Media Ajar yang Menarik untuk Asesmen

Media Ajar yang Menarik untuk Asesmen

“Memori HP sudah penuh, Pak. Sudah gak bisa instal aplikasi lagi. “

“Aplikasi yang digunakan guru kok beda-beda, ya, Pak? Kami jadi bingung cara menggunakannya.”

Bapak dan Ibu Guru sedang bingung mencari media ajar yang sesuai untuk pembelajaran jarak jauh? Hingga bingung asesmen apa yang cocok dilakukan? Jangan khawatir pertanyaan tersebut akan terjawab pada pengalaman Pak Virandy Putra. Pak Virandy Putra adalah guru dari SMA Negeri 1 Sijuk. Ketika pandemi Covid-19 membuat Pak Virandy harus memikirkan cara dan ide-ide inovatif untuk tetap melaksanakan pembelajaran. Pak Virandy sangat keteteran karena harus menggunakan beberapa aplikasi yang  menunjang pembelajaran jarak jauh. Dalam proses pembelajaran, sering terjadi apa yang dipikirkan oleh Pak Virandy tidak sesuai dengan yang dipikirkan murid-muridnya. Harapannya membuat pembelajaran menarik dan efisien, ternyata murid kurang antusiasnya. Hambatannya bukan karena aplikasi pembelajaran yang kurang canggih, tetapi ada beberapa kendala seperti guru tidak melibatkan murid dalam pemilihan media ajar yang akan digunakan ketika pembelajaran dilaksanakan. Kurang semangatnya murid di sekolah juga terlihat ketika sedikitnya yang ikut pertemuan virtual maupun pada kelas maya yang Pak Virandy buat. Ada juga berbagai alasan murid terkait dengan kurangnya semangat ketika mengikuti kegiatan pembelajaran seperti adanya beberapa murid yang mengeluh karena banyak aplikasi yang harus diunduh di gawainya.

Pak Virandy lalu memikirkan cara untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan membuat murid-muridnya antusias dalam pembelajaran jarak jauh. Dari Survei yang dilakukan Tanoto Foundation pada tahun 2020 menunjukkan bahwa 47% murid merasa kurang senang belajar di rumah karena banyaknya tugas yang diberikan, serta kegiatan pembelajaran membosankan karena tidak adanya interaksi yang baik antara guru dan murid. Kondisi tersebut selaras dengan yang dilakukan guru terhadap murid. Survei tersebut menunjukan, 85% guru memberikan tugas kepada murid. Hanya sebagian kecil yang memberikan pengajaran, meminta murid membuat penelitian sederhana atau kreativitas.

Baca Juga : Asesmen Diagnosis adalah Solusi

Dari survei tersebut setidaknya menunjukkan gambaran bahwa banyaknya tugas yang diberikan kepada murid dan tidak adanya umpan balik terhadap murid membuat kebosanan dalam belajarnya. Pak Virandy adalah pengguna aktif sosial media. Sehingga ada beberapa guru yang bilang kalau Pak Virandy sedikit narsis, karena apapun selalu diunggah ke media sosial. Pak Virandy  juga sering mengamati perilaku muridnya ketika menggunakan media sosial. Ternyata muridnya banyak belajar dari medsos. Contohnya belajar membuat kue di saluran YouTube, belajar membuat konten unboxing melalui Instagram, dan lainnya. Fenomena belajar dari internet membuat Pak Virandy berpikiran untuk menggunakan media sosial sebagai media ajar untuk asesmen pembelajaran. Harapannya, antusias murid meningkat dan lebih senang belajar, seperti pada masa pandemi yang mengharuskan pembelajaran jarak jauh. Pak Virandy memilih Instagram sebagai media ajarnya karena aplikasi tersebut adalah salah satu media sosial yang paling banyak digunakan. Selain itu, Instagram juga masih jarang digunakan untuk media ajar dalam pembelajaran. Menurut Pak Virandy Instagram menyediakan fitur-fitur yang keren.

Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan Pak Virandy menggunakan media ajar Instagram dalam pembelajaran jarak jauh

NO KEGIATAN
1Menggunakan postingan di feed Instagram untuk memberikan materi pembelajaran dan menginformasikan kepada murid tentang tugas proyek yang akan kerjakan.
2Pak Virandy berkomunikasi dengan muridnya secara langsung (sinkronus), menggunakan fitur live di Instagram. Beberapa kali, ketika live, Pak Virandy melakukan simulasi praktik tentang listrik. Murid dapat bertanya secara langsung di kolom komentar.
3Pak Virandy menghubungkan melalui tautan yang ada di biodata Instagram, yang terkoneksi langsung dengan Google Form untuk pemberian daftar hadir secara daring.
4Pak Virandy melakukan asesmen menggunakan fitur kuis yang ada di story Instagram.
Langkah-langkah Pak Virandy

Menurut Pak Virandy asesmen berupa kuis itu paling keren. Murid-muridnya merasa mendapat pengalaman baru dalam proses belajar. Sebelum membuat kuis, Pak Virandy menyiapkan bank soal, kemudian membuat kunci jawaban. Setelah itu, mendesain bentuk soal. Agar terlihat menarik, dalam mendesainnya menggunakan aplikasi desain grafis,  seperti Canva. Setelah itu Pak Virandy mengunggah soalnya di story Instagram pribadinya. Beberapa soal dibuat lebih menarik dengan menampilkan suatu karakter gif di salindia soal tertentu. Pak Virandy merasa senang sekali, ternyata murid-muridnya sangat antusias mengikuti kuis melalui story Instagram.

Pembelajaran melalui Instagram membuat Pak Virandy lebih memahami bahwa pembelajaran jarak jauh tidak harus dirancang melalui aplikasi pembelajaran yang konvensional. Dengan media sosial, ternyata dapat membuat pembelajaran lebih menarik. Harapan Pak Virandy adalah pembelajarannya semoga dapat lebih bermakna. Fitur kuis dalam Instagram sangat membantu dalam proses asesmen. Seperti statistik atau analisis butir soal dapat dilihat melalui fitur tersebut. Beberapa rekan Pak Virandy ternyata juga ikut menyelesaikan kuisnya. Pak Virandy percaya bahwa jika guru mau berinovasi sedikit saja, proses pembelajaran akan lebih bermakna. Dengan memanfaatkan fungsi fitur-fitur media sosial, seperti Instagram.

Bagaimana Bapak dan Ibu Guru apakah pengalaman Pak Virandy menjawab permasalahan pembelajaran dan memberikan inspirasi? Bapak dan Ibu Guru mari ikuti Temu Pendidik Nusantara VIII 19-21 November 2021 dengan tema merayakan asesmen, mendesain ekosistem belajar. Dapatkan inspirasi pembelajaran lainnya dari #1000 Pembicara. Mari daftar di Temu Pendidikan Nusantara VIII! 

Klik : https://tpn.gurubelajar.org

Sumber : Surat Kabar Guru Belajar Edisi 3 Tahun Keenam

About the Author
Penulis Cerita - Desainer Program Guru Belajar | Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Universitas Negeri Surabaya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: