Guru Merdeka Belajar dan Berkarier di Sekolah Lawan Corona Al Fityah

Penulis : rizqy | 26 Jan, 2021 | Kategori: Binjai, Merdeka Belajar, Pembelajaran Jarak Jauh

Guru Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

“Merdeka Belajar sering diartikan bebas belajar, dan tanpa aturan. Merdeka belajar itu  terjadi jika kita bisa mengatur sendiri proses pembelajaran, baik itu pihak sekolah, guru, orang tua dan maupun murid. Dan hal tersebut ditunjukkan oleh guru dan pemimpin sekolah di Yayasan Al Fityah saat mengikuti program Sekolah Lawan Corona. Karena belajar adalah kebutuhannya, kemauannya sendiri, rekan-rekan di Al Fityah mencari cara untuk bisa belajar program-program dan menyelesaikannya.”, Ujar Bukik Setiawan yang mewakili Yayasan Guru Belajar pada Perayaan Belajar Sekolah Lawan Corona Yayasan Al Fityah pada Minggu 17 Januari 2020.

Program Sekolah Lawan Corona di Yayasan Al Fityah sendiri berjalan mulai pertengahan bulan November, dimulai dengan kegiatan sosialisasi dan pengisian asesmen program untuk mengetahui kebutuhan belajar guru dan pemimpin sekolah. Kemudian pelaksanaan program otomatisasi dan interaksi dilaksanakan hingga awal Desember. 

Baca Juga: Sekolah Lawan Corona Jawa Tengah

Awal pelaksanaan di Yayasan Al Fityah ada beberapa guru yang mengalami kendala dalam pelaksanaan : ada guru yang harus mengurus bayi sehingga pengerjaan program terhambat, ada kendala sinyal dan banyak tantangan lainnya. Peran mentor untuk terus memberi semangat, mengajak peserta melakukan refleksi, dan kemudian mencari cara sangat membantu terselesaikannya program oleh peserta SLC Al Fityah. Buktinya 100% dari 50 peserta baik guru maupun pemimpin sekolah menyelesaikan program ini.

Guru Emi Yayusari salah seorang Guru di SDIT Al Fityah Kota Binjai mengungkapkan bahwa awalnya pembelajaran jarak jauh, murid merasa bosan belajar, orang tua menganggap pembelajaran menjadi beban. Setelah mengikuti Sekolah Lawan Corona saya mendapat ilmu banyak, terutama mengenai pembelajaran jarak jauh. Peran mentor di SLC sangat membantu. Setelah ikut Sekolah Lawan Corona menjadi lebih menyenangkan pembelajarannya, lebih bisa kolaborasi dengan orangtua.

Sejalan dengan Guru Emi Yayusari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang hadir pada Perayaan Belajar tersebut mengatakan bahwa memang banyak sekali tantangan di masa pandemi. Namun banyak yang mulai beradaptasi, salah satunya Yayasan Al Fityah. Pandemi tidak menghalangi kreativitas guru.

Guru Merdeka Belajar dan Sekolah Lawan Corona

Guru Meniti Karier

Jika program pendidikan lain penanda selesainya program biasanya dengan sertifikat. Lalu program benar-benar selesai. Namun di program Sekolah Lawan Corona ini tidak berhenti setelah program selesai. Di Yayasan Al Fityah awalnya bergerak karena persoalan yang dihadapi selama pandemi ini. Namun setelah mengikuti SLC dan persoalan yang dihadapi bisa terselesaikan, bukan berarti selesai bergerak.

Guru dan pemimpin sekolah yang memiliki harapan, dan cita-cita yang tinggi terus akan bergerak menuju merdeka belajar. Ini terbukti dari banyaknya guru yang mulai melebarkan sayapnya dalam bergerak. Ada 4 guru yang menjadi pembicara Temu Pendidik Nusantara (TPN) 7, ada 4 guru yang menjadi pemandu TPN 7, bahkan ada 5 guru yang mendaftarkan diri dan menjadi pendamping guru lainnya di program SLC DKI Jakarta dan juga seorang guru yang mengembangkan kariernya menjadi penulis dengan dipublikasikan tulisannya di Surat Kabar Guru Belajar edisi 26.

Baca Juga : Surat Kabar Guru Belajar Edisi Sekolah Lawan Corona

Ingin bergabung di program Sekolah Lawan Corona?
Yuk gabung!
Klik slc.kampusgurucikal.com

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: