Metode Memahami Isi Cerita Pada Anak Disleksia

Temu Pendidik Mingguan Daring 75 kali ini mengangkat tema “Metode Memahami Isi Cerita pada Anak Disleksia”. Tema yang sangat menarik bukan?. Kami semua jadi teringat Ichsan, si bocah kecil di film Taare Zamen Paar yang mengalami Disleksia. Beberapa guru angkat tangan dalam menangani si bocah kecil ini. Namun, di tangan guru yang hebat dan mengajar dengan hati Ichsan bisa melewati itu semua, memahami tulisan beserta isi dari cerita maupun pelajaran lainnya. Bagaimana dengan kenyataan? Sama kah dengan film Taare Zamen Paar?. Para audience diskusi menyambut hangat tema ini dan online dengan semangat yang membara.

Pada sesi Temu Pendidik Daring di Telegram kali ini Ibu Guru Rizki Yuliani menyampaikan diskusi materi yang mengangkat tentang disleksi dan metode cara memahami isi cerita. Bisa kah seseorang yang mengalami disleksia yang notabennya mengalami kesulitan dalam memahami tulisan, membaca, huruf namun bisa memahami isi cerita? Bagaimana cara membuatnya mudah?

Apa yang dimaksud dengan Disleksia?
Kenapa dalam materi anak Disleksia mengalami kesulitan memahami isi cerita?

Rizki Yuliani

Jadi seperti yang kita ketahui disleksia ini termasuk ke dalam anak berkebutuhan khusus, yang biasanya memiliki hambatan dalam bidang akademisnya. apa sih yang menyebabkan seseorang mengalami disleksia? disleksia terjadi karena ada susunan saraf neurologis pada otak yang berbeda daripada orang pada umumnya, sehingga dalam mempersepsikan sesuatu juga bisa berbeda dibanding umumnya. khususnya dalam pemahaman bahasa.
Karakteristik Umum Yang Sering Kita Jumpai Pada Anak Disleksia Yaitu :

  1. Terlambat membaca dibanding anak-anak seusianya
  2. Belum mampu mengenal dan menghapal alphabet
  3. Sering salah atau terbalik huruf saat membaca (b-d, p-q, n-u, dll)
  4. Sering lompat baris saat membaca
  5. Menghilangkan atau tertukar kata (kepala-kelapa, taman mini-paman tini)
  6. Ada huruf yang hilang saat membaca (menggambar-mengambar, menyanyi-meyayi)
  7. Sulit memahami isi bacaan

Jadi kenapa anak disleksia kesulitan memahami bacaan, ya karena reseptor mereka terhadap bacaan berbeda dengan orang pada umumnya. sehingga bagaimana dia mempersepsikan kata-kata atau bacaan juga perlu cara lain daripada orang pada umumnya.

Nurul, KGB Surabaya
Bagaimana bisa membantu anak Disleksia belajar membaca sedangkan dia belum bisa membaca huruf ?

Rizki Yuliani
Kalau Kita sudah mengetahui kesulitannya bahwa anak ini belum bisa membaca huruf, maka kita harus mundur dulu ke tahap sebelum pengenalan huruf. Untuk bisa mengenal huruf-huruf, sebelumnya ia harus bisa membedakan bentuk terlebih dahulu, Maka bisa bisa dikenalkan terlebih dahulu dengan berbagai macam bentuk dengan berbagai macam media. Misal menulis di pasir dengan menggunakan jari. jadi anak bisa merasakan, kalau membuat persegi itu bagaimana tahapannya, misalkan kita buat garis sisi kiri dulu lalu kanan, lalu tarik garis ke atas, garis sisi atas, lalu garis sisi kanan.

Setelah selesai dengan pengenalan bentuk, bisa mulai dikenalkan huruf sedikit demi sedikit. dengan metode menulis di pasir ini anak bukan hanya melihat bentuk itu seperti apa, tapi juga bisa merasakan setiap prosesnya, karena ada rangsangan sensoris dari media pasir (bisa diganti beras bila tidak ada) bagaimana rasanya membuat garis ke kiri,kanan, atas, mungkin lengkung dsb.

Setelah mengenal huruf, bisa pindah media ke buku, flashcard dan sebagainya, dimulai dengan baca per suku kata, kata, lalu kalimat, dst. dikemas dalam kegiatan yang menarik tentunya.

Adenovi
Apakah metode tersebut bisa diterapkan segala jenjang, misalnya pada remaja dalam memahami isi cerita yang panjang?

Rizki Yuliani
Metode Ini memang saya terapkan bagi anak SD, itupun kelas bawah.sebetulnya metode ini memungkinkan untuk dipakai di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, namun kalau SMP dan SMA kan bacaannya sudah lebih rumit ya, jadi akan lebih menantang tentunya, karena bacaan di SMP-SMA lebih banyak mengandung informasi-informasi yang membutuhkan pemahaman lebih dalam lagi. jadi mungkin bentuk kemasannya yang berbeda, bisa menggunakan mind map mungkin untuk bacaan yang sifatnya informatif, dan jangan lupa sesuaikan dengan gaya belajar anak. kalau anak yang auditory bisa dengan mendengarkan cerita sambil sekaligua membaca teksnya. kalau tipe anak kinestetik mungkin bisa sambil memperagakan bacaan, dan lain lain, yang terpenting sih jangan lupa asesmen dulu untuk identifikasi dimana letak kesulitannya, sebelum menyusun metode pembelajarannya.

Lenayanti
Pertanyaan saya apakah hambatan disleksia mempengaruhi kecerdasan seseorang, bagaimana pengaruhnya terhadap mapel lainnya?

Rizki Yuliani
Tidak, disleksia tidak berkaitan dengan kecerdasan seseorang. secara IQ, disleksia ini memiliki IQ yang normal, bahkan ada yang di atas rata-rata. jadi mereka punya potensi kecerdasan sama seperti yang lainnya. namun, karena kondisi neurologisnya itu lah sehingga ia memiliki hambatan dalam proses belajarnya.

Kalau dalam psikologi, disleksia ini termasuk kesulitan belajar spesifik. Spesifik disini dalam artian hanya bermasalah spesifik di masalah pemahaman bahasa saja. jadi tidak di aspek lain seperti hitungan, kemampuan berpikir logis, dll ia tidak mengalami masalah. hanya saja, bisa jadi berimbas juga di matpel lain yang membutuhkan skill membaca. misal PPKN, dalam matematika pun biasanya di soal cerita mereka kesulitan tapi begitu ia paham, maka tidak ada masalah dalam pengoperasian hitungannya.

Paramita Laksmiandita
Dalam memahami isi cerita, anak disleksia mengalami distorsi visual seperti blurry, shaky, seesaw. Bagaimana cara mengatasi distorsi visualnya dan bagaimana jika disleksia juga ada penyertanya seperti ADHD, gifted apa yg harus dilakukan karena anak disleksia yang ada penyerta memiliki IQ yg tinggi?

Mengatasi Kesulitan membaca anak disleksia

Rizki Yuliani
Betul, untuk anak disleksia biasanya mengalami distorsi visual. yang saya lakukan biasanya ukuran font tulisan saya perbesar biasanya 14, juga jarak spasi yang lebih besar antar baris, biasanya spasinya 2. bisa juga memberikan penutup kertas supaya bisa membaca lurus dan tidak lompat garis.

Biasanya disleksia juga menjadi komorbid dari gangguan lain, kalau seperti ini kita juga perlu mengetahui karakteristik dari gangguan penyertanya. untuk gejala disleksia yang muncul bisa saja menggunakan metode-metode yang sudah kita diakusikan sebelumnya, namun perlu juga mempertimbangkan hambatan yang disebabkan gangguan penyertanya. misal ADHD, pemberian instruksinya diberikan secara lebih singkat untuk mengatasi kurangnya atensi dan pemberian sequence kegiatan diberikan berjenjang, misal 15 menit lalu istirahat, lalu lanjut lagi. atau pembelajaran bisa dilakukan outdoor sambil berkegiatan, dll.

Sesan Sesanti
Untuk anak PAUD, yang masih tertukar huruf + kalimatnya. Saya sudah mengubah strategi mulai bercerita, happy learning + remedial ?
Yang mau saya tanyakan apakah remedial ini harus kita terapkan ke anak PAUD. Karena menurut saya tidak sesuai dengan umurnya ?
Terkesan, memaksakan.

Rizki Yuliani
Sebagian besar psikolog beranggapan kalau anak PAUD memang belum waktunya diajarkan membaca bu. Jadi kalau anak PAUD masih lama kemampuan bacanya ya tidak apa-apa. Jangan dibebani dengan tuntutan bisa membaca. karena secara aspek perkembangan kognitif mereka juga belum sampai ke tahap itu. jadi kitanya nih yang harus lebih legowo. Terkadang kita ingin anak bisa cepat membaca. namun yang penting itu bukan CEPAT tapi TEPAT. sudah tepatkah waktunya mengajar anak membaca? sudah sampaikah tahap perkembangan anak untuk bisa membaca? sudah tepatkah tahapan yang diberikan saat belajar membaca? dan yang terpenting sudah siapkan anak untuk diajari membaca? di usia PAUD yang sedang berkembang itu sensori motorik nya, jadi lebih baik optimalkan dulu sensori motoriknya sebagai persiapan baca tulis. yang bisa kita lakukan sebagai persiapan bagi anak PAUD adalah menggugah ketertarikan anak untuk membaca dan dekat dengan buku. merangsang imajinasinya misalnya mengarang cerita bersama. minta anak menceritakan gambar-gambar dari buku dengan bahasanya sendiri. Ketika ketertarikan akan buku sudah terbangun, nanti bila tiba saatnya anak masuk usia belajar membaca bisa berjalan dengan lebih mudah.

PAUD belum boleh membaca

Kristijo Rini KGB Soloraya
proses pembelajaran anak disleksia yang diikuti disgrafia, dan diskalkulia di kelas reguler yang tepat seperti apa? Kegiatan yang tepat untuk memantik anak di atas seperti apa? Kalau ada ketiga hambatan tersebut mana yang harus di tangani atau di selesaikan dulu?

Rizki Yuliani
Untuk Anak disleksia, diskalkulia, dan disgrafia, yang sudah kami lakukan di sekolah inklusi biasanya dengan membuat penyesuaian kurikulum. contoh di bahasa Indonesia targetnya anak sudah bisa menyusun daftar pertanyaan untuk wawancara narasumber dengan topik tertentu. maka untuk anak disleksia kita turunkan target belajarnya. untuk anak disleksia misalnya cukup dengan membuat kalimat tanya menggunakan kata tanya yang tepat. untuk pelajaran matematika, misalnya ada anak disleksia sekaligus diskalkuli. anaknlain dikasih target belajar pengoperasian 2 sampai 3 tahap, maka anak disleksia diskalkulia bisa pengoperasian 1 tahap dulu. jadi intinya ada penyesuaian target belajar untuk anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan untuk memantik di kelas, bisa dengan memberi kegiatan atau pertanyaan yang menggugah rasa ingin tahu anak-anak, dan juga yang membuat mereka berpikir. misalkan, saat mengajarkan perkalian 2 x 3, dengan 3×2 kok sama ya? lalu coba dengan angka lain 5×6 dan 6×5 misalnya. kok bisa sama lagi ya hasilnya? apa yang kalian tangkap dari perkalian ini? kenapa bisa begitu? lalu sama-sama mencari pembuktiannya dan masuk ke dalam materi. dari situ mereka bisa menyimpulkan, ooh..ternyata perkalian itu kalau dibolak balik sama ya hasilnya (reversible)

Hambatan mana yang diselesaikan dulu? disesuaikan dengan target pelajaran di matpel saja pak. kalau sekiranya di matematika tidak masalah tulisan bagus atau jelek ya tidak usah dipaksakan. baru di pelajaran bahasa indonesia atau yang lainnya diperkuat aspek bahasanya

Rini Elvina
Apakah anak disleksia juga terganggu di dalam menulis maksudnya tulisannya, karena saya pun siswa yang kebutuhan khusus tulisan anak itu tidak Bisa kami baca hanya dia yang mengerti, saya mengajar di SMA

Rizki Yuliani
Disleksia itu karakteristik utamanya sulit memahami bacaan. kalau tulisan tidak terbaca atau kesulitan dalam menulis itu merupakan karakteristik utama dari disgrafia. jadi kemungkinan anak ini disleksia yang komorbid dengan disgrafia bu. dan itu umum terjadi gangguan yang komorbid seperti itu. khususnya disleksia dengan disgrafia.

Yanuar – KGB Surabaya
Saat ini banyak yang melabel dengan “bahwa saya Disleksia” tanpa melalui tes. Apakah bisa semudah itu menyatakan saya disleksia, tanpa melalui tes terlebih dahulu.

Rizki Yuliani
Memang perlu observasi panjang dan melalui serangkaian tes yang dilalui untuk menegakkan diagnosa apakah seseorang disleksia atau tidak. dan hanya psikolog yang bisa menegakkan diagnosa nya. mungkin banyak orang yang mendapati gejala yang dialami sama dengan karakteristik disleksia, sehingga orang tersebut mengclaim kalau dirinya disleksia. tapi untuk bisa seseorang dikatakan disleksia harus memenuhi karakteristik-karakteristik yang sudah saya sebutkan tadi di jawaban pertanyaan term 1, dan yang menegakkan diagnosanya adalah psikolog

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: