alat bantu penjelasan materi juga tentu saja setting lokasi pengambilan gambar. Pengalaman mengambil video yang penuh perjuangan meski hanya 2 ½ menit ini, membuat para guru yang menjadi talent belajar banyak melatih intonasi, raut muka, bahkan gesture. Rekan-rekan jadi tahu, untuk membuat video yang berkualitas, latihan perlu dilakukan terus menerus, dan tentu didukung naskah yang disusun dengan sungguh-sungguh.

Guru Belajar Membuat Video

Sembari mengamati proses pengambilan gambar secara profesional, Guru-guru juga didampingi mengatur komposisi ketika melakukan perekaman dengan kamera ponsel. Usai semua rekaman yang kami butuhkan diperoleh, kami belajar editing video sederhana dengan handphone melalui aplikasi KineMaster, saya mengajak melakukan pemanfaatan efek transisi, peletakkan teks dan membahas bersama teks dengan ciri bentuk dan warna seperti apa yang nyaman di baca di video. Antusiasme untuk belajar editing tetap ada, meskipun sudah berada di sesi foto-foto untuk pulang.

Acara pelatihan memang sudah berakhir di pukul 16.00 namun Penggerak Komunitas Guru Belajar Bogor melakukan diskusi dan memetakan gerakan yang akan dilakukan ke depan, dimulai dari analisis kebutuhan rekan-rekan, sampai rencana untuk berbagi oleh-oleh Temu Pendidik Nusantara. Sebelum pulang saya dihentikan, dititipi buah tangan berupa buku dari Pak Eka Wardana dan Pak Asep memberi Brownies Bogor, lalu Pak Angga mengajak saya untuk menumpang, karena beliau akan pergi ke Jakarta.

Proses belajar di tanggal 27 Oktober 2018 ini membuat saya semakin yakin, semakin banyak kolaborasi yang dilakukan di bidang pendidikan, akan semakin kaya dan menarik hal-hal yang bisa kita bawa ke dalam kelas.

Ingin belajar membuat video?

Mari bergabung di Klub Guru Belajar Komunikasi Visual

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: