KGB Binjai Mensosialisasikan Merdeka Belajar

Penulis : Ermawaty | 11 Sep, 2020 | Kategori: Merdeka Belajar

Sejak akhir bulan Februari 2020, para penggerak KGB Binjai aktif melakukan sosialisasi merdeka belajar ke sekolah-sekolah. Semua ini berawal dari istilah merdeka belajar yang disampaikan Bapak Mendikbud Nadiem Makarim menjelang akhir tahun 2019. Pihak sekolah menyambut baik kedatangan para penggerak karena penasaran dengan istilah ‘merdeka belajar’.

KGB Binjai

Setelah serangkaian sosialisasi yang kadang menegangkan dan melelahkan namun tetap menyenangkan, hari ini, Selasa, tanggal 10 Maret 2020, sosialisasi merdeka belajar kembali hadir di SMPN 1 Binjai pada pertemuan MGMP IPA Kota Binjai. Jumlah peserta sebanyak 28 orang guru IPA di kota Binjai.

Siang itu panas sekali, namun tidak menyurutkan semangat para penggerak KGB Binjai untuk hadir di SMPN 1 Binjai. Satu per satu, penggerak hadir lalu berkoordinasi dengan pihak sekolah dan ketua MGMP IPA Kota Binjai, Bapak Joyo Martono, S.Pd. Beliau menghargai kedatangan para penggerak dan sangat berharap mendapatkan pencerahan dari sosialisasi ini.

Baca Juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Acara dibuka oleh Bu Lusi dengan memperkenalkan diri dan para penggerak KGB Binjai yang hadir, yaitu Pak Surya, Bu Ega, Bu Erma, Pak Arif, dan Bu Susi. Selanjutnya, Bu Lusi juga mengajak peserta untuk memperkenalkan diri secara singkat. Bu Lusi kemudian memaparkan urutan acara sosialisasi dan mengajak peserta untuk membuat kesepakatan bersama selama acara berlangsung, yaitu berpartisipasi aktif, saling menghargai, dan bersenang-senang.

Berikutnya, Pak Surya menyampaikan profil singkat KGC dan KGB serta memperkenalkan Ibu Najelaa Shihab sebagai inisiator KGC dan KGB. Tidak lupa menyampaikan kehebohan TPN 2019 yang baru berlalu dengan menyajikan foto-foto kegiatan selama TPN 2019. Salah satu fotonya adalah kehadiran Bapak Nadiem Makarim di kelas TPN 2019. Profil KGB Binjai juga disajikan secara singkat. Sekaligus mengajak peserta untuk bergabung menjadi anggota KGB Binjai. Supaya lebih meyakinkan, maka Pak Arif, sebagai penggerak baru, didaulat untuk menyampaikan alasannya mengapa tertarik untuk masuk ke dalam KGB Binjai.

Seperti sosialisasi yang telah diadakan sebelumnya, salah satu bagian acara yang tidak boleh tidak ada, wajib ada, adalah nobar video merdeka belajar. Untuk bagian ini, Bu Susi yang berperan sebagai fasilitator mengajak peserta melakukan refleksi. 

Selesai refleksi, giliran Bu Erma menyampaikan dengan lebih spesifik tentang 3 dimensi merdeka belajar, yaitu tujuan, cara, dan refleksi. Bu Ega melengkapi penjelasan dengan memaparkan praktik baik mengajar yang pernah dilakukan secara pribadi maupun yang pernah dilakukan oleh anggota KGB yang ada di seluruh nusantara.

KGB Binjai

Memasuki sesi tanya jawab, keringat bercucuran. Ruang guru tempat kita melakukan acara hanya menggunakan kipas untuk mendinginkan ruangan. Namun syukurlah, para guru tetap bertahan dan ada yang mencoba bercanda sehingga suasana terasa tetap santai walau gerah.

Ibu Mastina memberikan respon bahwa dia mendapatkan pengertian merdeka belajar sebagai suatu kondisi memberikan keamanan dan kenyamanan dalam proses belajar. Kondisi merdeka adalah kondisi dimana kita merasa aman dan nyaman dalam melakukan segala sesuatu. Bu Ega mendukung pemahaman Bu Mastina sembari menambahkan peran guru adalah mengetahui potensi yang dimiliki anak dan mengarahkan anak untuk merasa merdeka mempelajari sesuatu yang menjadi bakatnya. 

Pak Mukhlis mempersoalkan RPP yang sering tidak dikerjakan dengan benar. Dia memberi contoh tindakan guru yang copy paste RPP SD padahal mengajar di PAUD. Dia juga mempertanyakan KI dan KD seperti apa yang sesuai dengan merdeka belajar. Bu Ega menanggapi agar tetap mengikuti kurikulum yang ada. Mengubah kurikulum adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu yang lama. Yang dilakukan guru merdeka belajar adalah bagaimana cara memenuhi KI dan KD sesuai dengan kemampuan dan kondisi anak. Berpihak kepada anak.

download rpp merdeka belajar

Beberapa guru memberikan respon bahwa mereka masih bingung dengan konsep merdeka belajar. Selama ini, guru terbiasa mendapatkan juknis dalam mengerjakan tupoksi. Saat diminta untuk merdeka, semua kebingungan. Bu Ega memberikan ilustrasi tentang seekor ikan paus yang dikerangkeng dengan dinding kaca di dalam laut. Berkali-kali sang ikan mencoba mendobrak dinding kaca agar bisa menangkap ikan di balik kaca, namun tidak berhasil dan merasa kesakitan. Demikian terjadi selama bertahun-tahun hingga sang ikan akhirnya tidak lagi mendobrak kaca dan hanya menangkap ikan di sekitar bagian dalam kaca. Suatu hari, saat kaca tersebut diangkat, sang ikan tetap tidak berenang melewati daerah yang pernah dibatasi oleh kaca. Itulah kondisi yang sedang terjadi saat ini. Guru kebingungan karena diminta untuk ‘berenang melewati dinding kaca’. Sesuatu yang selama ini dirasakan mustahil/tidak pernah dilakukan.

Karena hari sudah semakin sore, akhirnya Bu Lusi diminta untuk menutup acara. Bu Lusi  mengajak peserta menenangkan diri diiringi sebuah lagu yang dibunyikan dari telepon genggamnya. Sambilan Bu Lusi membacakan sebuah teks yang isinya mengajak peserta berefleksi tentang tugasnya sebagai guru. 

Selesai acara, para penggerak berbicara santai dengan beberapa guru.  Dari percakapan, para penggerak mendapat kesan bahwa para peserta masih belum puas terhadap sosialisasi yang diberikan. Harapan para guru adalah mendapatkan semacam ‘rumus’ melaksanakan merdeka belajar. Para penggerak manggut-manggut menyadari bahwa para peserta adalah guru IPA yang umumnya memiliki cara berpikir sistematis dan terstruktur.

KGB Binjai

Bagi para penggerak, hal ini menjadi sebuah refleksi. Sama seperti ketika mengajar murid atau kelas yang berbeda, maka tindakan yang diberikan juga harus berbeda, tidak bisa disamakan semua.

Sosialisasi kali ini sungguh luar biasa. Tidak sabar untuk menunggu sosialisasi beikutnya. Semangat KGB Binjai!

Bapak Ibu ingin mengikuti pelatihan Guru Merdeka Belajar?

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: