Konsep Merdeka Belajar di Sijunjung

Agar memahami konsep merdeka belajar. Komunitas Guru belajar Sijunjung mengadakan Temu Pendidik Daerah (TPD) ke–18. Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 17 Januari 2020 pukul 13.30 – 17.00. Bertempat di kediaman Bu Sri hastuti Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.

TPD ini memiliki kegiatan nonton bareng. Dimoderatori oleh Ibu Novi Edmawati, sebagai salah satu penggerak dari KGB Sijunjung. Peserta yang hadir lebih kurang 15 orang, berasal dari Guru Kelompok bermain ( KB),SD,SMP, dan SMK. Kegiatan Nobar dipandu oleh Ibu Sri hastuti yang sudah mengikuti (Temu Pendidik Nusantara) tahun 2018 dan tahun 2019. Beliau juga aktif di Komunitas Guru Belajar.  Beliau adalah sosok yang mengayomi dan mampu menjadi teladan bagi Guru–guru yang ada di Sijunjung.

Konsep Merdeka Belajar

Keresahan Guru pada Pendidikan

Kegiatan Temu pendidik diawali dengan saling mengenalkan diri. Ada beberapa teman yang baru bergabung di Komunitas Guru Belajar Sijunjung ini. Kegiatan ini berlangsung 15 menit. Kemudian kegiatan dilanjutkan oleh  Bu Sri hastuti tentang Komunitas Guru belajar. Beliau menjelaskan Latar belakang komunitas ini. Komunitas terbentuk karena timbulnya keresahan dari para guru tentang Pendidikan Di Indonesia. Bu Tuti menayangkan tentang video guru Merdeka belajar. Guru–guru yang hadir antusias dalam menonton dandiajak memperhatikan penjelasan Konsep Merdeka belajar dan  miskonsepsi belajar.

Setelah selesai menonton, peserta melakukan refleksi “Apakah yang sudah diketahui tentang konsep guru merdeka belajar?” Saya sebagai guru merasa Bahagia bisa berada di Komunitas ini. Berada di antara Guru–guru hebat. Bukan hanya hebat di Sijunjung saja tapi sudah sampai ke Jakarta. Orang–orang pilihan yang dianugerahkan Allah kepada saya untuk bisa bergaul dengan mereka. Komunitas ini membuka cakrawala saya tentang belajar itu seperti apa.

Bagaimana Guru yang Merdeka Belajar?

Guru yang merdeka adalah guru yang komitmen pada tujuan, guru yang bisa mandiri dalam mengatasi masalah yang dihadapinya dan guru yang selalu refleksi, berkaca diri atas apa yang telah ia lakukan. Merupakan guru yang memerdekakan murid. Guru dan murid merasa merdeka dalam proses pembelajaran. Guru merdeka adalah orang yang selalu mengembangkan dirinya untuk menjadi lebih baik.

Baca juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Bu Tuti  juga menjelaskan tentang miskonsepsi selama ini yang terjadi di kalangan pendidik dan dunia pendidikan barangkali. ada pernyataan yang salah kaprah atau miskonsepsi belajar seperti satu, Guru belajar karena insentif eksternal. Dua, Guru belajar harus dari ahli, tiga, Belajar cukup terbatas “How to”. empat, belajar diburu target yang dipaksakan,lima, Kompetensi bersifat individual.

Miskonsepsi yang ada pada diri saya yaitu Belajar cukup terbatas “How to”. Selama ini mungkin saya mengajar hanya tahu cara tanpa saya tahu tujuan yang sebenarnya. Saya datang ke sekolah mengajar setiap materi yang dituntut kurikulum tanpa memahami tujuan akhir yang akan dicapai  peserta didik.

Maka saya bertekad untuk mematahkan miskonsepsi belajar ini. Saya akan berusaha memahami tujuan dari apa yang akan saya lakukan. Saya akan terus bergabung di komunitas ini dan akan selalu menjadi guru yang merdeka belajar. Guru yang komitmen yang pada tujuan, mandiri dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi, dan selalu refleksi atas apa yang sudah dilakukan. Saya akan terus bergabung di komunitas Guru belajar ini karena saya mendapatkan pencerahan dan memberikan energi positif yang harus selalu dipupuk agar berkembang menjadi lebih baik.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: