Menggerakkan Perubahan Bersama Jaringan Sekolah Madrasah Belajar

Tidak bisa dipungkiri bahwa Kepala Sekolah turut merasakan dan harus bisa memberikan solusi yang bisa dipraktikkan, seperti jumlah murid yang berkurang akibat adanya pandemi karena anak-anak yang kurang memiliki fasilitas yang menunjang untuk pembelajaran jarak jauh, pada beberapa sekolah terutama di daerah dimana jumlah guru dan anak-anak yang tidak sepadan atau sebaliknya, bahkan tidak adanya dukungan dari masyarakat di lingkungan sehingga sekolah kurang dapat  berkembang secara maksimal.

Seperti yang kita ketahui, di dalam keluarga ada yang namanya Kepala Keluarga, sekolah mempunyai Kepala Sekolah, yayasan mempunyai Ketua Yayasan, perusahaan mempunyai Direktur, dan sebutan lainnya sebagai seorang pemimpin pada suatu lembaga atau organisasi. Seorang pemimpin dapat mempengaruhi suatu proses yang berjalan dan menjadi pemberi contoh bagi para anggotanya untuk dapat mencapai tujuan suatu organisasi. Pemimpin harus memiliki standar kualitas yang tinggi sehingga pemimpin itu sendiri yang akan memberikan contoh yang baik secara langsung dan nyata kepada anggotanya. Pandangan seorang pemimpin yang visioner dan realistis dapat mengalirkan suatu program kerja yang mendukung anggotanya untuk bisa saling bekerjasama untuk berdaya dan berkarya bersama.

Namun, tak dipungkiri bahwa di dalam suatu organisasi atau lembaga jika di dalam dunia pendidikan seperti sekolah mengalami beberapa hambatan atau tantangan yang dihadapi oleh seorang pemimpin, terutama yang berkaitan dengan komunikasi. Seorang pemimpin harus memiliki jaringan komunikasi yang luas untuk memudahkan para anggotanya yaitu guru untuk memahami tujuan yang akan dicapai. Pemimpin juga harus mampu mendengarkan dengan cara memberikan kesempatan secara bijaksana untuk memahami kebutuhan dan kesulitan yang dialami oleh guru di sekolah.

Maju mundurnya kondisi sekolah dan tinggi rendahnya kualitas pendidikan tidak lepas dari peran seorang pemimpin yaitu Kepala Sekolah. Bisa dikatakan Kepala Sekolah adalah nahkoda kapal dalam perubahan di sekolah yang dipimpinnya. Banyak tanggung jawab yang dipikul oleh Kepala Sekolah, yang menjadikan perlu adanya dukungan yang diberikan secara riil dan berkelanjutan bahwa Kepala Sekolah tidak bekerja sendiri, tetapi bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang menghasilkan dampak yang bisa dipraktikkan dan dibagikan secara luas.

Bertepatan dengan Konferensi Tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Belajar dan Yayasan Guru Belajar yaitu #BelajarDiTPNVII diluncurkan jaringan dengan nama “Jaringan Sekolah Madrasah Belajar” (JSMB). JSMB ini akan menjadi organisasi untuk bisa mewujudkan cita dan tujuan guru dan orang tua untuk berkolaborasi secara langsung dalam mendidik anak-anak, memberikan dukungan dengan mengoptimalkan guru dan murid untuk mencapai kemerdekaan belajar yang sesungguhnya, cuplikan penjelasan Pak Bukik mengenai pentingnya Jaringan Sekolah Merdeka Belajar.

Ibu Najelaa Shihab dan Pak Bukik Setiawan dalam
Peluncuran Jaringan Sekolah Madrasah Belajar
Ibu Najelaa Shihab dan Pak Bukik Setiawan dalam
Peluncuran Jaringan Sekolah Madrasah Belajar

Mengutip apa yang telah dikatakan oleh Ibu Najelaa Shihab bahwa “Kemerdekaan Belajar adalah pondasi yang perlu menjadi bagian dari kompetensi dari semua individu yang menyatakan sebagai pendidik, dan memiliki kompetensi untuk saling berkolaborasi”. Adanya Jaringan Sekolah Madrasah Belajar atau JSMB ini menjadi salah satu jembatan sekolah maupun madrasah untuk  melakukan perubahan pendidikan Indonesia dengan saling berkolaborasi dan bekerja sama. Sudah saatnya sekolah dan madrasah melakukan perubahan dengan menginisiasi, mengkonstruksikan program-program yang sudah berjalan secara konvensional selama bertahun-tahun bertransformasi menjadi program yang merdeka belajar melalui penggerak-penggerak, seperti pemimpin, guru dan orangtua.

Sebagai tambahan #BelajarDiTPNVII Jaringan Sekolah Madrasah Belajar memiliki 3 tujuan utama yang telah dipaparkan oleh ketua JSMB secara langsung yaitu Bapak Muhammad Niamil Hida, yang pertama untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan di setiap lembaga; kedua mengembangkan kapasitas lembaga pendidikan beserta stakeholder; dan yang ketiga untuk meningkatkan jaringan-jaringan sekolah dan madrasah bisa saling berkolaborasi untuk perubahan pendidikan yang lebih berdampak terutama untuk murid-murid.

Bapak Niamil Hida (kanan) Ketua Jaringan Sekolah Madrasah Belajar, bersama pemandu acara Temu Pendidik Nusantara Bapak Andri Firdaus (kiri)
Bapak Niamil Hida (kanan) Ketua Jaringan Sekolah Madrasah Belajar, bersama pemandu acara Temu Pendidik Nusantara Bapak Andri Firdaus (kiri)

Kegiatan Jaringan Sekolah Madrasah ini diharapkan menjadi jembatan untuk saling belajar,berdiskusi, bertukar pikiran, berkolaborasi termasuk para guru yang ingin mengembangkan karier sebagai pemimpin. Kegiatan JSMB dikembangkan dalam Obrolan Pemimpin Merdeka Belajar, pelatihan, pendampingan, serta kolaborasi yang diciptakan oleh jejaring yang ada pada Jaringan Sekolah Madrasah Belajar. Obrolan Pemimpin Merdeka Belajar (OPMB) sendiri sudah diadakan 26 kali obrolan secara live melalui kanal youtube Kampus Guru Cikal, OPMB ini merupakan sesi diskusi dengan para pemimpin yang membahas mengenai permasalahan yang dihadapi dan sharing mengenai praktik baik yang telah dilakukan di masing-masing lembaga atau sekolah yang dipimpin.

Adanya Jaringan Sekolah Madrasah Belajar diharapkan dapat menunjang para pemimpin dan guru untuk berkontribusi secara aktif dengan mengembangkan program-program merdeka belajar baik di dalam lingkup lembaga atau secara luas. Sekolah maupun madrasah menjadi awal gerakan perubahan dimulai, dengan memberikan kesempatan para pemimpin, guru, orang tua dan murid menjadi bagian dalam perubahan pendidikan melalui proses pembelajaran yang berlangsung selama di sekolah maupun secara mandiri di rumah, karena dengan saling keterlibatan tersebut akan adanya kesiapan program-program yang mendukung merdeka belajar dan siap menghadapi tantangan secara bersama.

Tidak perlu ragu-ragu lagi untuk Sekolah atau Madrasah yang ingin menggerakkan perubahan, karena sudah ada wadah yang bisa menjembatani, jadi masih tunggu apalagi?

Oleh karena itu, Jaringan Sekolah Madrasah Belajar yang diinisiasi ini direalisasikan dan dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya sekolah tetapi madrasah juga akan memberikan kontribusinya, karena memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan menggerakkan perubahan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Perubahan akan terjadi jika dilakukan secara kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri, perubahan yang dimulai dari pengembangan pada lingkup internal untuk dikembangkan secara eksternal melalui jaringan-jaringan yang sudah terbentuk. Kerja sama atau kolaborasi bisa diciptakan tidak hanya antar guru atau guru dengan pemimpin (kepala sekolah), tetapi kolaborasi bisa dilakukan dengan pihak diluar sekolah baik guru/pemimpin dari sekolah lain atau stakeholder sesuai dengan kompetensinya. Semakin banyak pihak yang terlibat menunjukkan tanda  suatu kemajuan  

“Jadi untuk para pemimpin dan guru, bersiaplah menjadi bagian terpenting untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaiknya melalui Jaringan Sekolah Madrasah Belajar”.

Tunggu apalagi penggerak perubahan, jadilah bagian dari perubahan. 
Yuk bergabung bersama JSMB.
Klik http://bit.ly/daftarJSMB

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: