Merdeka Belajar adalah cita-cita Guru

Penulis : Luktfy Alam | 4 Feb, 2020 | Kategori: Gowa, Merdeka Belajar, Temu Pendidik Daerah

Merdeka Belajar adalah topik yang akhir-akhir ini menjadi pembahasan berbagai guru. Termasuk Komunitas Guru Belajar Gowa yang juga mengangkatnya, karena Merdeka Belajar adalah cita-cita komunitas ini. Bersama MGMP Sosiologi Kabupaten Gowa dalam Temu Pendidik Daerah kami membahas Merdeka Belajar. Berkumpul sesama guru adalah hal yang lazim dilakukan selama ini. Satu orang bertindak sebagai pembawa berita dan pembawa format. Peserta yang lain siap untuk mengeksekusi format tersebut.

Kegiatan guru yang bersifat monoton dan mekanik ini mungkin sudah sejak lama berlangsung. Peserta dan pemateri hanya sibuk mendiskusikan tentang format-format dan kolom-kolom perangkat pembelajaran. Bahkan pada aktivitas tersebut tanpa sedikit pun membahas tentang perasaan-perasaan peserta didik. Perlu pula membincang tentang mimpi-mimpi siswa yang beraneka ragam padahal jumlah merekalah yang paling banyak. Mungkin sebagian guru rasanya ingin berbuat yang luar biasa terhadap muridnya. Namun yang menjadi kendala adalah hantu perasaan yang terlanjur menguasai dirinya sebelum berbuat, semoga dugaan saya salah!

Menata kembali Orientasi Guru

Hari Minggu 26 Januari 2020, di SMA Negeri 8 Gowa. Setelah Hari Raya Nyepi. Para guru dari berbagai daerah dan tingkatan di Kabupaten Gowa kembali berkumpul. Bukan kumpul biasa melainkan berkumpul untuk menata kembali tentang orientasi guru yang sesungguhnya. Guru yang mampu menjadi solusi terhadap problematika pendidikan. Guru yang sering gagal tapi selalu belajar dari kegagalan itu. Komunitas Guru Belajar Gowa bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sosiologi Kabupaten Gowa Menginisiasi Temu Pendidik Daerah. Agenda aktivitas ini adalah “Nonton Bareng Merdeka Belajar.” Merdeka Belajar adalah Jalan Terjal dan berliku menuju esensi pendidikan yang memanusiakan. 

Sesaat sebelum Acara Nonton Bareng dimulai. Salah satu peserta perempuan berujar cocok mi inne Lebbak to nakke kulangngere Guru Merdeka Belajar, Apa itu kah (Saya juga pernah mendengar istilah itu, kira-kira apa yah ). Peserta lain berkata bahwa yang namanya Merdeka pasti baik ayo mi kita nonton bersama. Alhamdulilah Karena didukung oleh perangkat sound system yang memadai sesaat selepas moderator memutar Video Merdeka Belajar. Suasana kelas menjadi hening seluruh mata tersorot ke Whiteboard. Mata peserta menonton Video Merdeka Belajar yang berdurasi 15 menit . Terlihat para peserta sangat antusias terhadap putaran video tersebut. Mereka menyaksikan rinci demi rinci untuk berusaha memahami lebih dalam tentang konsep Guru Merdeka Belajar. Didapati dari video tersebut, ada 3 dimensi Merdeka Belajar yakni: Komitmen Pada Tujuan, Mandiri terhadap Cara, dan Melakukan Refleksi.

Baca juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Tidak terasa video Merdeka Belajar selesai diputar. Para peserta mengapresiasi video tersebut dengan sontak bertepuk tangan. Sebagian peserta nobar sibuk mencatat, ada pula peserta yang mengangguk dan terlihat juga peserta yang sudah siap untuk bertanya. Tampilan yang saya tangkap ini semoga itu semua adalah dinamika proses guru belajar menuju esensi pendidikan yang sesungguhnya. Moderator Kegiatan Nobar dalam hal ini adalah Luktfy Alam, S.Sos mengucapkan terimakasih kepada para peserta Nobar untuk meluangkan waktunya. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi dan diskusi yang akan dipandu oleh Narasumber dan Pemandu Nobar yaitu Ahmad Dharmawan Muslim, S.Pd. Adapun yang bertindak sebagai Koordinator Kegiatan adalah Adelia Octoryta dari Rumah Sekolah Cendikia. 

Apa itu Guru Merdeka Belajar?

“Terimakasih Bapak Ibu dan rekan-rekan sekalian.”
“Mengawali sharing dan refleksi kita kali ini bolehkah saya sedikit bertanya kepada Bapak Ibu yang saya hormati?”
Bolehlah Pak! Jawab Peserta.
“Baik Bapak Ibu Sekalian kira-kira apa sih itu Guru Merdeka Belajar?” “Silakan dijawab dengan santai tidak usah tegang yah Bapak Ibu.”

Kata Pak Ansary yang juga Sekretaris MGMP Sosiologi bahwa
“Guru merdeka belajar adalah guru yang mengedepankan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas profesinya sebagai guru dan pendidik.”
Menurut beliau Guru Merdeka Belajar adalah guru yang peka terhadap lingkungan sekitar. Guru Merdeka Belajar mampu menjadikan lingkungan sekeliling sebagai sumber belajar.

Pada sesi refleksi seorang peserta mengkritisi tentang kondisi kurikulum. Dikatakn kurikulum selalu berubah dan cenderung berganti-ganti. Ternyata keluhan tersebut menjadi pintu yang baik untuk berjalannya diskusi yang menarik. Keluhan tersebut langsung saja direspon secara santai oleh narasumber bahwa benar. Sepanjang waktu kurikulum selalu berubah mengikuti tuntutan dan perkembangan zaman.
“Nah poin pentingnya adalah apakah ketika kurikulum terus berubah cara mengajar mengajar kita juga berubah?”
“Kalau kurikulum berubah terus cara mengajar kita tidak berubah maka bisa dipastikan bahwa ada ruang yang senjang antara kebutuhan murid dengan apa yang kita lakukan di ruang kelas.” Pak Ahmad Dharmawan, S.Pd selaku Narasumber Nobar Kali ini menjawab tegas. Dari penjelasan peserta pun seakan memahami keadaan tersebut. 

Dinamika Merdeka Belajar

Para peserta sangat antusias dan bersemangat dalam menyambut dinamika Merdeka Belajar. Tidak sedikit yang langsung mengatakan Pak Luktfy pulang dari Nobar ini saya akan berubah. “Saya mencoba untuk melakukan praktek-praktek yang berorientasi pada tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik”. Guru Hasdia yang bertugas di SMA Aksara Bajeng mengutarakan bahwa Guru Merdeka Belajar adalah semacam petunjuk anti keliru bahwa ternyata seorang guru itu ketekunannya harus diprioritaskan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang bermakna. Guru yang bukan hanya sekedar tekun tanpa tujuan. Dikatakan bahwa muara dari merdeka belajar adalah kondisi yang bahagia antara guru dan peserta didik karena tujuan mereka tercapai. Guru haruslah merdeka baik dalam berpikir, bersikap dan bertindak. tutur Hasdia, S.Pd 

Seirama dengan yang lain Guru Nurul Saada dari SMA Batara Gowa mengatakan bahwa Guru Merdeka Belajar adalah guru yang senantiasa memberikan usaha yang terbaik dalam membuat siswa mampu untuk memahami apa yang mereka pelajari. Guru yang mampu mengkorelasikan dalam kaitannya dengan kehidupan keseharian mereka. Ibu Saada menambahkan bahwa pembelajaran yang kita laksanakan harus menjamin adanya dampak yang signifikan terhadap tumbuh kembang kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik. Beliau menjamin selepas kegiatan Nobar akan melakukan perubahan- perubahan progresif dalam mendesain rencana pembelajarannya. 

Ibu Eramiati dari SMA Negeri 14 Gowa memulai pandangannya. “Alhamdulilah dari kelima miskonsepsi tadi sepertinya tidak ada yang terlalu dekat.” Beliau berpendapat bahwa dunia pendidikan adalah segmen yang selalu mengalami perubahan sesuai dengan arus perubahan sosial. Guru yang merdeka adalah guru yang selayaknya mengajarkan hal-hal yang kontekstual. Guru mengajar seiring dengan arus global perubahan sosial dengan tetap berpegang teguh pada kode etik keguruan, nilai dan falsafah pendidikan Indonesia. Beliau sangat berharap kedepannya dunia pendidikan khususnya guru harus beradaptasi. Guru siap dengan berpindahnya sebagian aktivitas pendidikan dalam dunia digital virtual. Sebesar apapun perubahan dunia global guru harus tetap berdiri kokoh dalam menanamkan hal-hal yang baik dan benar.

Merdeka Belajar adalah

Harapan Baru Bagi Guru

Pertemuan hari ini tergolong cukup luar biasa tidak terasa waktu telah menunjukkan Pukul 16.00 WITA. Sesi sharing dan diskusi pun telah dilalui dengan berbagai harapan dan pengetahuan baru yang akan menjadi kompas dalam mengarungi dunia ruang kelas yang penuh makna dan tantangan. Mengakhiri kegiatan Peserta, moderator, narasumber dan Koordinator kegiatan bersepakat dan berkomitmen. Berkomitmen untuk menjadikan Komunitas Guru Belajar Gowa sebagai wadah Belajar bagi sesama guru dan pegiat pendidikan untuk melahirkan praktik-praktik baik pendidikan demi terwujudnya pendidikan yang egaliter.

Unduh gratis Surat Kabar Guru Belajar Edisi Merdeka Belajar
Klik: Surat Kabar Guru Belajar 6

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: