Menanggapi Fenomena Kecanduan Game

Penulis : Erna Sugiarti | 12 Dec, 2019 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Semarang, Temu Pendidik Daerah

Nunung

Pada Temu Pendidik Daring KGB Semarang kali ini, kita akan belajar ilmu yang pasti asyik dan menarik yaitu tentang “Board Game” bersama narasumber yang super sekali. Beliau adalah Bapak Anggayudha AR, atau kerap disapa dengan Pak Aye

Anggayudha Malam ini kita akan banyak berdiskusi. Alih alih penyampaian materi searah. Ngomong ngomong soal game, apa pendapat teman-teman guru tentang berita berikut ini:

Kecanduan Game Online, 3 Pelajar di Aceh Bobol Sekolah

Banda Aceh – Tiga pelajar di Aceh Tengah, Aceh, nekat membobol sekolah SMK 2 Takengon karena kecanduan game online. Aksi ketiganya terekam kamera CCTV.

“Mereka membobol sekolah dan mengambil uang Rp 3 juta di dalam laci. Mereka menghabiskan uang itu ke warnet,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah Iptu Agus Riwanto Diputra saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (20/2/2019).

Aksi pencurian dilakukan ketiga pelaku yang berusia 15 tahun dan 16 tahun pada Sabtu 16 Februari sekitar pukul 23.56 WIB. Para pelaku masuk ke ruang dewan guru dengan merusak pintu menggunakan obeng. Setelah berhasil membobol pintu, mereka mengambil uang di dalam laci. Sebelum kabur, para pelaku juga sempat merusak kamera CCTV. Namun aksi mereka terekam kamera pengintai tersebut.

Sehari berselang, petugas kebersihan melaporkan aksi pencurian ke pihak sekolah. Saksi saat itu melihat pintu sekolah dalam keadaan rusak dan terbuka. “Setelah dicek oleh pihak sekolah, uang dalam dompet yang ditaruh di laci sudah hilang. CCTV di ruangan tersebut juga hilang,” jelas Agus.

Aksi pencurian itu kemudian dilapor ke Polsek Pegasing. Polisi turun tangan melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. Ketiga pelaku akhirnya ditangkap di lokasi terpisah Selasa (19/2) kemarin sekitar pukul 18.30 WIB. “Kami akan melakukan koordinasi dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan) untuk memproses mereka,” ujarnya.(agse/aan)

https://news.detik.com/berita/d-4435948/kecanduan-game-online-3-pelajar-di-aceh-bobol-sekolah

Apa yang ada dalam benak bapak ibu ketika membaca artikel singkat tersebut? Silakan disampaikan dalam grup ini.

Erna Sugiarti

Sedih atas tindakan yang akhirnya dipilih anak-anak tersebut. Kembali lagi pasti hal-hal demikian terjadi bukan tanpa sebab ya pak. Game identik dengan kecanduan, nah kalau kurang bisa merefleksikan, apalagi ditambah tekanan yang dihadapi siswa entah di sekolah entah di luar sekolah, akhirnya terhanyut, dan akhirnya seperti itu.

Anggayudha

Jadi sebenarnya menurut Bu Erna tidak ada yang salah dengan gamenya ya?

Anggayudha 

Jadi sebenarnya sepakat ya bahwa game itu seperti obat. Kalau digunakan dengan dosis yang tepat bisa bermanfaat. Tapi kalau kebanyakan malah jadi mudarat (keburukan).

Miwahyudi

Di berita ini mereka disebut pelaku, kalau menurut pandangan saya sebenarnya mereka merupakan korban kurangnya kontrol teknologi baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Anggayudha 

Apa saja manfaat bermain game? Setiap orang pasti punya pendapat nya. Tapi Paling tidak ini adalah 5 manfaat bermain game, khususnya board game bagi saya.

Simak videonya di sini Lalu tinggalkan komentar ya:

Lalu bagaimana cara kita memanfaatkan board game untuk pengajaran? Bagaimana cara memilih board game yang tepat? Jawaban sederhana dari kedua pertanyaan tersebut adalah: gunakan board game yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Jadi pertama-tama kita perlu mengidentifikasi terlebih dahulu: setelah selesai dari sesi pembelajaran, kita ingin siswa menjadi seperti apa? Keahlian/pengetahuan apa yang ingin kita tumbuhkan dalam diri siswa setelah belajar bersama kita? Kedua, kita bisa buat daftar permainan papan yang sudah pernah kita mainkan, lalu identifikasi kira kira jika memainkan permainan itu, keahlian/pengetahuan apa yang bisa kita dapatkan? Ketiga, jika sudah, kita bisa coba cari tahu apakah tujuan pembelajaran sejalan dengan tujuan permainan? Kalaupun kurang cocok, pikirkan: bagian mana dalam permainan yang dapat kita modifikasi agar bisa mencapai tujuan pembelajaran? Kalau masih bingung dengan tahap ketiga, silakan baca tulisan lengkap cara merancang model permainan untuk pengajaran di blog saya di http://educafamilia.com/2019/01/15/merancang-model-pembelajaran-berbasis-permainan/

Contohnya: misalkan saya ingin mengajarkan materi kimia tentang pereaksi pembatas.

Tahap 1: tentukan tujuan pembelajaran

Saya menetapkan tujuan pembelajaran saya adalah siswa bisa menentukan pereaksi pembatas dari suatu reaksi kimia.

Tahap 2: identifikasi daftar permainan yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan tersebut

Ini adalah daftar permainan yang menurut saya relevan dengan tujuan tersebut:

1. Yacthzee: mekanisme mengumpulkan resource

2. Monopoli: mekanisme membeli kartu dengan uang

3. Yu-Gi-Oh!: mekanisme menggabungkan kartu untuk mendapatkan kartu lainnya

4. King of Tokyo: jenis dadu yang berbeda-beda

Tahap 3: penyesuaian

Saya coba sesuaikan mekanisme permainannya. Saya hanya mengambil sebagian mekanisme dari permainan tersebut.

Dan akhirnya dari semua tahapan tersebut saya membuat sebuah permainan sederhana untuk mengajarkan konsep pereaksi pembatas. Bagi yang penasaran bagaimana cara bermainnya bisa cek tulisan saya di  http://educafamilia.com/2019/02/13/mekanika-permainan-03-pilih-dadu/

Tapi ngomong-ngomong, contoh yang saya sampaikan tadi terkesan kompleks sih. Mungkin karena memang materi ajarnya yang agak kompleks. Kalau materi yang diajarkan sederhana tentu model board game yang digunakan juga lebih sederhana. Seperti yang dicontohkan oleh salah satu guru KGB. Ia ingin mengenalkan konsep hewan yang halal dan haram dimakan kepada murid TK. 

Tujuannya: murid tau hewan yang halal dan haram dimakan

Board Game Yang kira-kira relevant: catur

Penyesuaian: bidak catur diganti dengan mainnya hewan-hewan. Cara bermainnya dimodifikasi. Murid diminta meletakkan hewan yang menurutnya haram di petak hitam, hewan yang menurutnya halal dimakan diletakkan di bidak putih. Mudah kan?

Nah begitulah menurut saya kira kira tahapan yang bisa kita lalui untuk memanfaatkan board game sebagai media ajar. Selebihnya saya kembalikan ke bu moderator.

Nunung

Baiklah Pak Aye, seru sekali ya pastinya Kalau kita implementasikan di kelas. Anak-anak jadi belajar tentang aturan, integritas, melatih kemampuan, dan pastinya senang sekali, tidak sadar kalau mereka sedang belajar materi.

SESI TANYA JAWAB

Erna Sugiarti

Materinya menarik sekali pak. Saya membayangkan antusiasnya anak-anak belajar bisa sambil game, selama ini lebih sering game jadi pengantar atau sekadar pengisi waktu luang anak-anak. Sayangnya, referensi daftar board game saya tampaknya masih sangat terbatas. Boleh beri referensi board game pak? pembelajaran anak kelas 1 SD khususnya, atau boleh juga untuk semua jenjang 🙏

Kedua, bagaimana tips melakukan de-brief/refleksi pak?

Anggayudha 

Ada beberapa permainan Bu. Tergantung tujuannya apa. Yang pernah saya mainkan sih bermain fundora, bisa dilihat di.

Atau boleh coba permainan cocoklogi, saya coba modifikasi dari permainan kartu SET.

Setiya

Saya pernah membuat broad game dengan ular tangga dan monopoli yang saya padukan pak. Anak-anak malah pengen terus dan menagih bermain terus pada hari selanjutnya pak. Apakah itu efek baik pak? Saya setuju dengan Bu Erna, kita butuh referensi untuk membuat board game pak.

Anggayudha 

Menurut saya di sinilah peran kita sebagai guru, sebagai fasilitator belajar anak anak. Kita bisa mengarahkan mereka untuk bermain saat waktunya saja. Cuma saya khawatir, kalau sudah jadi candu efeknya tidak baik. Sesuai dengan kondisi aja bu.  Memang biasanya kalau sama anak-anak, ketika mereka merasa permainannya seru mereka akan minta lagi dan lagi. Tapi kita juga perlu hati hati, jangan sampai mudah menjudge anak kecanduan.

Nunung

Baiklah, bapak ibu, intinya pintar-pintarnya kita mengatur irama di kelas, kapan momen yang tepat kita beri board game, kapan kita menggunakan strategi lain. Kira-kira begitu mungkin ya Pak Aye.

Anggayudha 

Persis. Dan saya juga ingin menyampaikan bahwa boardgame bukan satu-satunya media belajar.

Elvrida Rosa

Saya tertarik pengen tahu board games apa yang pertama kali pak Aye buat untuk pembelajaran kala itu dan bagaimana cara mainnya? Dan setelah itu apa yang membuat Pak Aye semakin mencintai dunia board games?

Anggayudha 

Halo Bu Rosa. Wah permainan yang dulu saya kembangkan masih cupu sekali Bu. Permainan pertama namanya mathblock, bukan Board Game. Tapi table top game. Yang kedua namanya mathquest, cara seting nya rumit. Ini link nya:

Yang ketiga namanya fundora. Yang membuat saya suka board game? Jawabannya ada di vlog yang ini https://youtu.be/2BWYv6ZT584

Erna Sugiarti

Tips melakukan de-brief/refleksinya bagaimana pak? Agar kebermaknaan dan proses belajar bisa direfleksikan oleh anak-anak sendiri di samping “bahagia” adalah faktor penting juga. Sejalan sama pertanyaan tentang kecanduan juga sih pak.

Anggayudha 

Yang saya tahu proses de-brief itu sifatnya reflektif bu. Jadi kita bisa menanyakan ke murid.

Bagian mana yang sulit? Apa yang kamu rasakan? Coba menurut kamu kenapa dia bisa menang? Jadi buat menang apa yang bisa kita lakukan? Dan sebagainya. Yang jelas pertanyaannya sebaiknya open ended questions. Pertanyaan terbuka. Yang memicu diskusi lebih lanjut.

Nur Hamidah 

Pak  mohon maaf bertanya apakah board game itu harus disesuaikan dengan tema pembelajaran ataukah bebas pak terimakasih.

Anggayudha Tergantung Bu. Cuma menurut saya, kalau kita bisa kaitkan dengan konteks pembelajaran, topiknya perlu sejalan

Nunung

Baik bapak ibu semua, termin ke-2 sudah selesai dan akhirnya kita sudah di penghujung acara, sebelum saya tutup mohon Pak Aye bisa memberikan simpulannya. Silakan Pak.

Anggayudha Jadi untuk merancang board game untuk pengajaran ada 3 tahap yang perlu kita lewati

Tahap 1: tentukan tujuan pembelajaran

Tahap 2: identifikasi daftar permainan yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Tahap 3: coba sesuaikan mekanisme permainannya

Kuncinya ada di pengalaman kita memainkan board game. Semakin banyak database permainan yang pernah kita mainkan semakin banyak ide permainan yang bisa kita ciptakan. Jadi banyak banyaklah bermain. Pastinya permainan yang bermakna ya.

Tags: ,
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: