Konsep Asesmen di Berbagai Bidang

Penulis : Kusuma Putri Wijayanti | 5 Mar, 2021 | Kategori: Asesmen, Merdeka Belajar
webinar tentang konsep asesmen pendidikan dan berbagai bidang.

Sebelumnya kita sudah membahas mengenai miskonsepsi asesmen. Bagaimana pemahaman Bapak Ibu mengenai konsep asesmen sudah betul?

Kali ini kita akan memperdalam pemahaman tentang konsep asesmen, apakah asesmen bisa dipraktikkan hanya digunakan di dunia pendidikan saja atau juga ada di berbagai bidang lain? Yuk, kita lihat pandangan asesmen dari berbagai sudut pandang dan latar belakang pekerjaan yang beragam.

Baca Juga: Jurus Jitu Lulus Asesmen Nasional

Seperti yang kita pahami sebelumnya, secara konsep dan praktik asesmen tidak hanya penilaian yang bentuknya angka (scoring), tetapi asesmen adalah sekumpulan kegiatan yang melibatkan pengumpulan dan analisis informasi dengan melihat kinerja murid, menginformasikan apa yang diketahui, dipahami, dapat dilakukan, dan dirasakan serta merasakan pada tahapan mana murid dalam proses pembelajaran, yang nantinya dapat dijadikan pandangan awal atau bekal dalam mempersiapkan dan menjalankan proses pembelajaran.

Asesmen dalam Bidang Kedokteran yang Berpengaruh Pada Kesehatan Pasien

Konsep asesmen dalam Bidang Kedokteran dijelaskan oleh FX Kristandiyoko MPH  yang berprofesi dokter di salah satu RSUD Simo Boyolali. Asesmen dalam bidang kedokteran dikenal dengan istilah asesmen pasien dimana tahapan proses dokter mengevaluasi data pasien baik data subjektif maupun data objektif dalam membuat suatu keputusan terkait status kesehatan pasien. Status kesehatan pasien ini diperlukan untuk mengetahui kondisi riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan fisik, asesmen psikologi dan asesmen sosial ekonomi pasien, kumpulan informasi atau asesmen terbentuk menjadi kesimpulan yang disebut dengan diagnosis. 

Selain asesmen pasien digunakan untuk mendiagnosa seorang pasien, asesmen pasien juga diperlukan dalam mengetahui kebutuhan pasien dalam hal perawatan, contohnya untuk menentukan pasien ditempatkan di ruang inap biasa, ruang HCU atau ICU, dan asesmen pasien digunakan untuk mengintervensi pasien dalam perbaikan atau perburukan riwayat perjalanan penyakitnya, dan yang terakhir digunakan sebagai bahan mengevaluasi pasien sudah dapat dinyatakan sembuh atau belum. 

Informasi data pasien tertuang dalam rekam medis pasien yang berupa berkas yang berisi catatan dan dokumen identitas pasien, pemeriksaan pasien, pengobatan yang diberikan, tindakan medis yang sudah dan akan dilakukan, dan layanan informasi lain yang diberikan dan dibutuhkan. Asesmen pasien ini dilakukan oleh dokter sebagai penanggung jawab masing-masing pasien yang menjadi salah satu indikator mutu yang menggambarkan tentang pemenuhan harapan pasien dan tanggung jawab dokter. Asesmen adalah salah satu standar nasional akreditasi suatu rumah sakit. Begitu detail dan kompleks kebutuhan akan asesmen yang dilakukan dalam bidang kedokteran ini karena menyangkut dengan nyawa seseorang dan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi pasien. 

Asesmen dalam Bidang Keuangan yang Berpengaruh pada Pembiayaan Sebuah Perusahaan

Narasumber berikutnya datang dari bidang keuangan, akuntansi dan pajak yaitu Tuti Noor Ermayanti, asesmen digunakan untuk data pelaporan dengan pihak ketiga yaitu pihak perbankan, stakeholder yang memiliki andil dalam sebuah perusahaan ataupun pemerintah dalam hal pelaporan pajak dan untuk kepentingan good governance lainnya.

Asesmen dalam bidang keuangan dan akuntansi dapat dibedakan kedalam 2 hal, Pertama, nilai kekayaan untuk mengetahui posisi nilai kekayaan yang dimiliki yang diukur melalui laporan neraca. Kedua, dilihat dari asesmen prestasi manajemen yang bisa dilihat melalui laporan laba-rugi. Setelah dua asesmen ini akan ada yang proses audit yang dilakukan oleh pihak ketiga untuk mengetahui apakah keuangan yang dijalani bisa dikatakan wajar atau tidak karena akan menjadi bukti pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang turut andil dalam keuangan tersebut. Pencatatan keuangan sendiri dilakukan berdasarkan klasifikasi atau yang sudah menjadi standar dalam hal akuntansi, yang disebut dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan. Asesmen menjadi kunci untuk pihak ketiga untuk dapat menilai kinerja suatu perusahaan dan menilai kekayaan dalam perusahaan tersebut. 

Asesmen prestasi manajemen untuk mengetahui perjalanan suatu perusahaan apakah mengalami profit, stagnan atau justru naik turun keuangan suatu perusahaan. Pihak ketiga sebagai seorang investor baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang akan melihat laporan analisa fundamental perusahaan kurang lebih selama 5 tahun kebelakang dalam menilai keadaan perusahaan apakah cocok atau tidak dengan melakukan analisis beberapa tahapan, seperti menilai dari angka yang terdapat pada laporan laba-rugi, laporan neraca, mengukur seberapa jauh dan seberapa bagus suatu perusahaan, kemudian menetapkan apakah akan berinvestasi atau tidak baik dalam jangka waktu yang pendek atau panjang.  Dari sisi kekayaan perusahaan dapat dilihat melalui laporan neraca perusahaan, untuk mengetahui seberapa kuat aset perusahaan untuk dapat membayar kewajiban-kewajiban yang keluar dari suatu perjanjian yang dilakukan antar perusahaan. 

Asesmen dalam Perusahaan untuk Memahami Kebutuhan Kinerja Karyawan

Selanjutnya akan membahas asesmen dalam bidang Talent Development (HRD)  oleh Fricilia Yesica Simbolon, dalam bidang HRD ini perusahaan bergerak dalam mengelola sumber daya manusia yang dipekerjakan dalam hal ini asesmen sangat penting terkait dalam proses perekrutan maupun ketika seseorang sudah bergabung di suatu perusahaan.

Asesmen dalam perusahaan dikenal dengan istilah asesmen kinerja atau Key Performance Indicators (KPI), asesmen ini diukur berdasarkan pencapaian target perusahaan terhadap kinerja karyawannya, penilaian dapat dilakukan oleh perusahaan dalam rentang waktu bulanan, semester ataupun tahunan, walaupun pada umumnya perusahaan melakukan asesmen kinerja dalam rentang waktu tahunan. 

Selain asesmen kinerja perusahaan juga memiliki asesmen pengembangan diri, yang memiliki tujuan untuk melihat kompetensi seseorang dalam bekerja. Kemudian asesmen yang dilakukan adalah talent mapping, dimana memetakan talenta ke dalam box-box, box itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu box dari kiri bawah sampai kanan atas yang menggambarkan rentang kinerja karyawan, sedangkan box dari bawah lurus ke atas menggambarkan potensi karyawan. Melalui asesmen ini menjadi pedoman perusahaan atau HRD dalam menilai kinerja seorang atau sekelompok karyawan berada di tahapan mana, yang nanti bisa dilakukan untuk perusahaan atau karyawan yang bersangkutan merefleksikan kira-kira apa yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan lagi.

Tujuan asesmen dalam bidang HRD adalah untuk memahami kebutuhan karyawan dan perusahaan, yang nantinya dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan muncul kedepannya. 

Asesmen dalam Bidang Seni Peran yang Berpengaruh pada Kualitas Produksi Film

Terakhir dengan Muhammad Firdaus yang menggeluti bidang cinematography atau perfilman, dalam pembuatan sebuah produk dalam hal ini adalah film ada sebuah proses mendesain berbagai macam informasi yang kemudian terbentuklah sebuah asesmen yang disebut dengan asesmen kreatif. Asesmen kreatif ini digunakan untuk menganalisa target market sebuah film akan dimasukkan pada rentang usia berapa, bagaimana penampilan karakter yang akan dimunculkan, setelah asesmen kreatif ini didiskusikan dan dianalisa akan berkembang lagi menjadi asesmen terkait dengan peralatan yang digunakan apa saja dan besaran biaya yang akan dikeluarkan. Di dunia seni peran sendiri memiliki asesmen yang disebut dengan asesmen based on competencies untuk mengetahui kemampuan dan kompetensi yang diperlukan dari masing-masing kru yang akan bekerjasama. 

Mempelajari asesmen di berbagai bidang

Seperti yang dikatakan oleh Elisabet Susan di kolom komentar YouTube live Obrolan Guru Merdeka Belajar yang mengatakan bahwa “asesmen di finance juga bisa mendiagnosa resiko biaya ya Bu Tuti. Lalu apa strategi yang digunakan untuk mengurangi resiko”. Ternyata asesmen pun dapat mendiagnosa resiko-resiko yang ditimbulkan maka resiko yang akan ditimbulkan dapat diminimalisir dan dapat ditangani dengan lebih cepat. 

Wah, ternyata asesmen bisa digunakan di berbagai macam jenis pekerjaan dan tahapan pekerjaan, yang dapat mempermudah dalam hal mempersiapkan, melakukan, menyelesaikan dan merefleksikan suatu pekerjaan karena asesmen ini ada sebuah sistem yang berkesinambungan satu sama lain. Menarik sekali pembahasan asesmen kali ini, ketika kita menggunakan asesmen untuk menilai diri sendiri maupun untuk lingkup yang lebih luas, kita akan tahu tahapan atau urutan apa yang perlu kita lakukan yang dapat kita jadikan sebagai panduan dalam mengerjakan suatu hal.

Sesuai dengan yang disampaikan oleh narasumber-narasumber tersebut, dapat kita simpulkan bersama bahwa dengan asesmen kita dapat mengumpulkan informasi data sebanyak-banyaknya untuk mencapai tujuan, mempersiapkan strategi keputusan, dan memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya, dan meminimalisir adanya resiko. 

Begitu banyak manfaat dari asesmen, tidak perlu takut atau ragu lagi dalam menjalankan suatu asesmen dalam pekerjaan, karena terbukti asesmen dapat dilakukan dalam berbagai bidang pekerjaan yang membawa sejuta manfaat. Yuk kita cek kembali 3 prinsip asesmen yang wajib guru pahami. Pelajari post instagram berikut :

Bagaimana? Sudah lebih memahami konsep asesmen?
Dari 3 prinsip asesmen tadi, mana yang akan Bapak Ibu lakukan lebih sering?

Tags:
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: