Meningkatkan Motivasi Belajar pada Praktik Merdeka Belajar

Penulis : OKTAVIANUS ADHI NUGROHO | 25 Okt, 2021 | Kategori: Asesmen, Merdeka Belajar
Meningkatkan Motivasi Belajar pada Praktik Merdeka Belajar

Apakah murid Bapak dan Ibu guru malas belajar? Tampak kurang memiliki motivasi belajar? Ketika pembelajaran murid menundukkan kepala di atas meja, pasif, dan cuek. Bingung bagaimana cara untuk mengatasinya? Bu Ameliasari Tauresia Kesuma  adalah guru yang mengajar pelajaran Ekonomi dan Akuntansi di Madrasah Aliyah Negeri Salatiga. Bu Amel akan berbagi pengalamannya dalam meningkatkan motivasi belajar pada praktik merdeka belajar. Bu Amel memiliki satu kelas yang istimewa dengan jumlah 20 murid laki-laki dan 15 murid perempuan berusia sekitar 16-17 tahun. Murid laki-laki ini kurang  menunjukkan motivasi belajarnya. Mereka juga belum melakukan empati karena mereka sering rebahan di meja, mendengarkan musik, dan bermain gawai. Selain itu mereka juga sering melakukan membolos dan terlambat masuk kelas. Latar belakang ekonomi keluarga murid laki-laki sebagian besar kurang mampu dan ada yang keluarganya bercerai.

Bu Amel merasa kesulitan ketika belajar bersama mereka di dalam kelas karena tugas yang diberikan dikerjakan secara setengah-setengah. Pernah diputarkan video inspiratif tetapi komentar mereka menunjukkan ketidakpeduliannya dan ketika dijelaskan mereka malah cuek. Keadaan semakin parah,  Bu Amel sampai membuat kesepakatan jika terlambat masuk kelas, konsekuensinya adalah harus ke ruang bimbingan konseling untuk mengambil surat izin masuk kelas. Setelah dari ruang bimbingan konseling mereka mendapatkan surat pernyataan yang tertulis mereka tidak akan mengulangi perbuatannya. Tetapi pada kenyataannya mereka tidak menyesali perbuatanya, sehingga Bu Amel merobek surat pernyataan mereka. Bu Amel tidak suka permintaan maaf yang palsu dan terkesan formalitas saja.

Semua guru yang mengajar di kelas istimewa ternyata juga mengeluhkan hal yang sama seperti yang dirasakan Bu Amel. Bu Amel merasa kasihan karena ada 15 murid perempuan yang tentu akan terganggu karena sikap murid laki-laki. Bu Amel teringat tentang murid-muridnya Erin Gruwell dalam film Freedom Writer, Louanne Johnson, Dangerous Mind, dan Ron Clark.

Bu Amel kemudian mendapatkan inspirasi dari film Freedom Writer. Rencananya jam pelajaran ke-3 dan ke-4 dialihkan untuk ulangan harian. Bu Amel memberikan selembar kertas putih untuk kemudian membuat jadwal apa yang ingin mereka lakukan saat pelajarannya selama tiga minggu menjelang ujian akhir semester. Bu Amel juga memberikan pilihan belajar yang sesuai rincian silabus pembelajaran seperti membaca artikel, membaca buku, mendengarkan musik, dan kegiatan sesuai yang murid inginkan seperti menggambar, mempelajari pelajaran lain, tidur, main gawai, merenung, dan apa saja. Bagi murid yang tidak belajar dengan Bu Amel, diwajibkan menulis kisahnya saat belajar bebas tentang apa yang ditemukan, dirasakan, atau apa saja.

Setelah itu Bu Amel merekap data jadwal muridnya dan menempelkan di kelas. Dengan cara seperti itu semua tau apa yang diinginkan saat belajar bersama Bu Amel. Bu Amel mencoba menghargai keinginan murid-muridnya, tetapi tetap kondusif. Setelah itu Bu Amel merekap jadwal yang sudah dibuat murid-murid di komputer. Ketika pertemuan berikutnya Bu Amel menampilkan rekapan jadwal di depan kelas. Murid-murid yang tidak ingin belajar dengan Bu Amel diberikan selembar kertas untuk menuliskan apa saja yang akan mereka lakukan. Sebagian murid yang ingin belajar dengan Bu Amel mengerjakan berbagai worksheet yang sudah dipersiapkan.

Bu Amel merasa tidak sabar karena menunggu hasil tulisan murid yang tidak ingin belajar bersamanya. Muncul pertanyaan apakah mereka mau menuliskan kisahnya sendiri?. Dan hasilnya ternyata, mereka mau menuliskan kisahnya sendiri.

Tulisan yang mereka tulis sangat menarik ada yang lucu, menyenangkan, dan mengharukan. Bu Amel terkejut ketika membaca bahwa ada yang menulis meminta untuk didoakan supaya cepat sadar dan semangat karena sudah di kelas akhir dan sebentar lagi akan ujian nasional. Ada juga yang menjelaskan tentang perasaannya yang mau malas-malasan atau rajin mengikuti kelas dengan Bu Amel. Sebagian ada juga yang menulis tentang balapan, modifikasi motor, dan sepak bola.

Baca juga : Gaya Belajar Murid & Merdeka Belajar

Bu Amel merasa heran ketika pertemuan berikutnya bahwa murid-murid yang sebelumnya tidak ingin ikut belajar bersamanya, menjadi ingin ikut pelajaran. Mereka beralasan malu karena menulis. Padahal Bu Amel menyukai tulisan mereka dan ingin terus membaca serta mengetahui apa saja yang mereka sampaikan. Bu Amel juga merasa kaget ketika mereka meminta untuk tambahan waktu belajar bersamanya.

Pada saat motivasi internal murid sudah muncul, maka merdeka belajar dapat dilakukan. Ternyata tujuan mereka adalah lulus ujian nasional. Hal itu memberikan tantangan Bu Amel untuk mengubah pola pikir mereka. Mungkin mereka tidak tahu bahwa ada tujuan lainnya ketika belajar Akuntansi. Bu Amel mengajak mereka mengobrol tentang menjadi pengusaha, berdagang, menghitung laba, menghitung kekayaan dan akhirnya mereka tau manfaatnya. Bu Amel mengajarkan berbagai metode belajar yang dapat dipilih murid-muridnya supaya membantu dalam belajar akuntansi.

Bu Amel membuat asesmen akhir menjadi nyaman karena penilaian kemampuan didiskusikan bersama. Murid yang biasanya mendapatkan rangking akan merasa heran karena tidak ada yang baik dan jelek. Sehingga tidak ada persaingan, tetapi yang ada adalah saling membantu untuk maju bersama dan paham bersama. Bu Amel sangat menyadari karena butuh energi yang banyak untuk mengubah pola pikir merdeka belajar. Dengan begitu Bu Amel dan murid-murid akhirnya tau apa yang yang mereka inginkan saat belajar, mereka merasa dihargai dan didengarkan. Tumbuhnya kesadaran karena hidup membutuhkan belajar.

Bagaimana Bapak dan Ibu Guru, apakah pengalaman Bu Amel menginspirasi dan memberikan solusi? Jangan lupa Bapak dan Ibu Guru mari ikuti Temu Pendidik Nusantara VIII 19-21 November 2021 dengan tema merayakan asesmen, mendesain ekosistem merdeka belajar. Dapatkan inspirasi pembelajaran lainnya dari #1000 Pembicara. Mari daftar di Temu Pendidik Nusantara VIII! 

Klik : https://tpn.gurubelajar.org

About the Author
Penulis Cerita - Desainer Program Guru Belajar | Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Universitas Negeri Surabaya

2 thoughts on “Meningkatkan Motivasi Belajar pada Praktik Merdeka Belajar”

  1. Restu berkata:

    Wih solutif, Iki kek masalah Ning sekolah ku

  2. Sekar Puji berkata:

    Sangat inspiratif sekali. Terimakasih banyak, Pak.

Leave a Reply

%d bloggers like this: