Memahami Murid untuk Membangun Kesepakatan Kelas

Penulis : Shanti Yanuarini | 23 Aug, 2019 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Surabaya

Rameeee… Mudik KGB yang ke 13 ini diadakan di Warung Upnormal Lidah Wetan Surabaya pada tanggal 24 Juni 2019 jam 18.00. Tema Membangun Kesepakatan Kelas cukup menarik minat para pendidik yang ada di Surabaya. Hal ini terlihat dari tingkat partisipasi anggota KGB di mana ada 20 orang peserta yang hadir dalam kegiatan ini. 

Mudik kali ini sangat beragam pesertanya. Ada Guru Pendamping Khusus yang mengajar di SMP negeri, guru BK. guru SD, guru SMP, guru SMK maupun aktivis pendidikan. Suasana terasa sangat heterogen dimana peserta bisa saling belajar dari masing-masing jenjang. 

Acara dibuka oleh Ibu Shanti selaku moderator. Pertanyaan seperti : Apa itu kesepakatan kelas, bagaimana membuat kesepakatan kelas, apa perlunya kesepakatan kelas, menjadi topic yang menarik untuk dibicarakan. Topik ini dipandu oleh 2 narasumber yaitu Bu Amel dan Bu Ely yang membantu untuk menyampaikan praktik baik yang pernah dilakukan. 

Sesi pertama diisi oleh Ibu Amalia Jiandra Tiasari dari Kampus Guru Cikal. Karena suasana di warung Upnormal cukup ramai, maka Ibu Amel membagi peserta secara berpasangan. Setelah itu masing-masing pasangan diharapkan dapat bercerita mengenai pandangannya tentang apa yang harusnya dilakukan saat memulai tahun ajaran baru bersama murid. Salah satu pasangan menceritakan pengalamannya saat menjadi murid dan mahamurid. Dosen ataupun guru tidak mengajak anak-anak untuk berdiskusi mengenai apa tujuan yang ingin dicapai atau membuat kesepakatan kelas. Bahkan muncul kalimat yang menarik “Tahun ajaran baru tapi kok ndak ada yang baru”

Ketika waktu mempresentasikan sharingnya  telah habis, bu Amel mengambil kesimpulan bahwa  mengenal murid menjadi hal yang utama sebelum masuk ke agenda atau jadwal belajar yang disusun. Mengenal ini bukan hanya sekedar mengenal nama, melainkan juga mengenal minat murid supaya Guru bisa mencari sela-sela murid saat memulai hubungan di tahun ajaran tersebut. Setelah pengenalan karakter dan minat murid, baru kemudian dibuat kesepakatan kelas. Yang perlu diingat adalah kesepakatan ini dipatuhi oleh kedua belah pihak yaitu pihak sang guru maupun murid.

Kegiatan selanjutnya adalah mencari games yang bisa dijadikan sebagai ice breaking untuk mengenal murid. Hasil diskusi peserta mudis mengenai games yang bisa dipakai untuk mengenal murid langsung dibagikan juga ke grup WA KGB Surabaya, sehingga guru yang tidak hadir bisa mendapat informasi dari kegiatan mudik kali ini.

Sesi berikutnya diisi oleh Ibu Ely dari Sekolah Cikal Surabaya, Di sesi ini bu Ely membagikan pengalamannya membuat kesepakatan kelas bersama para murid. Bu Ely menjelaskan bahwa dalam membangun kesepakatan kelas, maka yang menjadi dasar pemikiran adalah dialog yang diarahkan pada kebutuhan murid sehingga murid tidak diabaikan dalam pembuatan kesepakatan itu. Bu Ely mengajarkan bahwa murid juga harus dapat memahami tujuan pembuatan kesepakatan kelas dan poin-poin kesepakatan. Murid diajak untuk berdiskusi kesepakatan macam apa saja yang hendak diterapkan dan menggali pemahaman mereka, mengapa kesepakatan itu dibuat, dan apa akibatnya apabila kesepakatan itu dilanggar. Dari pemahaman akan akibat pelanggaran, maka murid diharapkan dapat menjaga diri untuk berperilaku sesuai dengan kesepakatan di kelas.

Bu Ely juga mengajarkan, walau mungkin kesepakatan yang dibuat dengan murid dirasa tidak efektif, namun bukan berarti harus dihentikan sama sekali, melainkan harus dievaluasi dalam pelaksanaannya. Evaluasi bisa dilakukan sebulan sekali, per-semester, atau bahkan seminggu sekali jika diperlukan. Kesepakatan kelas itu sendiri bersifat fleksibel,  bisa berkurang atau bertambah sesuai dengan kebutuhan dan tentu saja disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. 

Setelah bercerita mengenai praktik yang pernah dilakukan, bu Ely kemudian membagi menjadi 2 kelompok untuk mencoba membuat kesepakatan kelas. Para peserta tampak antusias dan bersedia untuk sharing mengenai contoh kesepakatan yang dibuat di kelas. Tak terasa diskusi yang sangat informatif ini berlangsung selama 3 jam. Ada banyak kesan dan pesan yang disampaikan oleh para peserta mudik. Bu Rida yang terpaksa absen beberapa kali dari kegiatan mudik KGB menyatakan bahwa mudik kali ini mengobati kangennya. Pak Gharud pun menimpali “mudik ini sangat menarik, apalagi karena banyak yang datang”. Pak Gharud berharap semoga makin banyak acara yang diadakan oleh KGB agar makin banyak ide untuk belajar dan berkembang bersama para murid. 

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: