Manajemen Konflik di Kelas Berbasis Sekolah

Penulis : Erna Sugiarti | 13 Jan, 2020 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Semarang, Temu Pendidik Daerah

Ari Wibowo
Seperti apa kata kutipan pengantar pada poster materi malam ini yaitu bagaimana mengelola konflik yang terjadi di sekolah yang saya yakin Bapak dan Ibu temui setiap hari di kelas. Dalam kesempatan malam ini, saya ingin berbagi praktik apa yang kami lakukan dalam mengelola konflik dan bagaimana keterampilan mengelola konflik bisa diterapkan pada guru dan murid. Dalam penyelesaian konflik, Sekolah Cikal menerapkan peraturan yang jelas dan tegas terhadap jenis-jenis konflik yang terjadi di sekolah dari jenis minor dan major tertulis jelas di School Parent and Students Handbook. Saya akan berbagi cerita tentang alur penanganan konflik yang kami lakukan di Sekolah Cikal. Untuk tema Conflict resolution sendiri diajarkan di kelas 2. Silahkan membaca materi berikut.

Apa itu Konflik?
Sebagai manusia, kita sering berdebat dengan orang lain ketika kita marah atau kesal tentang sesuatu. Terkadang ketika kita berniat menyelesaikan konflik dengan tenang dan mudah, pertengkaran itu menjadi panas dan kita tidak bisa mengendalikan diri kita sehingga menjadi defensif, menyerang, dan mengatakan hal-hal yang menyakitkan. Menyelesaikan konflik kadang sulit bagi kita sebagai orang dewasa, apalagi untuk anak-anak yang masih belajar mengendalikan diri dan mengekspresikan perasaan dengan kata-kata alih-alih tindakan.

Mayer dalam bukunya The Dynamic of Conflict (2012) menyatakan bahwa sebagai serangkaian persepsi, konflik adalah keyakinan atau pemahaman bahwa kebutuhan, minat, keinginan, atau nilai seseorang sendiri tidak sesuai dengan orang lain. Konflik juga melibatkan reaksi emosional terhadap suatu situasi atau interaksi yang menandakan ketidaksepakatan. Konflik juga terdiri dari tindakan yang kita ambil untuk mengekspresikan perasaan kita, mengartikulasikan persepsi kita, dan memenuhi kebutuhan kita dengan cara yang berpotensi mengganggu kemampuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.

Apakah anak-anak sudah mampu menyelesaikan konflik sendiri?Konflik adalah bagian normal dari pengalaman sehari-hari, tetapi menyelesaikan konflik dengan sukses membutuhkan keterampilan sosial yang tepat. Kami sebagai guru di Cikal terkadang berpikir anak-anak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, tetapi kami sering lupa bahwa seringkali anak-anak tidak tahu bagaimana cara berkompromi dan mengenali kebutuhan orang lain. Karena keterampilan penyelesaian konflik tergantung pada keterampilan sosial dan bahasa anak-anak serta persepsi mereka tentang situasi, mereka masih perlu dilatih tentang cara melakukannya.

Mengapa perlu Mengakhiri Konflik?
Beberapa tujuan utama mengapa kita perlu “mengakhiri konflik” adalah:

  1. Untuk menghasilkan solusi yang disetujui semua pihak
  2. Untuk bekerja secara efisien dan secepat mungkin untuk menemukan solusi
  3. Untuk memperbaiki hubungan antar kelompok dalam konflik

Peran Guru dalam Membantu anak-anak menghadapi konflik
Di Sekolah Cikal, kami percaya bahwa anak-anak harus dapat menyelesaikan konflik mereka secara mandiri. Itu tidak berarti bahwa yang lain tidak bisa memberikan tangan mereka untuk menyelesaikan konflik. Karena, pemecahan masalah dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan kontrol emosi siswa. Selain itu, penyelesaian masalah adalah representasi Dimensi Lima Bintang Cikal (seperti integritas, kepedulian, komunikasi, pikiran terbuka, dll). Jika konflik tetap ada, orang tua, guru, dan bahkan siswa lain juga dapat membantu sebagai mediator.

Langkah-langkah dalam membantu anak-anak menghadapi konflik

1. Mendengarkan dan Menafsirkan.
Anak-anak menceritakan kisah mereka kepada mediator secara bergantian. Akan lebih baik bagi orang tua / dewasa untuk hanya mendengarkan tanpa menyela. Orang tua sebagai mediator perlu fokus pada masalah, bukan siapa yang melakukan kesalahan.

2. Kedua belah pihak berganti posisi
Anak-anak mengulangi cerita dari pihak lain sehingga mereka dapat memahami masalah dari sudut pandang yang berbeda. Kedua belah pihak perlu melakukan prosedur ini, bahkan jika mereka tidak setuju.

3. Diskusikan dengan kedua belah pihak jika mereka punya solusi
Untuk mendiskusikan dan menemukan solusi, tanpa menilai. Semua saran disambut.

4. Buat perjanjian verbal
Memastikan tidak ada pihak yang merasa dipaksa atau tertekan untuk mengambil keputusan.

5. Buat perjanjian tertulis
Menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat dan mengerti. Anak-anak menggunakan kata-kata mereka sendiri.

METODE I-MESSAGE

What is I-Message ?
Statements about feelings, beliefs, and values that begin with the word “I”
For example : “I don’t like being pushed because it hurts”

Jika diterjemahkan seperti ini :

Apa itu Pesan-Saya?
Pernyataan tentang perasaan, kepercayaan, dan nilai-nilai yang dimulai dengan kata “I”
Misalnya: “Saya tidak suka didorong karena sakit”

Di dalam I-MESSAGE ada 4 bagian:

I FEEL —- WHEN YOU — I WANT —BECAUSE

Contoh lagi ya:
“I feel hurt, when you said that I’m a looser. I want you to say nice thing to me, because I want to be your friend.”
Metode ini bisa dilakukan dan sangat efektif khususnya bagi murid yang sulit mengungkapkan dengan kata-kata. Mari berlatih:

Berlatih menggunakan contoh studi Kasus-I:

Berebut mainan:

Pesan-Saya: “Saya sedih ketika kamu mengambil alih mainan saya. Saya ingin kita bergiliran, ok. ”
Seorang gadis mendatangi gurunya dan menjelaskan bahwa ia tidak diizinkan bergabung dalam kelompok permainan
Pesan-Saya: “Saya kesal ketika kamu menolak saya untuk bergabung dengan grup. Saya ingin kamu menerima saya di grup seperti yang lain ”.

Guru BK kewalahan dalam menyelesaikan konflik. Tolong!

Sejak tahun 2009, kami memiliki program yang bernama PEER MEDIATOR. Mengutip dari info Kontak Cikal :

Peer Mediator Program
As part of our anti bullying program and to equipped students with conflict resolution skills, Sekolah Cikal has developed a Peer mediator program since 2009. Peer mediation is both a program and a process where students of the same age-group facilitate resolving disputes between two people or small groups.

Program ini dikelola oleh Konselor Sekolah bekerjasama dengan Guru-Guru kelas dengan alur sbb;

Recruitment : 1 minggu
Interview     : 1 minggu
Training       : 1 minggu

Sekolah mengeluarkan surat partisipasi (Surat rekomendasi) bagi siswa/i yang berminat

Jadi bagi siswa/i yang terpilih sebagai PEER MEDIATOR akan mendapat penugasan di jam-jam tertentu untuk membantu guru-guru menyelesaikan konflik yang terjadi di sekolah.

Nah, seperti itu alurnya Bapak dan Ibu jika ada praktik lainnya dalam penyelesaian konflik di sekolah monggo lho bisa dishare juga. Terima kasih

Pesan: Jika konflik terjadi di selama jam sekolah dan belum menemukan jalan keluar permasalahannya, Guru wajib menginformasikan hal ini kepada orang tua yang berkonflik yakinkan kepada mereka bahwa proses mediasi sedang berlangsung dan akan secepatnya diinformasikan kepada orangtua melalui email, whatsapp atau media lain.

Ahyuni
Oke saya kasih waktu 10 menit untuk membaca dan memahami materi ya bapak ibu sambil menyiapkan pertanyaannya juga

Ahyuni 
Sesuai panduan ada 2 termin ya, termin pertama saya buka, boleh tanya boleh sharing pengalaman boleh lain-lainnya juga.

SESI TANYA JAWAB

Silvia
Di kelas yang saya ajar, dulu masih biasa-biasa saja. Baru kali ini mengalami hal yang menurut saya baru terasa luar biasa. Ketika terjadi konflik di dalam kelas, anak-anak tak semudah biasanya ketika dikondisikan. Ada 1 anak yang termasuk lain dari yang lain, orang tua sudah kesulitan dalam mengajari tentang sikap. Kurang sopan. Pelajaran juga kurang fokus. Sering usil kepada teman, mengejek, dan kebiasaan yang kadang duduk di meja. Umur sekitar 9 thn. Kelas 4. Pernah 1 kali tinggal kelas.

Ari Wibowo
Bu Silvia, memang anak-anak itu unik ya Bu, jadi jangan bilang anak tersebut nakal. Sekolah dan orang tua perlu sama sama tahu selain visi misi, peraturan juga perlu disosialisasikan, termasuk penanganan konflik, perilaku (minor dan major) serta penangananya. Jika perilaku anak tersebut masuk wilayah perilaku perilaku yang kurang pantas  namun sifatnya minor maka konsekuensinya apa dan berlaku bagi perilaku kurang pantas yang sifatnya major. Ajak bicara anak tersebut apa yang membuatnya berperilaku demikian (menyita waktu namun perlu).

Silvia
Bagaimana cara mengatasi anak yang demikian itu?
Kalau misal membuat kesepakatan tertulis dengan si anak, apakah sebaiknya diselesaikan di kelas atau secara personal? Apakah ada trik khusus untuk pendekatan kepada anak yang mempunyai perilaku seperti itu?  Teori-teori yang pernah sy dapatkan, serasa berbeda dengan kenyataan yang saya alami di kelas saya saat ini.

Anik Puspowati
Bagaimana dengan resolusi konflik bagi anak usia dini (4-6 tahun) yang sebagian masih belum lancar bicara? Bagaimana kita sebagai guru kelas memandu resolusi konflik yang memberdayakan tanpa terkesan memaksa anak untuk meminta maaf? Terimakasih

Ari Wibowo
Cara terbaik mendampingi anak pada usia tersebut adalah menggunakan teknik resolusi konflik dalam situasi di rumah.  Misal: mulai dari mengingatkan kesepakatan bersama dalam bentuk visual (jika sudah dibuat sebelumnya). Membantu anak mengatasi emosinya dulu baru masuk ke step2  tadi. Saya teringat sebuah judul film: Inside out. Setelah visual emosinya dapat guru bisa memandu ke I-message.

Anik Puspowati
Noted Pak, atasi emosinya dulu baru resolusinya.

Una
Bagaimana menerapkan resolusi konflik apabila terjadi konflik lintas kelas? Misalnya yang saya alami. Sering terjadi konflik antara anak-anak TK A dengan TK B dikarenakan kelas kita yang satu ruang dan intens untuk bertemunya juga sering pak. Saat kelas saya TK A sedang fokus belajar,  terkadang ada yang sedikit usil menghilangkan konsentrasi dan beberapa konflik lainnya.

Ari Wibowo
Kurang lebih sama spt paparan saya ke Bu Anik, namun jika berulang-ulang perlu dimediasi guru kelas masing-masing perlu duduk bersama dengan murid yang membuat konflik

Una
Apakah perlu melibatkan orang tua saat melakukan mediasinya tersebut pak?

Ari Wibowo
Saya rasa tidak perlu karena tidak melibatkan anak lain toh

Ari Wibowo
Saat refleksi sebelum pulang bisa diangkat isu ini. Buat perjanjian tertulis jika perlu lalu observasi progressnya. Kedua kelas TK A dan B juga harus lakukan hal yang sama ya. Misalnya : “Kelas sebelah juga punya hak belajar lho.” Mudah-mudahan membantu ya Bu.

Wahyu Aditya
Di kelas saya ada satu anak yang special (perempuan) dan sering menjadi bahan bullying oleh teman laki-lakinya. Berdasar pada pengamatan selama ini karena belum bisa menerima keberadaan anak tersebut. Saya belum punya shadow teacher dan belum bisa mencarikan solusi yang tepat pertama untuk menghentikan bullyingnya terlebih dahulu.  Tapi terkadang ada murid perempuan yang tanggap dan membantu saya untuk menemani anak ini. Yang saya tanyakan, kalau untuk menghentikan bullying secara verbal.

Ari Wibowo
Menarik. Salut untuk murid perempuan Bapak yang menemani murid tersebut 👍

Wahyu Aditya
Itu masih kelas 3 SD pak

Ari Wibowo
Kata kunci : Bullying, special need, perbedaan, buddy system, solusi.
Apakah bapak sudah memediasi keadaan ini?

Wahyu Aditya
Sudah dan ternyata awalnya anak laki-laki ini sering menjadi kambing hitam ketika ada sesuatu yang terjadi pada barang-barang anak perempuan, dan merasa pernah diperlakukan tidak adil.

Ari Wibowo
Ini saran saya ya Pak, pertama-tama bullying tidak dapat ditolerir. pencegahan itu penting. Konsep anti bullying dari sekolah perlu dilakukan. Ajarkan konsep perbedaan pada murid bahwa kita semua ada perbedaan bisa pasang video yang menggambarkan keadaan tersebut. Konsep Buddy system dan i-message. Untuk menumbuhkan empati juga. Untuk pelaku bully diharapkan bisa merubah perilakunya untuk tidak menyalahkan.

Wahyu Aditya
Yup kuncinya bagaimanapun, bullying perilaku yang tidak dibenarkan apa pun alasannya. Begitu pak?

Ari Wibowo
Iya, lakukan pencatatan dan tindakan pencegahan untuk mengurangi insiden. Jika terjadi lagi maka proses problem solvingnya harus melibatkan orang tua yang bersangkutan. Semua kejadian minor dan major guru wajib mencatat di jurnal / google docs untuk difiling kepada guru berikutnya.

Ahyuni
Oke terimakasih pak ari dan bapak ibu guru yang berpartisipasi menghidupkan diskusi malam ini. Mungkin ada closing statemen untuk memompa semangat bapak ibu guru KGB semarang.

Ari Wibowo
Bapak dan Ibu resolusi konflik adalah keterampilan seumur hidup, kenalkan konflik disaat konflik tidak terjadi, kenalkan situasi yang berbeda sehingga anak memiliki kekuatan yang baik.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: