KPB: Menjadi Pengawas Sekolah yang Menyenangkan

Penulis : Yosinta Maharani Here | 10 Jan, 2022 | Kategori: Merdeka Belajar

“Kenapa sih guru lama sekali mengurus administrasi sertifikasi? Saya sebagai pengawas sekolah seringkali jadi jengkel!”

“Banyak guru dan kepala sekolah menilai saya pengawas sekolah yang menyebalkan, padahal saya hanya melakukan penilaian kinerja guru sesuai dengan regulasi.”

Jika Bapak/Ibu adalah seorang pengawas sekolah, apakah pernah terbesit pertanyaan keresahan di atas? Berbagai kendala ditemukan di lapangan, seperti dianggap sebagai pengawas yang galak, tidak menyenangkan, atau mungkin “sok”. Ketika Bapak/Ibu datang ke sekolah, guru-guru malah banyak diam, bahkan menghindari.

Tidak tahu harus ke mana berbagi keresahan dan mencari solusi. Pada akhirnya, Bapak/Ibu secara tidak sadar memberikan pembenaran terhadap diri sendiri. Sebab merasa sudah melakukan sesuai dengan tupoksi yang ada.

Bapak/Ibu tidak sendirian. Banyak pengawas yang sering kesulitan bagaimana melakukan koordinasi yang baik dengan para guru dan kepala sekolah. Padahal mungkin Bapak/Ibu merasa memang birokrasi urusan guru atau sekolah memang ribet. Namun mau bagaimana, itu sudah peraturannya, pikir Bapak/Ibu.

Miskonsepsi Pengawas Sekolah

Trisno Widodo, pengawas SMP di Bogor mengatakan bahwa keresahan yang muncul seperti di atas tidak lepas dari miskonsepsi yang pengawas sekolah itu sendiri alami. “Pengawas seringkali merasa lebih tinggi posisinya dari kepala sekolah dan guru,” ungkapnya.

Hal selaras juga disampaikan oleh Juniar, pengawas SMP dari Kota Binjai “Pengawas merasa seperti ‘ndoro bei’, yaitu harus dihormati. Pandangan ini salah besar,” jelas Juniar. “Dulu saat masih salah memahami konsep pengawas, saya datang dan hanya mengawasi, sesuai dengan namanya. Jadi saya hanya mencari apa yang salah dari pihak sekolah,” lanjutnya.

Baca juga: Pengawas Sekolah Berbagi Setulus Hati

Juniar menegaskan bahwa pengawas sekolah harus mengubah pola pikir, mau membuka wawasan, dan yang terpenting mau belajar. Pengawas merupakan bagian dari ekosistem pendidikan, sehingga turut memberikan sumbangsih besar untuk membentuk suasana belajar yang merdeka.

Lebih lanjut, Juniar menjelaskan pengawas merdeka belajar adalah pengawas yang mau mendengarkan. Setelah mengetahui permasalahan guru maupun kepala sekolah, pengawas siap memberikan coaching. Pengawas merdeka belajar tidak hanya mencari hal yang salah tanpa memberi solusi.

Peluncuran Komunitas Pengawas Belajar

Beragam permasalahan di lapangan kerap pengawas sekolah hadapu. Memberi coaching pada ke pihak sekolah bukanlah hal yang mudah. Menjadi pengawas merdeka belajar sulit terlaksana tanpa kolaborasi. Oleh karenanya hadir Komunitas Pengawas Belajar (KPB) yang diprakarsai oleh Yayasan Guru Belajar.

KPB merupakan wadah untuk pengawas sekolah dari berbagai wilayah untuk saling membagi praktik baik. Meskipun berbagai kegiatan bertukar praktik baik telah dilakukan sejak lama, KPB secara resmi baru diluncurkan pada 21 November 2021 lalu di Sekolah Cikal Cilandak.

Baca juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Trisno yang saat ini menjadi sekretaris KPB menjelaskan bahwa visi KPB adalah adanya transformasi pengawas madrasah/sekolah dalam mewujudkan merdeka belajar. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa melalui KPB, para pengawas sekolah dapat bergerak maju bersama untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Juniar, ketua terpilih KPB berharap asosiasi yang saat ini dipimpinnya dapat menjadi komunitas pengawas yang besar dan menjadi penggerak seluruh pengawas untuk meruntuhkan miskonsepsi yang telah ia jelaskan sebelumnya.

Apa Manfaat Bagi Pengawas Sekolah Gabung di KPB?

Sampai sini mungkin Bapak/Ibu bertanya “Memangnya ada apa di KPB sehingga dapat membantu meruntuhkan miskonsepsi? Apa untungnya bagi saya ketika gabung ke komunitas ini?”

Karniti, ketua divisi coaching KPB yang hadir saat peluncuran menjelaskan bahwa sejauh ini terdapat dua program utama di KPB, yaitu Obrolan Bermakna dan Temu Pengawas. Obrolan Bermakna adalah pertemuan mingguan pengawas merdeka belajar dengan sekolah binaannya.

Melalui Obrolan Bermakna, pengawas merdeka belajar mendengarkan apa masalah yang ditemukan dan dihadapi oleh pihak sekolah. Dari temuan masalah tersebut, pengawas memberikan coaching agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. 

Juniar mengungkapkan bahwa melalui Obrolan Bermakna banyak manfaat yang bisa dirasakan baik oleh pengawas maupun guru dan kepala sekolah. “Bahasanya adalah ‘obrolan’, jadi suasana saat menemui pihak sekolah itu kekeluargaan, lumer, dan santai. Sehingga kita tidak merasa kaku untuk berdiskusi,” jelasnya.

Baca juga: Kuota Semangat Belajar yang Tidak Habis-Habis

Sedangkan Temu Pengawas merupakan pertemuan bulanan yang mengundang seluruh pengawas di KPB. Melalui pertemuan tersebut, pengawas dapat mengungkapkan keresahannya dan mendapatkan solusi dari teman sesama pengawas sekolah.

“Biasanya kita awali dengan menentukan topik pembicaraan sesuai dengan isu dan keresahan para pengawas di lapangan. Pada akhirnya kita jadi bertukar pikiran dan tahu jika menemukan permasalahan serupa solusinya seperti apa,” jelas Juniar.

Selain secara rutin mengadakan pertemuan, setiap pengawas di KPB akan mendapatkan modul pembelajaran. Melalui modul tersebut, pengawas dapat belajar banyak hal. Seperti misalnya belajar cara berkomunikasi dengan pihak sekolah dan belajar kepemimpinan. Modul ini akan mempermudah pekerjaan seorang pengawas karena mendapatkan tuntunan yang jelas.

Yuk Menjadi Pengawas Merdeka Belajar!

“Pengawas yang ada di KPB pasti berubah,” ungkap Juniar. Tentu saja maksudnya adalah berubah ke arah positif. Tahu bagaimana caranya  untuk turut membangun ekosistem pendidikan yang merdeka belajar.

Sedangkan menurut Trisno, perubahan tersebut akan terasa ketika pada akhirnya pengawas dirindukan oleh pihak sekolah untuk segera datang. Tidak seperti sebelumnya yang kedatangannya ditakuti. 

Bagi Karniti, salah satu hal unik dari KPB adalah tidak adanya senioritas. “Tidak peduli pendatang baru maupun lama tidak akan dibanding-bandingkan. Tidak ada sebutan senior-junior. Semuanya setara dan sama-sama ingin belajar,” jelasnya.

Oleh karenanya, jika Bapak/Ibu pengawas sekolah baru ingin bergabung dengan KPB tidak perlu ragu. Ekosistem internal KPB akan menyambut Bapak/Ibu dengan hangat, siap membimbing, siap mendengar, dan siap belajar bersama Bapak/Ibu. Yuk menjadi pengawas merdeka belajar bersama KPB dengan klik di sini.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: