Kecerdasan Potensial Anak?

Penulis : Ermawaty | 25 Jan, 2019 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Temu Pendidik Daerah

Komunitas Guru Belajar Binjai mengadakan Temu Pendidik (Mudik) Daring di tengah masa liburan. Tidak disangka, banyak yang tertarik untuk berpartisipasi pada mudik 27 Desember 2018 lalu. Diskusi bahkan masih berlangsung setelah waktunya selesai. Ada yang kesulitan sinyal karena sedang hujan deras. Namun syukurlah mudik berjalan dengan baik.

Narasumber kita kali ini adalah Guru Ayu. Guru Ayu adalah lulusan UIN Jakarta. Saat ini mengajar di SMP PABA Binjai, Pelajaran Prakarya dan Pendidikan Kewarganegaraan, juga bertanggung jawab di bidang kesiswaan.

Guru Ayu memulai materi dengan memberikan sebuah pertanyaan menarik. Apa itu kecerdasan? Beberapa peserta mencoba memberikan jawaban. Selanjutnya Guru Ayu menjelaskan, menurut seorang psikolog, yaitu Dr. Howard Gardner, manusia itu bisa memiliki lebih dari satu kecerdasan atau yang sekarang kita kenal dengan teori multiple intelligence/kecerdasan majemuk.

Dengan mengetahui potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak, akan membantu pendidik dalam mendukung perkembangan kecerdasan anak dengan lebih baik lagi.

Ada 9 kecerdasan yang berpotensi dimiliki oleh seseorang:

Kecerdasan Linguistic 

Kecerdasan ini menjelaskan tentang kemampuan anak dalam memahami, mengolah dan mengutarakan kata. Anak mampu memahami bahasa dengan mudah, daya ingat terhadap kosa kata banyak, suka membaca , dan lainnya.

Kecerdasan Logic-Math

Dikenal juga sebagai kecerdasan logis matematik. Kecerdasan ini menerangkan kemampuan anak dalam berfikir logis, mampu berfikir secara matematis, cepat dalam hitung menghitung, mampu memahami data yang berkaitan dengan angka, mampu merespon dan memproses data secara spontan dan cepat.

Kecerdasan Visual Spatial

Kecerdasan ini menjelaskan kemampuan anak dalam mengingat letak, bentuk, warna suatu objek. Anak mampu memvisualisasikan hal-hal yang pernah dilihat ataupun dialami dan punya kemampuan navigasi yang baik.

Kecerdasan Musical

Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak mengenali nada, suara, ritme, dsb. biasanya apapun yang dilakukan anak, akan terasa lebih baik jika dibarengi dengan musik.

Kecerdasan Kinesthetic

Kecerdasan ini menjelaskan tentang kemampuan anak dalam menggunakan anggota tubuhnya sesuai fungsi. Kemampuannya mengontrol gerak tubuhnya, mengkoordinasikan segala gerak tubuh sesuai dengan kebutuhannya.

Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan ini menjelaskan tentang kemampuan anak dalam memahami orang-orang di sekitarnya. Kemampuan anak dalam memilah sikap dan tindakan dalam bersosialisasi maupun dalam menanggapi orang-orang di sekelilingnya. Melalui kecerdasan ini, sikap empati anak timbul.

Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan ini menjelaskan tentang kemampuan anak dalam memahami kebutuhan diri, mengontrol dirinya dan mengetahui apa yang harus dia lakukan untuk membuat perubahan.

Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak dalam memahami bahwa kehidupan di alam ini merupakan elemen yang saling terhubung dimana makhluk hidup lain juga memiliki perasaan yang sama, yaitu rasa ingin disayang, dilindungi, merasa aman dan damai. Dengan kesadaran itu membuat anak faham bahwa apa yang dia lakukan terhadap alam akan berdampak pula pada kehidupannya.

Kecerdasan Spiritual atau Eksistensi

Kecerdasan ini menjelaskan tentang kemampuan anak dalam memahami tujuan hidupnya berdasarkan kaidah spiritualnya. Anak memahami apa yang harus dan yang tidak harus dia lakukan sesuai dengan tingkat spiritualnya (hubungannya dengan tuhannya). Kecerdasan ini sebenarnya melingkupi kedelapan kecerdasan sebelumnya karena setiap kecerdasan sebelumnya pada akhirnya akan mengembalikan pola pikir anak tentang spiritualitasnya (keimanannya).

Nah, termasuk kecerdasan manakah anak didik kita? Dengan mengetahuinya, akan lebih mudah bagi kita untuk mengarahkan anak didik untuk belajar dengan menggunakan kecerdasan yang dimilikinya.

Untuk mengetahui kecerdasan potensial anak, ada yang menganalisa melalui sidik jari dan ada juga tes lainnya. Namun penting untuk diperhatikan, walaupun kita mengetahui kecerdasan potensial anak melalui berbagai tes, kecerdasan itu tidak akan berkembang jika lingkungan tidak mendukung.

Jadi Bapak Ibu pendidik, mari kita mengamati dengan lebih baik lagi anak-anak didik kita. Apa potensi yang mereka miliki? Bagaimana kita membantu mereka mengembangkan potensi tersebut?

Temu Pendidik dilanjutkan melalui sesi tanya jawab

Guru Gusik :

Dalam diri seorang anak terdapat berapa kecerdasan ya Bu Widayu?Apakah semuanya ada ataukah beberapa saja?

Guru Ayu :

Dalam satu individu bisa saja memiliki kesembilannya. Tapi jikapun memiliki kesembilannya, pasti ada yg lebih dominan diantara semuanya. Namun pada umumnya, setiap orang pasti memiliki kecerdasan lebih dari 1 kecerdasan.

Guru Gusik :

Untuk mengetahui dominan yang mana apakah ada test ataukah hanya dengan pengamatan saja bu?

Guru Ayu :

Sejauh ini saya melakukannya melalui analisa. Kalaupun tes, biasanya saya tesnya non formal.

Guru Rianty :

Apakah faktor gen dari orang tua dominan mempengaruhi kecerdasan potensial anak?

Guru Afrida :

Apakah kecerdasan seorang anak bisa terbentuk dari lingkungan nya ataupun berdasarkan pengalaman ?

Guru Ayu :

Kalau menurut saya,, gen bisa mempengaruhi,, tapi lingkungan dan pengalaman lapangan lebih banyak mempengaruhi,, buu..

Guru Rianty :

Oke Bu terima kasih, jadi lingkungan dan pengalaman yg seperti apa yg sangat mendukung dalam terbentuk nya kecerdasan seseorang anak ?

Guru Ayu :

Standar atau patokan bakunya tidak ada buu.. Krna ada orang yg bisa memiliki kecerdasan majemuk dg baik di lingkungan yg krg baik dg pengalaman yg berat (menurut kita)..

Ada juga yg memiliki kecerdasan majemuk di lingkungan yang serba nyaman dan pengalaman lapangan yg tidak lbh berat.

Guru Afrida :

Berarti belum bisa jadi penentu ya Bu ? Cerdas atau tidaknya mereka ?

Guru Ayu :

Tidak ada patokan yang baku, semuanya masih relatif. Bergantung kita (sebagai pengarah) mengarahkan anak pada kecerdasan potensial yang mana yang dimiliki anak.

Guru Afrida :

Berapa besar persentase pengaruh gen dan lingkungan?  Karena saya pernah mendapatkan murid yang secara kemampuan menceritakan tentang game yang disukainya sangat berbeda dengan kecerdasan emosionalnya.

Guru Ayu :

Kalau persentase, saya belum pernah mengambil data, jadi saya belum bisa menjawab

Guru Rinesha :

Ada anak remaja suka sekali dengan olah raga (kecerdasan kinestetik), namun tidak tertarik atau  merasa stress dengan pelajaran matematika. Apakah kita harus memfokuskan pada kinestetik saja untuk mengoptimalkan kemampuannya dan tidak terlalu menekannya dalam matematika? Mengingat di Indonesia, kurikulumnya begitu berat, banyak sekali mata pelajarannya dan ada KKM pula.

Guru Ayu :

Kita harus pahami dulu, apa yang membuatnya merasa stress ketika menghadapi Matematika? Setelah tahu, kita baru bisa menentukan pendekatan yang membantu dia untuk memahami materi Matematikanya. Meski tidak sepenuhnya memenuhi yang sesuai kurikulum, setidaknya kita buat dulu dia nyaman dan enjoy, baru kita bisa menemukan lagi cara untuk meningkatkan kemampuan Matematikanya. Sedangkan untuk kinestetiknya tetep difokuskan, tapi dengan kontrol juga, tidak dilepas begitu saja..

Guru Ayu memberikan satu quote sebagai penutup

Dalam diri setiap anak, pasti ada minimal satu kecerdasan, jangan biarkan satu anak pun terabaikan. Mari terus semangat menggali potensi setiap anak didik kita.

Demikian Temu Pendidik Daring Komunitas Guru Belajar Binjai.
Sampai bertemu di Temu Pendidik selanjutnya!


About the Author

0 thoughts on “Kecerdasan Potensial Anak?”

  1. cucukake says:

    untuk mengetahui kecerdasan anak, perlu biaya yang lumayan besar bagi saya. adakah alternatif lain yang bisa kita lakukan sendiri untuk mengetahui kecerdasan anak kita ?

Leave a Reply

%d bloggers like this: