Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar – Apa Tugas Utama Guru?

Nonton bareng atau umumnya dikenal dengan istilah nobar. Nobar ala Komunitas Guru Belajar salah satunya adalah menyaksikan video tentang Guru Merdeka Belajar berisi rekaman Ibu Najelaa Shihab pada Temu Pendidik Nusantara di Oktober 2017.

Saya siap mengadakan nobar dan siap menjadi penggerak Komunitas Guru Belajar. Optimis saja meski di nobar pertama, yang hadir hanya saya dan bu Sarah Aulia. Tetapi di nobar kedua ini, alhamdulillah bertambah peminatnya. Alhamdulillah kami berdua tak kenal kata putus asa. Semangat kami bergerak semoga berbuah hasil maksimal.

Saya, Anis Choirun Niswah, dari MAN 1 Lamongan. Pada hari Jumat, tepatnya tanggal 21 Juni 2019, jam 13.00, saya mengadakan nobar guru merdeka belajar bersama teman-teman penggerak KGB Lamongan, acara nobar di awali dengan sosialisasi KGB dan dilanjutkan nobar.

Kami mengadakan nobar, bertujuan untuk mensosialisasikan Komunitas Guru Belajar, agar kita sebagai pendidik maupun praktisi pendidikan menyebarkan semangat yang lebih untuk terus belajar. Belajar bagaimana memahami pendidikan yang terus menerus berubah seiring perkembangan zaman dan perkembangan teknologi.

Kegiatan nobar kali ini dihadiri oleh sebelas orang, alhamdulillah meningkat jumlahnya dari acara nobar pertama kali di Lamongan yang hanya dihadiri oleh tiga orang saja. Sebagai guru pada khususnya, kegiatan guru belajar di Lamongan, masih jarang sekali peminatnya, kalaupun ada tentu kami berasal dari daerah yang menyebar dari berbagai penjuru kecamatan di Kabupaten Lamongan.

Pada waktu itu, kami sudah menyebar banner undangan acara sosialisasi KGB Lamongan ini. Acara sosialisasi dan nobar ini dipandu oleh saudari Sarah Aulia dari KGB Lamongan. Meskipun berdomisili di Malang, ia senantiasa menjadi pendukung saya dalam kegiatan KGB ini. 

Acara pertama dipandu oleh saudari Sarah Aulia tentang nobar “Apakah KGB Itu dan Kampus Guru Cikal”. Tampak di layar, ada ibu Najelaa Shihab yang sedang bertutur panjang tentang lebar tentang pertemuan guru se-nusantara. Ya Allah, merinding hati ini, ingin juga bisa berjumpa dengan para guru, pendidik, dan praktisi pendidikan yang loyalitasnya tanpa batas. 

Acara kedua yaitu sosialisasi dan sharing dari saya tentang bagaimana bergabung ke KGB Lamongan. Keikutsertaan saya menjadi penggerak di KGB Lamongan. Saya mengenal KGB dari salah seorang teman diklat di lingkungan Kemenag. Kemudian saya mencari tahu siapa saja anggotanya, kemudian mata saya tertuju pada sebuah nama dan ternyata dia adalah anak murid saya. Tertariklah saya kemudian saya hubungi dan menanyakan lebih lanjut tentang Komunitas Guru Belajar. Selanjutnya saya menceritakan bagaimana nyamannya belajar di grup guru belajar. Bagaimana mengikuti diklat gratis yang hampir setiap hari dan bagaimana mengikuti diklat online jarak jauh. Meskipun jarak jauh, ilmu yang didapatkan tetap daging kualitas terbaik hal ini dikarenakan para tentor yang ilmunya tak pelit untuk dibagi-bagi dengan tujuan semuanya mendapatkan manfaat terbaik.

“Setelah mengikuti nobar ini mengatakan bahwa garis besar dari komunitas ini adalah menyadarkan guru akan tugas utamanya, kemudian adanya momen-momen seperti KGB ini sangat baik untuk guru-guru karena bisa sharing dan hearing, berdiskusi, berbagi cerita, berbagi solusi, menambah tali silaturahmi demi terlaksananya pendidikan yang lebih baik”. Demikian menurut Pak Alif yang mengajar di MTs. Al Hidayah (Lamongan) dan SMA Saudi Nusantara (Solo), yang waktu itu ikut hadir pada nobar setelah melihat banner yang berseliweran di medsos kami. 

Ibu Lathifa Akmaliyah (Guru MI Thoriqul Ulum) pun mengutarakan kesenangannya mengikuti kegiatan nobar ini. “Dengan mengikuti kegiatan nobar guru belajar, saya bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang dunia pendidikan berdasarkan kebutuhan siswa, metode dan cara mengajar yang baik bagi siswa, serta teknik belajar yang benar. Selain itu saya juga bisa sharing dengan teman-teman nobar guru belajar tentang kesulitan-kesulitan belajar siswa yang saya alami berikut solusi dari segala permasalahan yang saya alami selama menjadi guru”. Begitupun dengan Bu Ade Amiroh (SMP Al Amin, Paciran-Lamongan) yang menyatakan rasa bersyukurnya bisa ikut nobar dan meski sedikit kecewa karena tidak sesuai bayangannya sebab pesertanya hanya sedikit. Kenapa hanya sedikit yang datang? Karena tidak semua guru mau bergerak ketika sudah berada pada posisi aman dan sejahtera. Meski demikian, Bu Ade Amiroh tetap bersemangat dan mengaku ingin terlibat dengan Komunitas Guru Belajar ini.

Tak ada gading yang tak retak, tetapi bagaimana kita sebagai guru harus membuat diri untuk belajar agar dapat memenuhi kebutuhan murid belajar. Semua murid semua guru, saya sebagai peserta KGB juga sebagai manusia yang bergerak untuk acara nobar dan sosialisasi Komunitas Guru Belajar, senantiasa berdoa agar hari-hari ke depan semakin banyak para guru yang terbuka. Terbuka terhadap perputaran dunia yang tak bisa dipungkiri bahwa pergeseran manfaat itu semakin hilang. Tetapi dengan adanya KGB ini, kami berharap dapat mengembalikan citra pendidikan yang memanusiakan hubungan dan mengerti kebutuhan murid demi murid-murid itu sendiri, salah satunya adalah menjadi murid dan guru yang merdeka belajar.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: