Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar – Guru Berdaya dengan Berkolaborasi

Komunitas Guru Belajar Hulu Sungai Tengah (KGB HST) Kalimantan Selatan menyelenggarakan  Temu Pendidik Daerah dengan nonton bareng Guru Merdeka Belajar, Kamis 20 Juni 2019. Temu Pendidik Daerah ini mengambil tempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang dihadiri oleh sekitar 63 pendidik SD, SMP, dan Madrasah Aliyah. Dalam sambutannya Ketua KGB HST, Abdul Mujib melaporkan bahwa kegiatan ini mengawali dibentuknya KGB HST yang merupakan transformasi dari Komunitas Guru Menulis HST (KGM HST). Abdul Mujib juga menambahkan bahwa dia tidak menyangka kegiatan nobar tersebut mendapat respon positif dari para guru di Hulu Sungai Tengah yang semula dia mengira hanya akan dihadiri oleh sekitar 20 orang. Dalam 2 hari, pendaftaran peserta dibuka lewat formulir online, terpaksa harus ditutup dengan jumlah 63 pendaftar karena memperhitungkan kapasitas tempat acara.

Dalam struktur kepengurusan KGB HST ada 3 orang, Abdul Mujib sebagai ketua, Taufik Rachman sebagai sekretaris dan Elizabeth Novita Y.L sebagai bendahara. KGB HST juga memiliki penasehat dari pengawas SMP Ibu Anton Nortasiah Rahmi yang juga hadir memberi sambutan pada agenda pembukaan. Dalam sambutannya Ibu Anton menegaskan bahwa guru tidak bisa berdaya sendirian, guru bisa berdaya dengan berbagi, bekerjasama dan berkolaborasi.   

Temu Pendidik Daerah KGB HST dimulai dari jam 09.00 Wita juga dihadiri oleh Ibu Jumratil Kiptiah Kabid Bina SD mewakili Kepala Dinas Pendidikan HST bersama Bapak Muhammad Arsyad Kabid GTK dan Bapak Misran Kabid Paud Dikmas. Kepala Disdik HST dalam kesempatan ini diwakili Ibu Jumratil Kiptiah membuka acara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif dan inovasi guru-guru Hulu Sungai Tengah dalam berkumpul untuk berbagi dan bisa mengatasi permasalahan dengan duduk bersama.  Beliau juga menambahkan bahwa Disdik HST berharap lewat Komunitas Guru Belajar HST merupakan kumpulan orang-orang yang ingin maju bisa berkontribusi besar dalam memajukan pendidikan di bumi Murakata.

Setelah seremoni pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan mengisi formulir daftar hadir secara online yang disediakan linknya oleh Kampus Guru Cikal. Pengisian tersebut dilaksanakan secara bersama-sama dan dipandu oleh Bapak Taufik Rachman.

Kemudian acara dilanjutkan dengan nonton bareng video Guru Merdeka Belajar yang disampaikan  oleh ibu Najelaa Shihab, inisiator dan pendiri Kampus Guru Cikal. Sebelum pemutaran video, KGB HST melakukan survey kuisioner lewat aplikasi online (kahoot.it) kepada peserta. Survey berisi 8 pertanyaan tentang konsep merdeka belajar dan miskonsepsi yang ada dikalangan guru selama ini. Peserta nobar terlihat sangat antusias dan menikmati menjawab survey tersebut, dan beberapa peserta merasa kagum dengan penggunaan media digital dalam melakukan survey dan mereka menyatakan baru pertama kali melihatnya. 

Video paparan tentang konsep merdeka belajar berdurasi sekitar 14 menit. Dalam video tersebut ibu Najelaa Shihab menyampaikan bahwa guru yang merdeka belajar adalah pendidik yang punya komitmen, memiliki kemandirian dan selalu reflektif. Beliau juga mengemukakan bahwa Guru Indonesia sulit untuk belajar karena sedang melawan banyak miskonsepsi yaitu: belajar perlu insentif, belajar harus dari ahli, belajar cukup tentang ‘how to’, belajar harus dengan target waktu, kompetensi bersifat individual, dan peran masyarakat adalah mensukseskan program pemerintah. Komunitas Guru Belajar hadir untuk membalik semua miskonsepsi tersebut. Dengan Komunitas Guru Belajar, guru bisa belajar sebagai kebutuhan alamiah, guru bisa belajar dengan efektif dari sesama guru sebagai figur realistis, guru bisa belajar dengan tujuan dalam konteks, guru bisa belajar dengan waktu yang tidak terbatas, guru bisa menumbuhkan kompetensi bersama lingkungan, dan Komunitas Guru Belajar punya mimpi dan harapan agar peran pemerintah bisa menguatkan praktik baik dari masyarakat.

Selama pemutaran video tersebut seluruh peserta tampak memperhatikan dengan hikmat tayangan paparan konsep Merdeka Belajar. Selama 14 menit seisi ruangan tidak terdengar suara kecuali paparan dari video tersebut.

Setelah tayangan video berakhir, rundown acara dilanjutkan dengan refleksi. Pada kegiatan refleksi ini dipandu oleh bapak Abdul Mujib dan peserta kegiatan duduk secara berkelompok dalam 6 kelompok kecil. Dalam kelompok, peserta melakukan kegiatan TPS (Think-Pair-Share). Peserta mendiskusikan refleksi mengikuti arahan 5 pertanyaan dari narasumber. Pertanyaan berisi tentang: gambaran miskonsepsi mana yang paling menggambarkan diri peserta? setujukah peserta dengan konsep merdeka belajar dan alasannya apa? inginkah peserta menjadi guru merdeka belajar? dan perubahan apa yang akan dilakukan di kelas sebagai guru merdeka belajar?. Ibu Barlian dari MAN 3 Hulu Sungai Tengah mengemukakan bahwa guru merupakan refleksi bagi peserta didiknya, apa yang dilakukan guru akan digugu dan ditiru peserta didiknya. Bapak Darlan guru MAN 3 HST juga menambahkan bahwa selain menjadi refleksi diri bagi peserta didik, guru merupakan saluran informasi utama bagi perserta didik untuk saling memberi dan menerima ilmu pengetahuan satu sama lain.

Setelah diskusi dalam kelompok, peserta menuliskan refleksi mereka pada sticky note dan menempelkannya pada poster di dinding. Satu poster untuk catatan refleksi 2 kelompok.

Selain membuat refleksi pada poster dinding, seluruh peserta juga memposting catatan refleksi mereka pada akun media sosial masing-masing dengan #NobarMerdekaBelajar #GuruBelajar dan #kgbhst.

Acara nobar  diakhiri dengan foto bareng seluruh pendidik. Tampak raut kebahagian dalam kebersamaan Komunitas Guru Belajar HST.

Apakah sahabat guru berdaya sudah atau ingin Merdeka Belajar? Mari bergabung bersama kami dalam wadah persaudaraan satu tujuan Komunitas Guru Belajar Hulu Sungai Tengah. Semua murid, semua guru. 

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: