Liputan Tentang Seminar Pendidikan Untuk Semua

Penulis : Winda Dyah Uningrumjati | 24 Jan, 2020 | Kategori: Pelatihan Orangtua, Sleman

Pertama kali aku menulis untuk dikirim khalayak luas, tentunya jari jemariku terasa berat dan kelu untuk menuju ke keybord laptop miniku, tetapi apadaya ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan untuk masa depan anak anak didikku yang spesial dan membanggakan dengan merajut sebuah harapan dan mimpi indahnya. Tulisanku aku mulai dengan judul “LIPUTAN TENTANG SEMINAR PENDIDIKAN UNTUK SEMUA” . Dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 Desember tahun 2019  di SLB Negeri 1 Sleman tepatnya jalan Kaliurang km 17,5 Pakemgede, Pakembinangun, Pakem Sleman Yogakarta di satu ruang pertemuan. Kami mengadakan kegiatan yang tak terbayangkan sebelumnya yaitu seminar bagi orang tua peyandang disalitas yang akan menentukan jejang karier berikutnya. Setelah lulus jenjang pendidik atas atau jenjang pendidikan SMA dan sederajat ke jenjang perkuliahan. 

Kegiatan seminar  merupakan acara yang sangat spesial buat kami dan merupakah sebuah penghormatan untuk kami sebagai tuan rumah dimana kami dipercaya oleh Kampus guru Cikal. Acara seminar ini merupakan serangkaian kegiaan yang di promotori oleh Kampus Guru cikal  berkerja sama dengan NusanRun yang sangat konsent mengembangkan generasi muda Indonesia khusunya anak anak kami yang special needs. Kami sebagai pendidik anak anak disabilitas terlebih dahulu sudah mendapatkan pembekalan dan workshop. Pembekalan tersebut selama dua minggu dan terbagi menjadi dua kali pertemuan dengan agenda kegiatan. Peserta worskhop adalah guru yang diharapkan mampu memahami kebutuhan peserta didik disabilitas sehingga dapat memetakan kemampuan dan jenjang karier siswa secara tepat dan sesuai dengan hobi, bakat dan minat siswa disabilitas. 

Seminar ini  merupakan program berkelanjutan dari program bagi guru pendidik anak anak disabilitas. Seminar ini diperuntukan bagi para orangtua penyandang disabilitas kelas XII dan siswa yang sudah lulus tapi belum berkuliah yang berada di daerah Sleman dan sekitarnya. Seminar Pendidikan untuk semua yang mengambil tema”KARIER MURID PENYANDANG DISABILITAS” dengan narasumber Nur Azizah dari Universitas Negeri Yogyakarta, Ida Putri dari Wartawan “Solider”, Winda Dyah Uningrumjati dari kampus Guru Cikal dan Istiyani penulis dari SLB Negeri 1 sleman. 

Seminar diawali dengan pembukaan dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan sambutan. Pertama sambutan dari kepala SLB Negeri 1 Sleman dan Perwakilan dari kampus guru cikal. Dilanjutkan dengan acara inti  seminar yaitu pengembangan Karier Anak disabilitas oleh Ida Putri, beliau penyandang disabilitas fisik dengan karier sederet dan semangat yang sangat hebat. Ida Putri memulai pemaparan, sharing pengalamannya dari awal sampai saat ini yang ibarat tidak semudah membalikan telapak tangan, kata orang sih. Memulai pemaparan “dia pernah menganggur selama 3 tahun dan sering ditolak pada saat melamar pekerjaan, habis wawancara tidak ada kabar lagi dan kenapa sekarang saya menjadi wartawan. “tutur Ida Putri”. Bahwa disini membuktikan bahwa diskriminasi difabel masih ada, maka saya berfikir dan mencari jalan untuk mencari pekerjaan dengan beralih transformasi dari sektor non-profit dan selalu tertantang untuk meningkatkan kapasitas diri. Ida melanjutkan ceritanya bahwa Ia berasal dari orangtua pendidik dan di dalam pengasuhan keluarga diterapkan konsep kesamaan. Dalam konsep ini semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama, hanya pada disabilitas saja yang harus diberikan perhatian  dan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuanya. Lebih jelas Ida Putri memberikan contoh dalam pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci baju dan semua dikerjakan sendiri. Pengambilan keputusan didalam keluarga selalu melibatkan orang tua saya dan memberikan motivasi kepada saya saat saya mendapatkan ejekan dari teman dan masyarakat. Orang tua memberikan pemahaman bahwa mereka dengan berkata seperti itu karena belum tau, “itu” yang membesarkan hati saya hingga kini saat ini. 

Dalam pendidikan Ida Putri menempuh sekolah dengan jalur pendidik umum dari TK sampai Perguruan Tinggi. Ida  Putri mengambil jurusan kimia, fakultas MIPA UGM lewat jalur seleksi umum. Selama kuliah tidak ada kendala karena kampus dan teman teman sangat membantu serta akses di kampus juga mendukung. Lebih lanjut Ida Putri memaparkan teman teman sangat perhatian dalam aksesibilitas, misalnya saat kuliah ada di lantai atas saya akan digendong, saat praktikum teman teman juga banyak membantu. Di kost tidak ada masalah karena sudah terbiasa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga secara mandiri. Transportasi ke kampus dari kos naik becak. Pada ujian skripsi, Kajur ikut menata ruangan agar aksesibel yang berada di laboratorium kimia komputasi. Ida putri melanjutkan jenjang S2 lewat jalur beasiswa di Filipina Jurusan Global Politics dari ADMU. Pendidikan ini Ida Putri didapat dari hasil berburu beasiswa selama 4 tahun, dan pendidikan yang dia dapat dia dapatkan lewat jalur beasiswa. Hal ini tentunya melewati perjuangan yang gigih dari Ida putri, tetapi hal ini tak berasa karena Ida putri selalu mendapatkan dukungan dari pihak orang tua. Pemaparan terakhirnya bahwa untuk meningkatkan kesempatan difabel bekerja dan mendapatkan pendidikan tinggi adalah hak setiap anak dan warga negara Indonesia. Karenanya orang tua, keluarga serta lingkungan masyarakat memberikan dukungan dan layanan yang tepat sesuai dengan  kebutuhan difabel. Selanjutnya anak akan bisa menjadi jati dirinya sendiri dan dapat membuktikan bahwa difabel bisa berkarir, dengan kata kunci komunikasi dan kolaborasi, sukses bagi difabel tutur ida dalam penutup pemaparannya. 

Pemaparan kedua oleh Nur Azizah dari Ketua Pusat Studi dan Layanan Disabilitas sekaligus dosen Pendidikan Luar Biasa di UNY. Memulai pemaparan bahwa Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi penyelenggara pendidikan inklusi. Universitas Negeri Yogyakarta memiliki prodi PLB sejak tahun 1963, dari dulu sudah memiliki mahasiswa berkebutuhan khusus akan tetapi belum terdata dengan baik. Dahulu kalau ada  mahasiswa disabilitas diarahkan untuk masuk jurusan PLB pendidikan luar biasa, akan tetapi sekarang tidak lagi. Mahasiswa penyandang disabilitas bisa menempuh jalur perkuliahan sesuai dengan minat yang telah ditentukan. Nur Azizah melanjutkan pemaparannya bahwa Pusat studi layanan disabilitas di UNY diresmikan pada 17 Juli 2017. Visinya menumbuh-kebangkan sumber daya manusia unggul demi mewujudkan kampus dan masyarakat inklusif. Misi dari  pendidikan inklusi adalah (1) menyelenggarakan layanan kepada mahasiswa penyandang disabilitas (2) melakukan penelitian terkait isu isu yang berhubungan dengan disabilitas (3) meningkatkan kepekaan civitas akademik Universitas Negeri Yogyakarta dan masyarakat terkait isu-isu disabilitas. 

Adapun total mahasiswa yang sudah tercatat sejak berdirinya pusat studi dan layanan disabilitas ini ada 13 orang yang mengambil berbagai jurusan dan mahasiswa pasca sarjana ada 1 orang dengan total keseluruhan 14 orang disabilitas. Di Universitas Negeri Yogyakarta sendiri sudah mempunyai berbagai kegiatan dan program  yang diperuntukan bagi mahasiswa disabilitas, meliputi pendampingan mahasiswa disabilitas, mengkoordinasikan layanan kepada mahasiswa disabilitas, meningkatkan kompetensi dosen dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa disabilitas, penerimaan beasiswa lewat jalur khusus bagi disabilitas berprestasi, peningkatan disability awareness (dosen dan mahasiswa) dan masih banyak lagi yang lainnya lanjut Nur Azizah dalam pemaparannya. Universitas Negeri Yogyakarta memberikan kesetaraan bagi semua mahasiswa yang berkeinginan melanjutkan jenjang pendidikan. 

Siswa bisa mendaftarkan diri sebagai mahasiswa UNY kata Nur Azizah di alamat web yang bisa diakses oleh semua orang. Bagi orang tua dan peserta seminar yang hadir bisa sebagai salah satu wadah untuk mencari informasi untuk seleksi calon mahasiswa baru di Universitas Negeri Yogyakarta dengan memakai jalur seleksi yang ”SAMA DENGAN CALON MAHASISWA UMUM “. Pada titik ini apa yang diperoleh dari pemaparan Nur Azzizah ditanggapi para peserta seminar para orang tua dengan wajah saling berpandangan antar peserta tapi karena waktu tanya jawab belum dibuka dan masih akan kita lanjutkan pada pemaparan narasumber ketiga dari Istiyani dari SLB Negeri 1 Sleman.

Narasumber ketiga menyampaikan pemaparannya tentang bagaimana pengalaman Isti selama mengikuti program yang diadakan oleh KGC sebagai wadah yang dapat dipercaya dan ‘TIDAK KACANG-KACANGAN”. Hal ini bisa terbukti bagaimana KGC memberikan berbagai beasiswa kepada para guru, salah satunya dapat mengikuti TPN, sehingga bapak ibu semua tidak perlu ragu dengan program yang diselenggarakan oleh KGC ungkap Isti. Kampus Guru Cikal sangat konsen memberikan pelatihan kepada guru-guru untuk bisa lebih memahami dan menyimpulkan tentang anak  didiknya dalam menentukan karier dimasa depan. Para guru dilatih bagaimana melakukan asesmen dengan benar, sabar dan telaten, bertahap serta dengan menggunakan berbagai metode dan cara sehingga akan terkumpul data yang akurat, objektif dan reliabel untuk menentukan jenjang karier peserta didik. 

Proses yang disebut asesmen adalah yang dimana kata itu sedang naik daun karena dipopulerkan oleh menteri pendidikan kita yang baru Bapak Nadiem Makarim, dimana akan bisa menggantikan ujian nasional. Nanti para guru akan membuat asesmen untuk para peserta didiknya. Asesmen dimulai dengan menentukan tujuan apakah yang akan kita capai, dari situ kita akan bisa menentukan dalam menyusun instrumen  dan metode yang dipakai. Asesmen apa saja, ungkap Isti lebih lanjut “apa yang terjadi bapak dan ibu semua ternyata kalo kita benar benar menjalankan semua tahapan dan proses asesmen dalam menentukan karier peserta didik kita tidak cukup satu dua hari saja akan tetapi memerlukan waktu berminggu minggu bahkan sebulan”. Kenapa bisa demikian? tanya Isti lebih lanjut, “karena kita membutuhkan data yang valid dari peserta didik yang kita asesmen dimulai dari pengambilan data dari observasi kepada anak baik di sekolah, di rumah maupun dalam kegiatan yang lainnya. Wawancara kepada peserta didik sendiri, guru kelas, semua guru mapel, teman, orang tua serta orang lain yang dekat dengan peserta didik, bisa memberikan data penguat tentang tujuan dari asesmen kita. Ini baru taraf pengambilan data setelah itu kita akan menyusun data yang kita peroleh dengan kita jabarkan secara obyektif dan apa adanya tanpa ada tambahan informasi dari mendeskripsikan data. 

Selanjutnya mengolah data dengan yang kita selaraskan dengan menggunakan teori Hollah. Apakah selesai sampai disini bapak dan ibu semua tanya isti kembali, belum!!. Kita akan menyampaikan hasil ini kepada anak dan akan membuat kesepakatan dengan anak, apakan benar apa yang kita simpulkan, setelah anak menyetujui, maka kita pihak sekolah akan memanggil orang tua dari peserta didik. Tujuannya untuk menyampaikan hasil asesmen yang telah disusun dan akan membuat kontrak kerja antara anak, sekolah dimana guru dengan pihak orangtua tentang bagaimana kita mengambil jalan bersama untuk menentukan karier pada peserta didik sesuai dengan tujuan dari asesmen. Gambaran ini adalah sebagian contoh kecil perjalanan saya bersama Kampus Guru Cikal dalam membuat pemetaan kemampuan masing-masing anak, diawali dengan asesmen dari setiap peserta didik kami kata Isti. Selanjutnya bapak  dan ibu semua lebih paham bagaimana menentukan masa depan anak karena mereka selalu bersama dan ada untuk ananda tercinta demi masa depan yang bahagia tutup isti dalam pemaparannya.

Pemaparan keempat adalah perwakilan dari kampus guru cikal yang dibawakan oleh Winda Dyah Uningrum Jati, membawakan tema sosialisasi program pengembangan murid penyandang Disabilitas. Program ini diperuntukkan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekilas akan kita ulas tentang apa saja program Kampus Guru Cikal, Winda memulai pemaparannya Kampus Guru Cikal atau yang bisa dikenal dengan KGC. Lembaga ini sebagai wahana pengembangan karier guru terpercaya, dengan kemerdekaan belajar adalah kunci perubahan pendidikan  untuk mewujudkan pelajar yang kompeten, ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan Indonesia yang demokratis.  Untuk mencapai tujuan tersebut lembaga ini memberikan fasilitas berbagai layanan diantaranya adalah pelatihan pengembangan guru, komunitas guru belajar dan publikasi konten pendidikan. 

Pada tahun 2019 Kampus Guru Cikal bekerjasama dengan NusantaRun dan  para pelari tanah air yang sangat cinta kepada bangsa dan sesama dalam berkarya. Diyakini selalu ada cinta untuk sesama untuk mewujudkan masa depan anak bangsa secara bersama-sama. NusantaRun melakukan penggalangan dana  dengan cara unik, dimana tiga elemen berbeda saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan dengan cara berlari sejauh 169 kilometer dari Wonosobo sampai dengan Gunung kidul. Peserta kegiatan ini diikuti 201 pelari dari berbagai penjuru tanah air. Hasil donasi yang terkumpul sebanyak 2,6 Miliar dan semua didonasikan untuk mewujudkan mimpi dari teman-teman kita penyandang disabilitas.

Kampus Guru Cikal telah dipercaya oleh NusantaRun untuk menyampaikan kabar ini kepada bapak dan ibu semua.Tidak hanya itu Winda melanjutkan pemaparannya bahwa putra putri dari bapak ibu akan mendapatkan beasiswa dari NusantaRun melalui Kampus Guru Cikal. Beasiswa meliputi biaya uang masuk, biaya UKT per semester serta biaya hidup. Sisi lain perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan Kampus Guru Cikal, Winda melanjutkan penjelasanya untuk Daerah Istimewa Yogyakarta kampus Negeri yaitu UNY dan UIN. Adapun  Universitas Negeri Yogyakarta tidak hanya itu, untuk anak disabilitas yang akan menerima beasiswa pendidikan juga akan mendapatkan bekal kecakapan atau pelatihan. Kegiatan tersebut untuk mempersiapkan anak didik di perguruan tinggi dan akan dilaksanakan pada bulan Januari 2020. Di akhir pemaparan Winda selaku perwakilan dari Kampus Guru Cikal, penyelenggara beasiswa bagi anak penyandang disabilitas memberikan alamat link yang bisa diakses oleh semua peserta untuk mendaftarkan beasiswa NusantaRun. 

Kini sampai pada acara puncak yaitu acara tanya jawab dan diskusi dengan membuka 3 (tiga) termin dimana masing masing termin akan ada dua penanya dan setelah dua menaya menyampaikan pertanyaan maka narasumber akan menyampaikan jawaban itu aturan yang disampaikan oleh moderator seminar oleh Eka Yanti. Sebenarnya ada lebih dari enam penanya akan tetapi karena terbatas waktu sehingga hanya enam pengaya yang bisa kami akomodir dan ada peserta dengan pertanyan yang sama sudah terwakili oleh peserta yang lainnya. Dari enam pesanan akan kami simpulkan ke dalam dua pertanyan  dari dua penanya yaitu bapak Darno dan Ibu Rianti menanyakan apakah orangtua bisa mengasesmen anaknya sendiri. Pertanyaan tersebut langsung ditanggapi oleh Isti, bahwa sebagai orang tua tentunya sangat bisa sekali untuk mengasesmen putra putrinya dengan dimulai dari proses pengamatan atau observasi, ngobrol bareng dengan anak atau wawancara dimulai dari hal yang sangat sederhana dan suasana riang sehingga anak tidak merasa bahwa dirinya sedang diinterview. Jangan lupa kunci pokok dari asesmen adalah menentukan tujuan asesmen yang akan dicapai dan percakapan akan kita mulai dengan menanyakan hobby anak dan kegiatan yang banyak menghabiskan waktu. Anak nanti sedikit banyak akan mendapat gambaran awal dan akan terus kita kembangkan, akan tetapi ingat pada jalur tujuan awal kita dalam asesmen. Selanjutnya hasil asesmen akan kita olah dan kita deskripsikan berdasarkan teori Holland, putra putri kita kan masuk tipe yang mana, akan lebih jelas kita sambung di grup WA kita ya bapak ibu, “tegas Isti”.  

Pertanyaan dari bapak  Widodo, Haryato dan Ibu Siti Widayanti mengenai jalur masuk perguruan tinggi negeri di Universitas Negeri Yogyakarta mengapa tidak ada jalur khusus yang diperuntukan bagi penyandang disabilitas seperti di UIN. Para peserta seminar mempunyai pendapat yang sama bahwa kalo anak anak kita dalam masuk perguruan tinggi  harus bersaing dengan peserta didik umum maka anak anak kami akan tersingkirkan. Sisi lain anak anak ingin sekali untuk masuk di perguruan tinggi di Universitas Negeri Yogyakarta dimana anak-anak kami pasti ada hambatan untuk mengikuti jalur tes tersebut. Widodo menjelaskan bahwa putrinya bisa menyanyi dan sering menjuarai lomba bisa menghafal syair lagu seberapapun banyaknya akan tetapi anak kami sangat sulit dalam pelajaran ekstra kalo dengan sistem rekruitmen lewat jalur umum jelas anak saya sudah kalah sebelum berperang tegasnya. 

Di sini narasumber Nur Azizah menjawab bahwa UNY menerapkan kesetaraan, jadi untuk proses masuk kami belum bisa memberikan fasilitas jalur khusus seperti di UIN. Dan di UNY hanya bisa menerima siswa disabilitas masuk di Universitas negeri Yogyakarta melewati jalur prestasi yaitu pernah meraih juara dunia yang sudah ada adalah meraih juara dunia bulu tangkis tunagrahita misalnya. Diah Retno peserta seminar menambahkan penjelasan untuk ibu Nur Azziah apakah  bisa seperti UIN bisa memberikan seleksi khusus dan jalur khusus kepada anak disabilitas di UNY? Apakah harus ada dosen dan karyawannya mempunyai anak disabilitas dulu baru mereka merasakan bagaimana perjuangan kami selama ini. Tapi apa daya UNY yang menjadikan salah satu tujuan anak anak kami disabilitas dalam merajut dan meraih mimpi mimpinya belum bisa memberikan fasilitas kepada kami. Dimana anak anak disabilitas saat ini di jenjang SMK sudah banyak dibekali dengan bekal krampilan baik otomotif, boga, busana, kriya dan seni pertunjukkan yang lainnya, akan tetapi jalan untuk anak anak kami meraih mimpi belum berpihak. Nur Azizah menyampaikan maaf bahwa UNY belum bisa memberikan seleksi lewat jalur khusus yang dikhususkan untuk anak anak disabilitas dan dengan sistem seleksi sesama anak anak disabilitas seperti yang di UIN. Nur Azizah menjelaskan bahwa dukungan dan persiapan dari sekolah dan keluarga sangatlah penting, sebagai contoh anak diberikan les tambahan dan lainya untuk mengejar ketertinggalannya. 

Tapi kami yakin dengan pertolongan Allah lewat Kamus Guru Cikal semua mimpi anak anak kita akan tercapai, “pupus Isti” dengan peserta seminar para orang tua penyandang disabilitas. Para orang tua menyampaikan dan sebagai tuan rumah penyelenggara seminar  banyak terima kasih dan selalu menunggu kabar baik lebih lanjut dari Kampus Guru Cikal untuk proses perguruan tinggi negeri khususnya di Universitas Negeri Yogyakarta bisa membuka diri seluas-luasnya menerima anak anak disabilitas dengan memberikan porsi tersendiri untuk bisa mengenyam pendidikan di sana. Jangan hanya berdalih pendidikan kesetaraan kami untuk bisa masuk perguruan tinggi disamakan dengan mengikuti seleksi anak anak pada umumnya, tentunya jauh segalanya dari anak anak kami penyandang disabilitas.

Penulis : Istiyani (SLBN 1 Sleman)

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: