Menulis Praktik Baik Pembelajaran Merdeka Belajar

Penulis : Erma_Wati | 16 Nov, 2021 | Kategori: Merdeka Belajar, Temu Pendidik Nusantara

Tulisan merupakan salah satu media berbagi yang efektif. Semakin banyak guru berbagi pengalaman praktik baiknya, semakin banyak juga guru yang akan terinspirasi dan menerapkan hal yang sama. Sehingga perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik akan semakin cepat dan semakin luas jangkauannya. Namun terkadang kita sering bingung ketika harus menulis. Dan kebingungan itu berubah menjadi ketakutan ketika beredarnya isu kalau menulis itu susah sehingga membuat kita mengurungkan niat untuk menulis. Apa kesulitan yang sering Bapak dan Ibu hadapi saat menulis praktik baik? Apakah Bapak Ibu sering mengalami writer’s block atau kebuntuan menulis karena rasanya sulit saat ingin mulai menulis ? Atau Bapak dan Ibu guru sering mengalami kesulitan saat mengembangkan paragraf? Jangan khawatir Bapak Ibu! Karena pada tulisan ini kita akan membahas jurus rahasia agar dapat menulis dengan mudah.  

Yap, ada jurus rahasia  yang membuat menulis itu mudah. Berhubung pembahasan kita mengenai praktik baik pembelajaran yang merdeka belajar, maka tulisan ini akan menjabarkan jurus rahasia untuk mudah menulis praktik baik tersebut. Yap, jurus rahasia itu adalah formula ATAP. Formula ATAP terdiri dari Awal, Tantangan, Aksi, dan Perubahan. Berikut penjelasannya.

1.      Awal

Bagian ini berada di bagian pembuka. Bapak dan Ibu guru bisa menjelaskan kondisi awal pembelajaran seperti tanggung jawab sebagai guru dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Contoh: 

“Sebagai guru saya memiliki keinginan agar murid-murid saya bisa antusias dalam belajar.”

Dari contoh di atas dapat kita lihat seorang guru yang memiliki keinginan atau tujuan agar murid-muridnya antusias dalam belajar. Hal ini memperlihatkan kondisi awal dimana murid-murid tersebut belum memiliki antusiasme dalam belajar.

2.      Tantangan

Pada bagian ini, Bapak dan Ibu guru bisa menuliskan tantangan yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Bentuk tantangan in bisa bermacam-macam. Bisa berbentuk kebingungan, keresahan, ketakutan, masalah, atau suatu hal yang menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Contoh:

“Namun ternyata murid saya lebih suka main HP di kelas saat pengajaran berlangsung.”

Menyambung dari contoh poin nomor satu, ternyata guru tersebut menemukan kendala dalam mewujudkan tujuannya yakni murid-muridnya lebih suka main HP saat pembelajaran berlangsung.

Baca juga: Mendaftar Temu Pendidik Nusantara, ini alasan penting yang perlu guru ketahui

3.      Aksi

Pada bagian ini Bapak dan Ibu guru bisa menuliskan solusi atau strategi apa yang telah Bapak Ibu guru lakukan untuk mengatasi keresahan atau kendala yang terjadi. Di sini Bapak dan Ibu guru boleh menuliskan semua solusi yang telah Bapak Ibu coba. Misalkan Bapak Ibu sudah menerapkan strategi pertama namun belum berhasil lalu mencoba strategi kedua dan seterusnya, maka Bapak Ibu guru bisa menceritakan berapapun strategi yang Bapak Ibu guru lakukan hingga berhasil dan tujuan tercapai. Bapak Ibu guru bisa ceritakan bagaimana mendapat ide tersebut dan alasan memilihnya sebagai solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Contoh:

“Saya mulai mencari cara, salah satunya memanfaatkan kesukaan murid, yaitu membuat pengajaran menggunakan HP.”

Dari contoh di atas dapat kita lihat jika guru tersebut berusaha mencari cara agar tujuannya tercapai namun tetap berorientasi pada murid. akhirnya guru tersebut memiliki ide untuk menggunakan HP sebagai media pengajaran karena disukai murid. Dibagian ini, Bapak Ibu guru bisa menceritakan langkah-langkah yang dilakukan apa saja atau bagaimana merancang pembelajaran tersebut.

4.      Perubahan

Pada bagian akhir ini Bapak dan Ibu guru bisa menuliskan hasil refleksi terhadap keseluruhan proses. Pelajaran apa yang didapat selama menghadapi tantangan atau hambatan yang ada. Apa kelebihan dari aksi yang sudah dilakukan dan apa kelemahannya. Untuk kelebihan bisa dipertahankan kedepannya dan untuk kelemahan bisa diperbaiki dan dikuatkan agar lebih baik kedepannya. Contoh:

“Tak disangka murid menjadi lebih antusias dalam belajar ketika dipahami dari apa yang mereka sukai.”

dari contoh di atas dapat kita lihat bahwa strategi yang digunakan guru tersebut berhasil. Tujuan tercapai namun murid tetap senang dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

Dari masing-masing bagian di atas, Bapak Ibu guru bisa menuliskan satu sampai empat kalimat saja sebagai poin pokoknya. Setelah mendapat kerangka tulisan dari format ATAP, Bapak Ibu guru bisa lanjut mengembangkan setiap pokok paragraf dari masing-masing bagian di atas. Sebenarnya kalau dilihat menulis dengan formula ATAP ini sama seperti menulis alur cerita di cerpen atau novel. Ada tahap pengenalan, konflik, lalu penyelesaian.

Untuk membantu Bapak Ibu guru dalam menulis dengan Formula ATAP di atas, berikut disajikan gambar Kanvas Penulisan Praktik Baik Pembelajaran.

Kanvas menulis praktik baik pembelajaran

Berikut disajikan contoh dari penulisan praktik baik pembelajaran dengan formula ATAP.

Contoh penulisan praktik baik dengan formula ATAP

Nah, bagaimana Bapak Ibu guru, menulis itu mudah kan? Ingin belajar menulis praktik baik lebih lanjut? Yuk, ikuti Temu Pendidik Nusantara VIII yang akan diselenggarakan pada 20-21 November 2021. TPN kali ini bertema “Merayakan Asesmen, Mendesain Ekosistem Merdeka Belajar”. Bapak dan Ibu guru dapat belajar menulis praktik baik lebih lanjut di kelas menulis sekaligus belajar bersama #1000Pembicara. Yang sudah tidak sabar bisa langsung klik link di bawah ini ya.

Daftar di sini tpn.gurubelajar.org

About the Author

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: