Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar – Cukupkah Jadi Pendidik? Atau Perlu Jadi Penggerak?

Penulis : Anisa Farah Diba | 1 Aug, 2019 | Kategori: Liputan Guru Belajar, Pemalang, Temu Pendidik Daerah

Awalan pen- pada kata pendidik menyatakan pekerjaan seseorang, sebagaimana awalan pen- pada kata pedagang, pengusaha, maupun penggerak. Istilah pendidik sudah pasti telah dipahami oleh masyarakat sedangkan penggerak masih sedikit yang mengetahuinya. Istilah “penggerak” sendiri sebenarnya  sudah banyak diperbincangkan dalam Komunitas Guru Belajar. 

Apa itu penggerak?

Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi (UU No. 20 Tahun 2003, PSL 39 (2)). Pelaksanaan tugas pendidik tersebut juga harus disesuaikan dengan kurikulum pendidikan nasional yang semakin berkembang dan terus mengalami perubahan. Tanpa disadari pada akhirnya sebagian besar pendidik lebih memprioritaskan pencapaian target dengan  mengesampingkan proses. 

Mengajar hanya dilakukan sebagai ritual wajib setiap harinya bukan kebutuhan. Pembelajaran menjadi tidak bermakna dalam hati murid. 

Yang dimaksud penggerak dalam Komunitas Guru Belajar adalah ia yang menjadikan kegiatan mengajar sebagai  kegiatan yang bermakna bagi murid. Penggerak ialah pendidik yang mau belajar meningkatkan kompetensi tidak hanya diri sendiri, tetapi juga kompetensi pendidik lain di lingkungannya, bukan sekadar pendidik yang mengajar hanya untuk meraih sertifikasi.

Pendidik Yes, Penggerak Why Not?

Terdapat sebagian pendidik yang merasa telah melakukan segala upaya agar mendapatkan hasil yang terbaik tetapi yang ia peroleh adalah hal yang sebaliknya. Terdapat sebagian lagi yang telah menyadari kekeliruannya dalam mengajar dan berhasil memperbaiki kompetensi diri tetapi enggan untuk berbagi kepada sesama di lingkungannya. Pendidik tipe yang kedua inilah yang secara sadar atau tidak ikut menjadi bagian dari pendidik yes but penggerak no. Padahal bangsa kita sangat mengenal filosofi sapu lidi: apabila lidi hanya satu tidak punya kekuatan dan mudah dipatahkan, tetapi apabila beberapa lidi diikat menjadi satu akan membentuk kekuatan yang tidak mudah dipatahkan. Apabila seorang diri dapat menghasilkan suatu hal yang baik maka dengan bersama-sama akan menciptakan hal yang luar biasa. Oleh karena itu, menjadi pendidik saja belum cukup melainkan diperlukan penggerak-penggerak  Komunitas Guru Belajar yang saling menularkan semangat mengajar mereka, berbagi metode-metode mengajar yang efektif di kelas, trik pengelolaan kelas yang baik, pengalaman keberhasilan dalam mengajar sehingga pada akhirnya setiap murid dapat mengalami apa yang disebut merdeka belajar di ruang kelas. Berkebalikan dengan pendidik yes but penggerak no, generasi pendidik yes and penggerak why not? merupakan mereka yang rela meluangkan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk menggerakkan komunitasnya.

Belajar tuntas dan tuntas belajar adalah dua hal yang tak sama

Menjadi seorang penggerak  memang tidak bisa instan untuk itu diadakan nonton bareng part 2 video Merdeka Belajar oleh Komunitas Guru Belajar Pemalang pada hari Jumat, 31 Mei 2019 dan dilanjutkan dengan acara buka bersama beberapa guru dari SMK N 1 Pemalang.  Kegiatan diawali dengan penayangan cuplikan dari kegiatan Temu Pendidik Nusantara tahun 2016 yang menampilkan Pendiri Kampus Guru Cikal dan Inisiator Komunitas Guru Belajar, Najelaa shihab. Dalam video tersebut beliau membahas tentang apa itu Merdeka Belajar. Beliau mengatakan bahwa menjadi penggerak itu bukan diberikan begitu saja, namun harus diperjuangkan. 

Selama penayangan video para peserta mendapat pemahaman baru tentang bagaimana merdeka belajar sebenarnya. Beberapa guru terlihat sesekali mengangguk seolah sependapat dengan isi video. Salah satu yang paling membuat suasana hidup yaitu ketika video menayangkan beberapa miskonsepsi guru. Dipaparkan bahwa guru bisa belajar dengan sesama guru bahkan belajar dari murid bukan hanya bisa menerima dari seorang ahli, miskonsepsi bahwa belajar bisa instan dan sebenarnya belajar butuh waktu, dan miskonsepsi-miskonsepsi lainnya. 

Kegiatan yang dilaksanakan di kediaman Ibu Emi Sri Kadarwati yang terletak di desa Banjaran ini dimulai pada pukul 16.05 dan berjalan dengan baik terlihat dari antusias peserta nobar salah satunya Bu Nanik yang menceritakan keluh kesahnya. Ia mengatakan, “Tuntutan kurikulum agar murid  harus tuntas pada semua kompetensi di semua mata pelajaran membuat saya secara pribadi merasa mengajar seperti dikejar target. Bagaimana dengan teman guru yang lain?”. Pendapat tersebut ditanggapi oleh Bu Dwi Rahmawati yang merasa sependapat bahwa tuntutan tuntas belajar membuat murid hanya memahami  pengetahuan sebatas permukaan saja tanpa mendalami lebih melalui proses belajar tuntas. Padahal belajar tuntas merupakan proses yang perlu dilalui anak sehingga kondisi merdeka belajar dalam ruang kelas dapat tercapai. 

Selain konsep tersebut muncul pertanyaan dari Bu Farah, “Bagaimana agar murid tertarik dengan pelajaran matematika sehingga tidak lagi mejadi momok yang menakutkan?”. Berbagai saran pun diberikan seperti datang ke pasar ketika sedang mempelajari aritmatika sosial, menggunakan metode story telling, mengajak bermain gim, mengajak bernyanyi, sampai memberikan soal yang mudah kepada murid.

Topik ini menjadi bahan diskusi sampai acara buka bersama berlanjut dan acara ditutup pukul 18.50 dengan penyampaian kesan tuan rumah, “Ini adalah acara yang langka. Dalam acara ini, saya tidak hanya tahu apa itu guru merdeka belajar tetapi saya juga bisa mengenal teman-teman lebih dekat bersama keluarga dalam buka bersama malam ini. Terima kasih telah menyempatkan waktu datang ke kediaman kami”, ujar Bu Emi.

Komunitas Guru Belajar Pemalang berharap kedepannya guru SMK N 1 Pemalang dapat mempraktikkan hakihat dari merdeka belajar dan menjadi bagian dari Komunitas Guru Belajar. Menjadi Pendidik sekaligus Penggerak Komunitas Guru Belajar, kenapa tidak?

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: