Guru Penggerak Integritas – Menanamkan Nilai Antikorupsi

Belakangan ini kita sering mendengar di media terkait terjeratnya para pejabat publik yang tersandung kasus korupsi.  Korupsi merupakan sikap tercela yang harus ditanggulangi sejak masih dini. Sekarang ini banyak lembaga-lembaga mulai komunitas dan lembaga legal saling berkolaborasi dalam rangka membangun karakter dan budaya anti korupsi.

Pendidikan antikorupsi harus ditanamkan sejak dini. Cara ini dinilai menjadi senjata paling ampuh untuk mencegah terjadinya praktik korupsi.

Ada 9 nilai integritas yang berusaha ditanamkan pada generasi muda agar mampu mengontrol dirinya tidak melakukan korupsi. Antara lain jujur disiplin tanggung jawab mandiri kerja keras sederhana berani peduli adil. Untuk menumbuhkan 9 nilai integritas dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan kampus, media, media social, buku, boardgame, gerakan masyarakat. Semua lapisan harus bersinergi agar dapat terbentuk nilai integritas yang diinginkan.

Saatnya bergerak, dengan menentukan langkah pencegahan di dunia pendidikan serta menjadi guru milenial untuk #gurupenggerakintegritas.

Siapakah #gurupenggerakintegritas itu?

Guru penggerak integritas yaitu guru yang siap bergerak bersama dengan kesadaran tanpa paksaan dan sangat memahami perubahan Indonesia harus dimulai dari dunia pendidikan, dengan menanamkan nilai-nilai integritas. Dimana integritas dimaknai dalam pemahaman yang menyeluruh bukan setengah-setengah. Integritas yang dapat diartikan sebagai konsentrasi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan serta sikap yang konsisten antara tindakan dengan nilai dan prinsip.

Metode dan media #gurupenggerakintegritas 

  1. Board Game Integritas KPK
  2. Film untuk jenjang dasar dan remaja
  3. Buku buku, komik, majalah
  4. Senam.

Tanya jawab termin 1 

  1. Muh. Sidiq Permana: Bagaimana pengalaman dan implementasi Antikorupsi di sekolah dasar atau jenjang  lainnya?

Jawaban dari bu Intan: Berbicara tentang pengalaman di lapangan pasti banyak sekali yang mau saya share di sini. Mungkin saya akan share testimoni dari teman-teman KGB Solo Raya yang sering membantu dalam kolaborasi insersi nilai antikorupsi di sekolah sekitar Solo Raya. 

Jawaban dari bu Intan: Untuk board game PDKT saya ajak anak SMP kelas 8 laki-laki. Saat saya menjelaskan caranya untuk anak yang maunya bermain menggunakan fisik kurang tertarik dengan permainan PDKT karena harus berpikir. Tapi untuk anak perempuan tertarik untuk bermain terus karena mereka dapat menebak dan mengumpulkan bintang banyak. (Testimoni dari Yuliana Nurochimah, SMP IT INSAN CENDEKIA TRUCUK)

 –“berarti pelaksanaan di luar KBM bu Intan? Soalnya di SD biasanya sudah ditemakan kegiatan seharinya?

  1. Puspa : Pendidikan karakter yang dikemas dengan kerjasama lintas kelembagaan. Boleh saya dengar cerita-cerita seru tentang bagaimana respon siswa / guru / pihak sekolah di lapangan terhadap suplemen program ini?

Jawaban dari bu Intan :  Cerita seru selalu saya bagi di medsos bu, boleh di kepoin. Biasanya sebelum kita masuk ke kelas, kami menyiapkan TNA (training need analisys) yang berisi desain pembelajaran dan output learning .

Untuk tingkat dasar biasanya kita buka 3 zona : zona story telling, zona nobar dan zona board game yang nanti kita rolling dengan durasi yang sudah ditentukan dan disesuaikan usia audience. Kalau untuk jenjang SMP.  Agak lebih detail dengan fungamen, sedikit materi inti, board game dan sharing. Terakhir tetap evaluasi dan refleksi. Kalau jenjang SMA dan PT beda lagi metode dan boardgame yang digunakan.

Kalau respon siswa: seringkali waktu habis tidak mau berhenti bermain dan pindah zona.

Respon guru: banyak yang dipelajari dengan kegiatan seperti ini, karena kita tidak hanya menginsersi nilai antikorupsi saja tapi tetap berpegang pada konsep merdeka belajar dan memanusiakan hubungan.

  1. Shofi : Saya tertarik dengan board game yang diaplikasikan pada pembelajaran terutama untuk anak-anak level TK dan SD, mungkin bisa sedikit diberi gambaran, isi boardgame seperti apa dan cocoknya di aplikasikan ke mata pelajaran apa?

Adakah kesulitan saat memainkan board game ini bersama anak-anak suai TK dan SD kelas rendah?

Jawaban dari bu Intan :  Isi boardgame tetap edukasi untuk insersi 9 nilai anti korupsi. Dengan cara yang sangat disesuaikan dengan STPPA (Satuan tingkat pencapaian perkembangan anak) tingkat TK dasar, spesifik boardgame keranjang bolong, terajang dan kwarte sahabat pemberani. Cocok diaplikasikan di semua mapel. Apalagi di Kurikulum 13 menggunakan tematik jadi lebih bisa luwes. 

Jawaban dari bu Intan:  Kesulitan ketika fasil / guru belum playtest, kalau sudah mencoba insyaAllah tidak ada kesulitan

–“ Jadi penasaran, bagaimana bentuk boardgame dan kira-kira dimana bisa mendapatkannya bu?

Jawaban dari bu Intan:  untuk mendapatkannya cukup bersurat ke KPK saja di sertai rencana penggunaan untuk apa.

Tanya jawab termin 2

  1. Kharisma: Saya guru SMA, saya tertarik dengan metode dan boardgame yang digunakan di jenjang SMA. Mohon bisa di beri contoh bagaimana pemanfaatannya.

— Menginsersi nilai antikorupsi untuk anak SMA yang super kritis perlu terapi yang sangat memanusiakan mereka. Di antaranya dengan komik, film pendek remaja, poster, board game sampai diskusi tentang semangat melawan korupsi versi mereka.  Guru tinggal memberi penguatan dan support tentunya.

Boardgame untuk SMA banyak, misalnya Terajana, PDKT, The Suspect, Politik dll

  1. Anis: Saya tertarik dengan duta pelajar KPK. Jika sekolah kami mengadakan duta KPK, siapakah penilaiannya?, bagaimana menggerakkan penghuni sekolah untuk sadar KPK, jika selama ini yang saya tahu hanya ada simulasi kartu KPK, dan berhenti sampai di sini saja. Bagaimana tahap selanjutnya?

— Untuk duta pelajar KPK lingkup sekolah yang wajib diperhatikan adalah outcome. Setelah terpilih mau apa dan bagaimana. Jadi indikator dari penilaian di level berapa? Latar belakang sifat dan karakter selama di sekolah seperti apa? Sampai pada paparan rencana aksi setelahnya.

Cara menggerakkan penghuni sekolah: Yang pertama harus mampu menjadi “Agent of Change” Guru Penggerak integritas. Masalah yang lain mengikuti atau jalan di tempat lihat nanti. Simulasi dan insersi nilai antikorupsi tidak bisa instant, butuh bertahap, konsistensi, sederhana namun tetap selalu menarik. Caranya dengan selalu mengupgrade media dan metode.

–“ untuk duta pelajaran KPK boleh siapa saja asal syarat terpenuhi? Lantas kita mengupgrade media dan metodenya dari cara mana saja dan langkah apa saja?

— upgrade media dan metode, silahkan di buka kanal KP di ACLC (anti-corruption learning center)

Perlu percikan yang apik untuk sebuah formula manjur bagi generasi anti korupsi dan saat berjumpa di kelas adalah jawabannya. Semangat bergerak #GuruPenggerakIntegritas.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: