Memahami Arti Merdeka Belajar

Penulis : Rahmah | 7 Jun, 2020 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Merdeka Belajar

Mengapa harus memahami arti merdeka belajar? Kata merdeka belajar menjadi trend di kalangan guru Ketika Menteri Pendididikan mengaungkan kata tersebut. Namun tak jarang guru salah paham akan arti merdeka belajar. Apakah arti merdeka belajar adalah guru atau murid bebas untuk belajar apa saja sesuka hati atau bagaimana?

Apa sebenarnya tujuan Pendidikan? Jika tujuan Pendidikan adalah untuk menjawab soal, maka kita cukup mengajarkan anak menjawab soal dengan benar. Namun jika tujuan Pendidikan adalah agar anak mampu mempelajari dan menjawab tantangan hidup, maka selaku guru kita perlu mengajarkan murid untuk merdeka belajar.

Nonton Bareng Video Guru Merdeka Belajar

Nah untuk menjawab penasaran tersebut, Komunitas Guru Belajar Wajo berinisiasi melakukan Nonton Bareng Merdeka Belajar. Karena adanya pandemi ini, sehingga KGB Wajo pun melaksanakan Nobar melalui aplikasi Webex. Nonton Bareng via webex dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei pukul 13.30 WITA. Dengan host sekaligus moderator Muhammad Takdir yang juga merupakan anggota KGB yang bertugas di SMAN 6 Wajo.

15 menit sebelum acara mulai, host sudah memulai mengaktifkan room yang sudah dibuat seminggu sebelumnya, dan tak lama berselang peserta nobar pun satu persatu mulai joint dalam room meeting. Yang paling mengejutkan adalah bergabungnya Bapak Kepala Cabang DInas Wilayah IV Kab. Wajo Kab. Soppeng setelah diminta kesediannya berpartisipasi oleh penggerak KGB Wajo.

Tepat pukul 13.30 WITA, acara pun dibuka oleh moderator. Jumlah peserta yang bergabung pada saat itu 15 orang yang diantaranya penggerak KGB Wajo, guru-guru yang berasal dari SMKN 1 Wajo, SMKN 2 Wajo, SMAN 2 Wajo, SMAN 6 Wajo, SMP Makassar dan Kepala Cabang DInas Wilayah IV.

Acara nobar pun dimulai dengan moderator menyapa peserta pada saat itu lalu menyilahkan mengisi daftar hadir yang sudah disematkanpada kolom chat. Beberapa saat setelah itu, moderator mempersilahkan Ibu Sitti Rahmah selaku penggerak KGB untuk memberi pengantar sebelum acara inti.

Memahami Arti Merdeka Belajar

Dalam pengantarnya, penggerak KGB Wajo yang disapa Ibu Rahmah ini memperkenalkan KGB, mulai dari sejak deklarasi KGB pada TPN kedua di Jakarta sampai ke program KGB seperti TPD luring maupun daring yang sering dilakukan via Whatsapp. Ibu Rahmah berharap bahwa setelah bapak ibu guru memahami arti merdeka belajar, para guru yang belum bergabung menjadi tertarik untuk ikut bergabung dan mendaftar menjadi anggota KGB. Setelah memberikan pengantar, moderator pun melanjutkan dengan pemutaran video.

menonton penjelasan arti merdeka belajar

Miskonsepsi/Salah Kaprah Guru Belajar

Dalam video tersebut, Ibu Elaa mengatakan bahwa penghambat kemajuan Pendidikan di Indonesia sebenarnya adalah miskonsepsi yang membelenggu para guru dalam proses pengembangan diri.

Miskonsepsi tersebut diantaranya:

  • Miskonsepsi 1: Guru hanya akan akan belajar bila ada insentif, janji sertikat, ataupun penghargaan.
  • Miskonsepsi 2: Guru hanya bisa belajar dari pakar dan ahli.
  • Miskonsepsi 3 : Guru hanya perlu mengikuti resep standar, “how to” bagaimana melakukan sesuatu.
  • Miskonsepsi 4: Pengembangan guru bisa dilakukan instan, dipaksakan dengan target terburu-buru.
  • Miskonsepsi 5: Kompetensi guru adalah soal kemampuan dan pengukuran individu.

Menyepakati tujuan dan cita-cita tidak mudah, namun saya selalu mengatakan, di dunia pendidikan, yang jauh lebih sulit adalah menyepakati cara. Kalau kita memilih pendekatan Guru Belajar, maka kita memilih cara alternatif, cara yang terasa lebih sulit, namun saya yakini menjadi titik perubahan reformasi pendidikan saat berbicara tentang pengembangan guru.

Menyepakati tujuan dan cita-cita tidak mudah, namun Ibu Elaa mengatakan, di dunia pendidikan, yang jauh lebih sulit adalah menyepakati cara. Kalau kita memilih pendekatan Guru Belajar, maka kita memilih cara alternatif, cara yang terasa lebih sulit, namun Ibu Elaa yakin akan menjadi titik perubahan reformasi pendidikan saat berbicara tentang pengembangan guru. Dan guru merdeka belajar adalah kunci dari perubahan pendidikan.

Dimensi Merdeka Belajar yang Perlu Diterapkan

Meneguhkan komitmen adalah modal awal merdeka belajar, apa tujuan kita sebagai pendidik. Kita harus bisa membedakan cara dengan tujuan. Rangking, akreditasi, ujian, seleksi adalah cara yang saat ini seringkali menjadi tujuan dan prioritas utama diatas tujuan pendidikan nasional dan misi pribadi kita masing-masing saat memilih menjadi pendidik. Guru yang merdeka belajar adalah guru yang mandiri. Mandiri adalah proses yang kita gerakan. Mandiri dalam arti sesungguhnya adalah memegang kendali. Pendidik yang merdeka belajar terus melakukan refleksi. Refleksi itu sebuah proses yang sangat tidak nyaman dan penuh resiko. Komitmen, mandiri, refleksi. Tiga kata, tiga dimensi merdeka belajar, namun kompleksitas pendidikan yang sangat interdisiplin, membuatnya tidak mudah diwujudkan.

Upaya untuk mengubah ekosistem pendidikan butuh dana lebih besar, melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan dan membutuhkan waktu lebih panjang terkadang tanpa bukti nyata keberhasilan. Tak heran pendidikan selalu dikatakan penting, tapi tidak pernah menjadi prioritas. Tak heran sebagian dari kita frustasi. Tak heran sebagian memilih keluar dari sistem, memilih “exit” bukan “voice”. Tapi guru di komunitas guru belajar yakin bahwa satu-satunya cara untuk mewujudkan merdeka belajar adalah memilih berdaya dengan bersuara lebih keras.

Komunitas guru belajar tidak bisa sendirian. Melawan miskonsepsi tentang pendidikan, hanya bisa dilakukan bersama-sama. Pendidik adalah kita semua, guru, orangtua, peneliti, kepala sekolah, pemimpin komunitas dan organisasi, ketua komite, pejabat pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Praktik baik melalui proses belajar terus menerus di setiap tempat, yang hanya bisa tercapai dengan kemerdekaan belajar.

Refleksi Diri Guru

Diakhir pidato, Ibu Elaa dalam video tersebut menekankan bahwa merdeka bukan soal menunggu orang lain, merdeka belajar adalah percaya bahwa kita dan apa yang kita lakukan adalah apa yang kita nantikan-nantikan.
Video yang berdurasi kurang lebih 14 menit tersebut pun kemudian berakhir, lalu moderator memberi kesempatan untuk berefleksi atas video tersebut dengan mengajukan beberapa pertanyaan diantaranya :
Pertanyaan pertama : diantara semua miskonsepsi, mana yang paling menggambarkan diri anda?

Dari semua peserta nobar, Ibu Rahmah menyatakan bahwa miskonsepsi yang menggambarkan dirinya sebelum bergabung dalam KGB adalah miskonsepsi yang kedua yakni belajar hanya dapat dari ahli atau pakar. Dia menyatakan bahwa dulu dirinya paling senang mengikuti diklat-diklat yang pematerinya adalah Professor, namun setelah mengikuti TPN 2017 dia sadar bahwa belajar pun bisa dari sesama teman guru yang nyata sudah melakukan praktik baik.

Ciri Guru Merdeka Belajar

Pertanyaan kedua: ciri guru merdeka belajar adalah komitmen pada tujuan, mandiri terhadap cara belajar, dan melakukan refleksi. Apakah anda setuju dengan pernyataan tersebut, dan apa alasannya? Pertanyaan ini dijawab oleh Pak Asri dari SMAN 2 Wajo. Dia mengatakan bahwa saat ini masih banyak guru yang belum merdeka belajar, terutama dalam masa BDR. Guru masih terkungkung oleh format laporan yang dikirim oleh pengawas untuk memantau keterlaksanaan BDR selaama masa pendemi. Hal kedua yang disampaikan oleh Pak Asri bahwasanya Penilaian Akhir Tahun seharusnya tidak seperti penilai ketika dilakukan di sekolah. Jangan setiap guru mapel memberi penilaian sendiri-sendiri, tetapi 3-4 guru bisa berkolaborasi Menyusun penilaian yang terintegrasi. Pertanyaan ketiga : Apakah anda ingin menjadi Guru Merdeka Belajar? Apa alasannya?

Membahas merdeka belajar secara online

Sampai pada petanyaan ini, Bapak Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) berpendapat bahwa merdeka itu bukan berarti bebas mau semaunya melakukan apa yang disukai, dan tujuan utama BDR selama masa pendemi bukan sekedar menuntaskan materi tetapi bagaimana anak tetap belajar dan melakukan aktivitas bermakna.

Bapak Kacabdin juga mengingatkan para guru bahwa apabila murid melakukan suatu kesalahan, jangan pernah menghujat anak tersebut. Dan terakhir dari beliau , bahwasanya belajar itu bisa kapan saja dan dimana saja. Pertanyaan keempat : Sebagai Guru Merdeka Belajar, apa perubahan yang ingin anda lakukan di kelas?

Tiba pada pertanyaan ini, Pak asri Kembali berkomentar bahwa pada dasarnya anak-anak itu senang ke sekolah tetapi paling senang apabila gurunya tidak masuk mengajar. Jadi Pak Asri menegaskan bahwa
dia ingin membuat murid-murid bahagia masuk kelas.

Baca Juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Pertanyaan kelima : sebagai Guru Merdeka Belajar, apa pengembangan diri yang ingin anda lakukan Bersama Komunitas Guru Belajar? Pada pertanyaan ini, Ibu delsi dari bandung memberikan usul untuk membuat pelatihan cara pembuatan video pembelajaran. Hal ini dipertegas oleh Pak Takdir dengan menceritakan pengalamannya mengajar melalui youtube selama masa pandemic karena permintaan dari murid sendiri yang sudah jenuh belajar melalui aplikasi WA.

Setelah sesi refleksi ,moderator pun memberi kesempatan kepada peserta nobar untuk berkomentar. Kesempatan pertama oleh Pak Mustakim dari SMAN 6 Wajo. Pak Mustakim yang belum bergabung di KGB ini menyarankan bahwa informasi kegiatan sebaiknya disebarluaskan agar lebih banyak lagi guru yang bisa ikut. Setelah saran dari Pak Mustakim tersebut, moderator pun memberi kesempatan kepada penggerak
untuk memberikan clossing statement. Penggerak menyatakan bahwa ujung tombak perubahan Pendidikan ada di kelas. Sebagus atau sekeren
apapun kebijakan Menteri, gubernur atau bupati, kalau gurudan murid tidak merdeka belajar yang dimulai di kelas, maka yakin saja perubahan tidak akan pernah terjadi. Jadi kuncinya adalah guru yang Merdeka Belajar. Dan setelah itu, moderator pun menutup acara nobar.

Anda masih penasaran dengan merdeka belajar?

Yuk ikuti pelatihannya
Klik di sini bit.ly/KGCMerdekaBelajar

Pelatihan Merdeka Belajar
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: