Memahami Murid, Langkah Awal Guru Berinovasi

Penulis : Baja Seto | 11 Apr, 2019 | Kategori: Inspirasi Guru Belajar

“Sekarang saya sadar bahwa saya adalah guru dengan fixed mindset. Saya harus berubah !”

Kalimat diatas adalah salah satu refleksi dari peserta pelatihan. Kalimatnya pendek, namun sangat dalam maknanya.

Pelatihan Wardah Inspiring Teacher 2019 adalah pelatihan yang di selenggarakan oleh PT Paragon Technology and Innovation (Wardah) bekerjasama dengan Kampus Guru Cikal. Pelatihan ini diadakan di Hotel De Braga Bandung. Ada 50 peserta yang hadir, bukan hanya dari kota Bandung saja, namun juga dari daerah sekitarnya, ada cimahi, bogor, bahkan bekasi. Pelatihan ini adalah salah satu wujud dari kepedulian Wardah terhadap guru dan pendidikan di Indonesia. Umumnya guru selama ini belum dianggap sebagai profesi yang membanggakan, padahal guru sebagai roda perubahan, guru bersama pemangku kepentingan lain bersinergi bersama demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Dalam menjalankan tugasnya, guru seringkali dihadapkan dengan berbagai tantangan. Tantangan yang berasal dari internal maupun eksternal. Salah satu tantangannya adalah persepsi masyarakat yang umumnya menganggap guru hanya sebagai penyampai materi pelajaran, guru hanya petugas yang bekerja disekolah dan pulang saat jam pelajaran selesai. Lambat laun persepsi ini mengakar dan membuat profesi guru seakan-akan tidak begitu penting. Selain itu guru juga sering menghadapi tantangan dalam mendidik murid. Tantangan yang beragam di setiap jenjang. Guru harus menjadi ujung tombak pendidikan yang bisa membimbing murid, bukan hanya dari sisi akademik, namun juga dari sisi psikologis dan kebutuhan lainya.

Kampus Guru Cikal dipercaya oleh wardah memberikan pelatihan dengan tema “Mendesain untuk Perubahan”. Pelatihan dimulai dengan mengajak peserta berefleksi tentang apa yang dirasakan saat ini. Sesi ini sangat seru, karena peserta diajak berdiskusi kelompok untuk membedakan guru jaman dahulu dan guru jaman sekarang. Kemudian dilanjutkan dengan memaparkan fakta yang terjadi di lapangan terkait pendidikan di abad 21. Selanjutnya peserta diajak untuk memahami 4 kunci pengembangan guru, yaitu kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi dan karir, serta kaitan antara melakukan inovasi dengan mencapai cita-cita guru.

Pelatih menjelaskan tentang 4 kunci pengembangan guru

Pelatihan dilanjutkan dengan materi merancang ide inovasi pengajaran. Dalam sesi ini pelatih mengajak peserta untuk memahami proses menghasilkan inovasi, yaitu empati, mendefinisikan masalah dan merumuskan ide. Para peserta dibagi dalam kelompok sesuai dengan jenjang kelas yang diajarnya. Hal ini bertujuan agar proses diskusi kelompok berjalan dengan lancar dan seluruh anggota kelompok dapat mencurahkan ide dan pengalaman sesuai dengan inovasi pengajaran yang akan dibuat untuk jenjang yang mereka ajar.

Puncaknya, masing-masing kelompok mempresentasikan ide inovasinya kepada narasumber. Cara presentasi masing-masing kelompok dibebaskan, namun hal yang harus tercakup dalam presentasi tersebut adalah, 1. apa yang murid butuhkan untuk mencapai tujuan pembelajaran , 2. apa tantangan yang dialami oleh murid, dan 3. apa ide inovasi untuk mejawab tantangan murid tersebut.

Pelatihan ditutup dengan persembahan paduan suara dari murid SD yang diundang oleh pihak Wardah. Haru menyelimuti ruangan saat para murid menyanyikan lagu “Guruku Tersayang” dan “Terimakasih Guru”. Para guru tersedu sedan, terlihat sekali betapa sayangnya guru dengan murid, betapa murid adalah tujuan besar dari cita-cita guru.

Curah ide memahami murid dengan peta empati

Saya bangga menjadi bagian dari pelatihan ini. Menyaksikan guru dengan semangat belajar yang tinggi adalah sesuatu yang meyakinkan saya. Saya semakin yakin guru adalah pelajar sepanjang hayat. Guru adalah pribadi yang berdaya, tulus dan sangat peduli terhadap muridnya. Saya yakin guru bisa menjadi ujung tombak perubahan pendidikan indonesia.

Sekali lagi, terimakasih guru.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: