Kenapa Guru Harus Melek Film?

“Wah parah ini film tidak mendidik!”

“Hati-hati ya para guru, film ini tidak cocok ditonton anak-anak”

Sering mendengar perkataan ini? Atau bahkan petisi?

Sebenarnya yang salah filmnya atau jangan-jangan kita yang belum melek film? Nah lho….

Film selalu menjadi media belajar yang menarik bagi murid, Baik itu dari jenjang kelas paling kecil PAUD sampai tingkat SMA. Saya teringat ketika dulu waktu masih sekolah, ketika SMP saya selalu antusias ketika ada kegiatan menonton film. Sekalipun ada tugas mencatat kosata yang terdapat di dialog semua terasa menyenangkan. Banyak alasan yang membuat film menjadi media belajar yang menarik. Dalam film ada gambar dan suara sehingga cenderung lebih atraktif bahkan terkadang anak-anak bisa hanyut dalam alur ceritanya.

Namun yang perlu disadari terkadang guru belum menggunakan film dengan baik dan maksimal. Waktu dulu saya mengajar, terkadang guru-guru membuat kegiatan menonton film yang tidak sesuai dengan anak. Misalnya film yang berbahasa Inggris dengan durasi panjang untuk kelas 1 SD, sedangkan anak-anak belum paham bahasa Inggris sehingga anak-anak sibuk bermain sendiri. Guru juga cenderung kebingungan membuat kegiatan setelah menonton film.

Sedikit fenomena yang terjadi, membuat Sinedu bekerjasama dengan Kampus Guru Cikal mengadakan Guru Melek Film. Apa itu Guru Melek Film? Guru Melek Film merupakan program pemberdayaan guru untuk menjadi penggerak literasi film di daerahnya. Kegiatan berupa pelatihan dalam rangka peningkatan kompetensi dan pengalaman memanfaatkan film sebagai media belajar yang menarik dan bermanfaat serta mampu menciptakan interaksi dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Tanggal 27 April 2019 lalu, Sinedu dan Kampus Guru Cikal mengadakan pelatihan Guru Melek Film di Pekalongan.

Pernah nggak nonton film yang sebenarnya untuk umur 17+ tapi ada orang tua yang membawa anak di bioskop beberapa menit kemudian orang tua tersebut keluar dari bioskop?

Pengalaman tersebut sama persis dengan yang dirasakan salah satu peserta, Pak Ahyat “Dulu saya punya pengalaman nonton sama anak saya. Kapok. Karena nggak sesuai ternyata untuk anak-anak. Sebaiknya memang menonton filmnya terlebih dahulu, sebelum menonton bersama anak-anak”  ujar beliau ketika sesi cerita pengalaman menonton film.

Ada tips dari Sinedu “Bagaimana agar sebagai orang dewasa tidak salah pilih film?”

  1. Baca dulu sinopsi film
  2. Lihat dulu batasan umur filmnya

Lalu, Bagaimana penggunaan film untuk pembelajaran?

Seperti saat mengajak anak menonton film di bioskop, begitu pula untuk pembelajaran. Guru perlu memilih film yang tepat. Bagaimana caranya?   

Memilih Film Yang Tepat

  1. Identifikasi kebutuhan pembelajaran, siswa dan guru.
  2. Cari referensi film di www.sinedu.id atau website lain.
  3. Pilih film sesuai dengan rating usia dan genre yang tepat.
  4. Tonton film dan buat catatan hal-hal menarik sepanjang film.

Monica dari Sinedu menjelaskan materi Guru Melek Film

Menurut beberapa peserta mengaku bahwa sering kali film yang dipakai tidak ditonton dulu atau terkadang asal pilih karena piihan terbatas.  

Karena itu Guru harus Melek Film!

Dengan guru yang melek film, guru menjadi pemikir yang kritis. Guru memiliki kemampuan evaluasi dan memahami,

Di akhir sesi, peserta diajak menonton film yang ada dalam daftar website Sinedu. Setelah itu, peserta secara berkelompok membuat pembelajaran dengan menjadikan film sebagai media pembelajaran. Salah satu peserta melakukan simulasi pengajaran, setelah menonton film murid-murid diajak untuk melakukan aktivitas yang sama seperti yang ada di film. Menurut salah satu peserta mengaku bahwa sekarang menjadi lebih terbuka tentang pemanfaatan film sebagai media pembelajaran. Tidak hanya menonton lalu tanya jawab seputar film, tetapi bisa dihubungkan dengan pembelajaran lain, Misal olahraga atau bermain drama. Selain itu juga bisa dengan media atraktif seperti bermain dadu. Salah satu peserta dari KGB Pekalongan Pak Wahyu berinisiatif untuk membuat boardgames film.



Salah satu kelompok mempraktikan pengajaran dengan media film

Guru, Belum Melek Film? Yuk ikutan Guru Melek Film yang akan diadakan di kota-kota lain. Tunggu pengumuman di Instagram Kampus Guru Cikal @KampusGuruCikal  


About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: