Kuota Semangat Belajar yang Tidak Habis-Habis

Semangat belajar dan kerja keras ibu pengawas kami memang berbeda dari pengawas yang lain, kalau diibaratkan kuota internet, kuota semangat belajar beliau tidak pernah habis. Walau seorang perempuan yang tidak muda lagi namun tidak menghalangi  beliau berkarya dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan. Selalu ingin mencoba hal yang baru dan menerima tantangan. Di saat melakukan supervisi sekolah dan guru, jangan harap kedekatan hubungan dengan beliau akan memuluskan pemeriksaan, tidak ada keistimewaan dalam hubungan disaat bekerja, semua rata dan adil. Masyaallah prinsip yang patut diacungi jempol.

Melihat tidak habis-habisnya kuota semangat belajar belajar bu Makhdalena, nama pengawas kami, timbul keinginan saya untuk mengajak beliau untuk ikut bergabung di KGB. Dengan ikutnya beliau jadi penggerak akan memudahkan kami bergerak menyebarkan semangat merdeka belajar kepada guru-guru Lunang.  Disamping itu bu Makhdalena  selaku pengawas dan Kordikcam Lunang akan memiliki ruang yang lebih luas lagi untuk bergerak dan bertindak menyampaikan guru merdeka belajar dibandingkan dengan kami yang harus minta izin dulu jika ingin mengadakan kegiatan.

Kuota Semangat Belajar Merdeka Belajar

Karena haus akan ilmu tanpa pikir panjang ibu Makhdalena  menerima tawaran yang saya berikan. Beliau minta kapan waktunya akan ikut nobar sesuai syarat awal sebagai penggerak.  Karena pada waktu itu kami akan melakukan ujian akhirnya semester tahun ajaran 2019/2020,  maka kami sepakat setelah  libur semester diadakan dikarenakan ibu Makhdalena akan ikut pelatihan ke LPMP Padang. 

Waktu terus berlalu namun kegiatan nobar untuk bu Makhdalena juga belum terlaksana, terlalu sulit menghubungi dan mengatur waktu dengan beliau. Disaat  beliau bisa  untuk nobar namun saya sebagai reporter yang tidak bisa atau bu Rini Suryati sebagai koordinator  sekaligus narasumber tidak  bisa. Saya dan Bu Rini sepakat saat nobar bu Kordikcam kami harus lengkap sebab kami akan mengadakan nobar di hadapan seluruh kepala sekolah SD Lunang. Sehingga memudahkan kami dalam menarik  kepala sekolah untuk ikut aktif menyebarkan merdeka belajar di sekolahnya.

Sayangnya, rencana tinggal rencana kegiatan nobar tidak kunjung diadakan untuk bu Makhdalena, sampai akhir datang wabah Corona melanda daerah kami. Lockdown, dilarang mengadakan acara, dilarang mengunjungi keramaian, di rumah saja dan aturan protocol kesehatan lainnya yang harus kami patuhi demi keamanan dan keselamatan.

Di tengah pandemi yang melanda negeri kami guru penggerak Pesisir Selatan tetap semangat walau dari rumah, seolah kuota semangat belajar mengajar sangat banyak. Dengan menggunakan RPP PJJ yang di sediakan KGC, kami bisa mengajar dari Rumah melalui daring. Lain dari yang lain, sebagian besar guru-guru memberikan tugas kepada murid secara luring antar jemput tugas ke sekolah.  Melihat gebrakan kami guru penggerak berbeda dengan yang lain, sebagai pengawas dan Kordikcam Lunang  beliau merasa bangga. Bahkan minta digabungkan ke grup WA Paguyuban kelas 3, kelas yang  saya among untuk melihat bagaimana penerapan  belajar secara daring.

Rasa penasaran bu Makhdalena semakin menjadi-jadi terhadap KGB, waktu kami mengadakan pertemuan penggerak di rumah bu Rini Suryati, beliau hadir  meskipun bukan  terdaftar sebagai penggerak. Beliau ikut nonton video Nobar bersama Bu Najelaa Shihab, sayangnya diagenda beliau tidak terdaftar sehingga tidak bisa masuk dalam daftar pelaksana liputan.

Akhirnya waktu itu tiba juga, disaat Pandemic mulai berkurang di daerah kami, kami sudah diizinkan ke sekolah dan mengadakan pertemuan di kecamatan untuk membahas pembuatan soal ujian tengah semester  dengan mengikuti protocol kesehatan.  Hari Jumat tanggal   25 September 2020, kami mengadakan pertemuan guru kelas rendah 4-6 di kecamatan. Kesempatan ini tidak kami sia-siakan,  disaat menjelang kegiatan dimulai kami minta bu Mahkdalena menyampaikan sedikit informasi bahwa kita akan mengadakan nobar guru merdeka belajar.

Saat video merdeka belajar  diputarkan oleh bu Rini Suryati, semua peserta focus menontonnya. Ada yang tertawa melihat gambar telunjuk anak sampai menembus atap rumah. Sebagian peserta ada yang berkata mungkinkah apa yang disampaikan oleh bu Najelaa Shihab itu bisa kita laksanakan di sini? Ada sebagian peserta kagum dengan terobosan yang disampaikan bu Najelaa Shihab. 

Selesai video diputar, Bu Rini Suryati selaku coordinator tampil ke depan memandu diskusi. Diskusi diawali dengan pertanyaan “ diantara miskonsepsi tadi, mana yang paling menggambarkan Anda”?  dengan tertawa peserta menjawab uang saku, sertifikat dan menginap di hotel. Pertanyaan kedua pun bergulir” Apakah Anda ingin menjadi guru merdeka belajar”?  sebagian besar peserta menjawab ingin, apa alasan ibu bapak sambung bu Rini? Alasanya beragam tapi intinya ingin mengikuti jaman. Pertanyaan ketiga “ Sebagai guru merdeka belajar apa perubahan yang ingin anda lakukan”? ada yang menjawab, belajar lagi, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, ingin merubah sikap dan perlakuan kepada murid dan sebagainya. Mengingat waktu bu Rini mengakhiri diskusi tentang guru merdeka belajar.

Baca Juga: Sekolah Lawan Corona, Sebuah Inisiasi untuk Membantu Pengajaran Jarak Jauh

Acara dilanjutkan oleh bu Makhdalena selaku pengawas SD dan Kordikcam Lunang, diawali cerita beliau yang suka dengan gebrakan KGB dan manfaat yang dapat kita peroleh jika mengikuti perkembangan dunia dan pelaku pendidikan. Tak henti-hentinya beliau mensuport peserta untuk ikut gabung KGBD Pesisir Selatan kapan perlu jadi penggerak. Sungguh saya terharu mendengar semangat beliau dalam memperkenalkan KGB pada peserta. Semoga dengan bergabungnya bu Makhdalena sebagai penggerak Pesisir Selatan gerakan guru merdeka belajar dapat berkembang di Lunang.

Acara demi acara telah selesai dilaksanakan dengan lancar, tak terasa pukul 12.00 WIB.  Saatnya istirahat sholat dan makan. Karena tidak ada kegiatan lagi maka kegiatan ditutup oleh moderator.  Di daerah kami  kondisi  wabah Corona masih belum pulih, selesai acara kami langsung pulang tanpa adanya poto bersama. Alhamdulilah sekali mengayuh sampan dua tiga pulau terlampaui, sekali mengadakan kegiatan nobar guru merdeka belajar dapat selesai. Guru semangat belajar guru merdeka belajar, merdeka.

Salam Merdeka Belajar

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: