Kampus Memberi Akses Pendidikan bagi Difabel

Penulis : Winda Dyah Uningrumjati | 23 Jan, 2020 | Kategori: Pelatihan Orangtua, Yogyakarta

Pagi itu Dhomas menceritakan pengalamannya ketika kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di hadapan para orangtua. Uniknya Dhomas berbicara dalam Bahasa Isyarat. Di kursi pojok paling barat tampak seorang relawan dari Pusat Studi Disabilitas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan mahir mahasiswa tersebut menerjemahkan Bahasa Dhomas ke dalam Bahasa Indonesia. Dhomas Erika yang merupakan alumni UIN menceritakan peengalamannya ketika kuliah dan tantangan serta cara menghadapinya. Pemandangan luar biasa ini merupakan salah satu momen dalam Seminar Pendidikan Untuk Semua. Seminar yang ditujukan untuk orangtua murid dengan disabilitas ini bertujuan untuk memotivasi para orangtua dalam pengembangan karir anak disabilitas.

Seminar yang dilaksanakan di SLB Negeri Pembina Yogyakarta pada hari Senin tanggal 16 Desember 2019 ini menghadirkan empat narasumber. Pada kesempatan tersebut hadir Ketua Pusat Studi Disabilitas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  Dr. Arif Maftuhin, M.A.. Arif membuka materinya dengan menyampaikan tentang urgensi dari pendidikan inklusif. Salah satu pernyataan Arif yang menarik adalah bahwa sebenarnya disabilitas tercipta karena lingkungan belum memberikan akses pada semua kalangan. Lingkunganlah yang menciptakan tembok bagi manusia, yang membatasi manusia karena penilaian terhadap suatu kondisi. Sebagai contoh ketika ada murid disabilitas autis yang ingin kuliah tapi tidak bisa. Sebenarnya hal ini terjadi bukan karena kesalahan murid tersebut, tapi lingkungan kampus lah yang gagal memberikan kesempatan bagi murid tersebut.

Dalam penerimaan mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga memberikan alokasi lebih kurang 15 “kursi” bagi calon mahasiswa dengan disabilitas. Dan kabar baiknya bagi calon mahasiswa dengan disabilitas, ada banyak mahasiswa lain yang bersedia menjadi relawan bagi temannya yang disabilitas. Para relawan yang tergabung dalam Pusat Studi Disabilitas ini siap mendampingi mahasiswa dengan disabilitas tidak hanya dalam bantuan fisik, namun juga bantuan dalam bidang yang lain, seperti belajar bersama. Ada juga Guru Amalia yang membicarakan tentang kolaborasi antara pihak sekolah dengan orangtua dalam kesuksesan karir murid dengan disabilitas. Dan yang ditunggu-tunggu informasi yang disampaikan oleh Rofiqoh dari Kampus Guru Cikal  yang menceritakan tentang alur program Pendidikan untuk Semua dan beasiswa ini.

Ibu Lia Marliana yang berasal dari Jawa Barat mengungkapkan bahwa beliau merasa sangat beruntung mengikuti seminar ini.”Mengikuti seminar ini merupakan berkah buat saya. Anak saya baru 3 bulan ini sekolah di SLB N 2 Bantul. Dia sekarang sudah kelas 12, dan sebagai ibu saya resah. Setiap malam saya berdoa semoga anak saya bisa kuliah. Dan bagi saya seminar ini merupakan jawaban dari doa saya. Saya jadi tahu bahwa kampus juga memberikan akses pendidikan bagi anak disabilitas. Terimakasih untuk penyelenggara yang telah mengundang saya.” Wah merinding sekali ya, testimoni Bu Lia setelah mengikuti seminar.

Setelah pelaksanaan seminar Pendidikan Untuk Semua yang mengambil tema Pengembangan Karir Murid Disabilitas ini, selanjutnya dilakukan penjaringan bagi murid dengan disabilitas yang memiliki impian untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Semoga niat mulia ini berjalan lancar dan melalui program ini rekan penyandang disabilitas dapat meraih masa depan yang lebih cerah. Dan berperan dalam menyebarluaskan informasi mengenai program Pendidikan untuk Semua ini juga salah satu cara untuk berkontribusi dalam pendidikan. Setuju?

Penulis : Amalia Ahadini (Guru SLB Pembina Yogyakarta)

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: