Menjadi Guru SMK yang Menghantarkan Murid Siap Bekerja

Penulis : Yosinta Maharani Here | 28 Jan, 2022 | Kategori: Merdeka Belajar

Sebagai guru SMK, apa keresahan yang paling mengganggu pikiran Bapak/Ibu selama ini? Apakah pernah cemas karena murid tidak kunjung mendapatkan pekerjaan setelah lulus?

Merasa sudah merancang RPP dengan baik tapi ternyata murid tidak bisa mengembangkan kompetensi secara maksimal? Sehingga pada akhirnya gagal untuk bisa selaras dengan kebutuhan industri.

Keresahan yang sama pasti juga terasa bagi Bapak/Ibu kepala sekolah. Bapak/Ibu sudah mengembangkan program yang melibatkan pemangku kebijakan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), namun ternyata kerjasama tidak berlanjut setelah  murid PKL. Alasan utamanya karena terdapat kesenjangan kompetensi murid dengan kompetensi yang diharapkan pihak DUDI.

Pada akhirnya, kenyataan bahwa angka pengangguran tertinggi merupakan lulusan SMK menjadi beban tersendiri bagi Bapak/Ibu pemimpin serta guru SMK.

Merespon pergumulan tersebut, Kampus Pemimpin Merdeka bekerjasama dengan Karier.mu menginisiasi sebuah program untuk menjawab berbagai tantangan sekolah vokasi di atas, yaitu Sekolah Merdeka Belajar (SMB) Vokasi.

Saatnya Pemimpin dan Guru SMK Juga Belajar

Hadir sebagai pembicara pada pembukaan program SMB Vokasi pada 18 Januari lalu, Bukik Setiawan, Ketua Yayasan Guru Belajar, mengatakan bahwa terdapat miskonsepsi mengenai guru belajar. Hal tersebut mengakibatkan peran guru selama setidaknya tiga puluh tahun terakhir tereduksi, dari yang awalnya merupakan subjek lalu hanya menjadi objek dalam dunia pendidikan.

Miskonsepsi tersebut ialah bagaimana guru hanya mau belajar ketika mendapatkan imbalan seperti insentif, sertifikat, atau SK. Motivasi untuk terus belajar tidak dari dalam diri namun dari iming-iming tersebut.

Baca juga: Murid Diam karena Takut, Bukan Paham, Guru Perlu Bagaimana?

Padahal sejatinya belajar adalah kebutuhan guru sebagai manusia. Tidak hanya murid Bapak/Ibu yang butuh belajar, namun juga Bapak/Ibu sebagai guru mereka.

Terlebih pekerjaan Bapak/Ibu sebagai guru sangat dinamis dan harus terus menghadapi perubahan. Bahkan dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa profesi guru adalah satu dari lima pekerjaan yang memiliki tingkat stress paling tinggi akibat hal tersebut.

Jika tidak terus belajar, bagaimana bisa meningkatkan kompetensi agar tetap seiring dengan perubahan? Apabila belajar tidak menjadi kebutuhan, bagaimana sebagai guru SMK dapat menghantarkan murid mencapai kompetensi yang selaras dengan dunia industri?

Dengan terus belajar dan menunjukkan kompetensi, guru tidak hanya bisa menjadi objek yang hanya menunggu perintah untuk menjalankan perubahan dari pemangku kebijakan. Lebih dari itu, guru harus bisa menjadi bagian dari penggerak perubahan.

Apa yang Dipelajari di SMB Vokasi?

SMB Vokasi merupakan tempat belajar selama tiga bulan untuk guru SMK yang menggunakan empat kunci pengembangan yaitu kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi, dan karier. Melalui prinsip kemerdekaan, Bapak/Ibu guru secara merdeka dapat mengatur waktu belajarnya sendiri secara asinkron. Belasan modul dapat diakses melalui aplikasi karier.mu.

Pada kunci kompetensi, Bapak/Ibu mendapat kesempatan untuk mengikuti sesi mentoring dari para mentor hebat yang siap membagikan praktik baik dari pengalamannya hingga menjawab pertanyaan Bapak/Ibu. Sesi ini akan berjalan sebanyak empat kali selama pelatihan.

Baca juga: Apa Peranan Orangtua dalam Mendidik Anak di Era Disrupsi?

Untuk menjawab keresahan terkait kebutuhan industri, SMB Vokasi juga menyediakan ruang kolaborasi. Pada kesempatan tersebut, Bapak/Ibu pemimpin dan guru SMK dapat melakukan curah gagasan dengan pihak DUDI.

Terakhir, Kampus Pemimpin Merdeka tidak ingin hasil pelatihan ini berhenti pada Bapak/Ibu. Oleh karenanya, setelah serangkaian sesi berlangsung, Bapak/Ibu guru dapat menuliskan praktik baik yang sudah dilakukan untuk terbit dalam Surat Kabar Guru Belajar.

Bapak/Ibu juga bisa menjadi salah satu pembicara Temu Pendidik Nusantara yang diadakan setiap tahunnya. Kesempatan-kesempatan ini dapat mendukung Bapak/Ibu guru untuk mengembangkan karir protean kedepannya.

Siap Menjadi Peserta SMB Vokasi Selanjutnya?

Tahun ini, terdapat puluhan pemimpin dan guru SMK dari 12 sekolah di DKI Jakarta yang menjadi peserta SMB Vokasi. Apakah Bapak/Ibu guru juga ingin menjadi bagian dari perubahan untuk murid-murid seperti pendidik ini?

Yuk ikuti akun Instagram @kampuspemimpinmerdeka agar Bapak/Ibu tidak ketinggalan informasi program-program selanjutnya!

About the Author

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: