Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar – Cukupkah Guru Sekadar Mengikuti Sistem?

Tidak ada komunikasi paling efektif selain pertemuan. Di dalam pertemuan komunikator dan komunikan dapat berkomunikasi secara langsung dengan intensif. Begitu pula dengan Temu Pendidik Sekolah. Temu Pendidik Sekolah adalah salah satu kegiatan dalam Komunitas Guru Belajar yang memfasilitasi para guru untuk dapat sharing segala hal yang dialami selama pembelajaran di sekolah. Kali ini dalam kegiatan Riyadhah Ramadhan, SMP Al-Azhar Syifa Budi bekerja sama dengan Komunitas Guru Belajar Solo Raya mengadakan kegiatan Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar.

Kegiatan Temu Pendidik Sekolah ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar Syifa Budi Solo selama 3 jam (08.00-11.00). Acara dibuka dengan salam dan perkenalan diri oleh Komunitas Guru Belajar Solo Raya. Setelah itu acara disambut oleh Kepala Sekolah yang memberikan respon positif terhadap kegiatan dan respon baik terhadap Komunitas Guru Belajar Solo Raya. “Saya mengapresiasi kegiatan ini dalam rangkaian kegiatan Riyadhah Ramadhan tahun ini. Semoga hal ini dapat menambah energi positif untuk belajar bagi para guru dan juga murid-murid. Selanjutnya, saya persilakan para guru untuk menonton video merdeka belajar yang telah disiapkan oleh Komunitas Guru Belajar”, jelas Bapak Mustaghfirin (Kepsek)

Pukul 08.30 tepat kegiatan dimulai. Kegiatan pertama yaitu sosialisasi anti korupsi yang diberikan kepada murid kelas VII SMP Al-Azhar Syifa Budi selama dua jam (08.30-10.30). Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Penyuluh Anti Korupsi Jawa Tengah yang juga merupakan penggerak Komunitas Guru Belajar Klaten (Solo Raya) yaitu Ibu Intan Hestika, M.Pd.  Sosialisasi dimulai dengan memberikan materi mengenai Anti Korupsi kemudian refleksi dengan memberikan pertanyaan kepada murid mengenai alasan pentingnya anti korupsi. Materi dan refleksi selesai kemudian dilanjutkan dengan esbreaking yaitu tepuk integritas. Kegiatan yang terakhir yaitu bermain board game. Board game ini diciptakan oleh KPK sebagai media belajar pendidikan anti korupsi. murid dibagi menjadi tujuh kelompok dan bermain board game sesuai kelompoknya dilanjutkan refleksi dengan menuliskan pesan kesan selama mengikuti kegiatan pada hari ini.

Acara inti kedua adalah nonton bareng video merdeka belajar. kegiatan ini dihadiri oleh bapak-ibu guru SMP Al-Azhar Syifa Budi dan fasilitator Taman Belajar Anak Hebat (TaBAH). Para guru menonton bersama video merdeka belajar dan menyimak dengan baik apa yang disampaikan dalam video. Setelah menonton video, Ibu Heni Surya selaku penggerak Komunitas Guru Belajar Solo Raya menyampaikan profil dari Guru Belajar Solo Raya berikut sejarah dan kegiatan yang ada di dalamnya. Kegiatan ini diikuti dengan khidmat oleh para peserta yang kemudian dilanjutkan dengan refleksi. 

Pada kegiatan refleksi ini, para guru memberikan refleksi terhadap apa yang telah dilihat dalam video dan memberikan apresiasi baik terhadap Komunitas Guru Belajar. Dua perwakilan guru menyampaikan bahwa banyak ditemui sekarang guru di sekolah yang belum merdeka belajar. “Sekarang ini masih sering saya menemui bapak-ibu guru di sekolah. Artinya, Bapak-ibu yang profesinya menjadi guru. Bukan bapak-ibu guru yang perilakunya mencerminkan seorang pendidik yang memiliki banyak inovasi di dalam kelas”, tutur salah satu guru. Hal itu memang benar adanya. Masih banyak guru yang memprioritaskan obsesi penambahan materi bagi dirinya sendiri namun mengabaikan pentingnya sebuah pembelajaran bagi murid yang harus merdeka belajarnya. Masih banyak guru yang stagnan pada paradigma mengajar yang konvensional, serta hanya patuh pada sistem. 

Refleksi lain disampaikan oleh guru Bahasa Inggris yang tampak antusias sedari awal hingga akhir video diputar. “Saya sangat beterima kasih atas kedatangan Komunitas Guru Belajar Solo Raya ini ke sekolah kami. Jujur, saya memang baru tahu kalau ternyata di solo ada komunitas seperti ini. Saya sangat setuju dengan apa yang telah disampaikan dalam video tersebut. Selama ini yang saya rasakan saat pembelajaran, murid dan guru hanya patuh pada sistem yang telah dibuat. Apalagi yang miris ketika MGMP, ketika ada tuntutan kepada guru tentang pembelajaran di kelas, ada guru yang menanyakan imbalannya terlebih dahulu. Bagaimana sertifikasinya, dsb.”

 Salah satu ibu guru menambahkan bahwa “Dengan adanya Komunitas Guru Belajar kami berharap dapat terus belajar tentang merdeka belajar dan mengenai sistem mereka berharap para pemangku kebijakan agar dapat bekerja sama dengan baik dengan komunitas ini. Pada akhirnya kemerdekaan belajar ini diharapkan dapat dilakukan oleh seluruh pendidik di nusantara tanpa terkecuali.” Refleksi tersebut kemudian ditanggapi oleh penggerak Komunitas Guru Belajar Solo Raya, Heni Surya yang juga menyetujui pendapat guru tersebut. “Saya sangat setuju dengan pendapat bapak dan ibu. Kami sebagai penggerak di komunitas ini juga memiliki harapan untuk dapat menjembatani permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekolah khususnya di dalam kelas. Banyak sekali kegiatan yang dapat diikuti terkait merdeka belajar dalam komunitas ini. Ada Temu Pendidik Online sehingga guru yang jauhpun dapat mengikuti kegiatan ini hanya melalui gadgetnya, Temu Pendidik Sekolah seperti ini, siaran di radio, dan masih banyak lagi. Mengenai sistem, saya setuju seperti apa yang disampaikan oleh bapak guru tadi. Kami juga sangat beharap bahwa pemangku kebijakan dapat mengetahui keberadaan pergerakan kami. Dapat kita saksikan bersama bahwa kegiatan hari ini kami bekerja sama dengan KPK. Siang nanti kami akan berdiskusi dengan Badan Narkotika Nasional kota Solo terkait dengan kegiatan kami. Kami juga berharap bahwa nantinya pergerakan kami juga akan dilihat oleh Dinas Pendidikan sehingga kolaborasi akan lebih hebat lagi.”

Video guru merdeka belajar ini sebagai sarana untuk mengajak para pendidik sekolah untuk faham mengenai merdeka belajar dan menerapkannya di kelas masing-masing. Dengan adanya motivasi yang disampaikan di dalamnya guru diharapkan tidak hanya belajar dari pakar saja. Guru dapat belajar dari guru lain terutama yang memiliki kreativitas dalam mengajar. Komunitas Guru Belajar dan Kampus Guru Cikal setiap tahun mengadakan Temu Pendidik Nusantara. Pada acara tersebut guru satu dengan guru lain dapat saling belajar tentang merdeka belajar.  

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: