Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar – Guru Merdeka Belajar, Guru yang Adaptif?

Peran guru sangat signifikan apabila kita melihat konteks pendidikan secara utuh, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas guru untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Guru belajar merupakan hal yang tidak mudah diperjuangkan, tapi pengembangan guru melalui Guru Belajar dapat menguatkan peran guru di masin masing jenjang pendidikan, sehingga perlu adanya forum diskusi untuk guru-guru. Temu Pendidikan Nasional adalah salah satu kegiatan dalam Komunitas Guru Belajar yang memfasilitasi atau memberikan wadah kepada guru-guru untuk dapat bertukar pikiran / sharing, berdiskusi mengenai masalah-masalah yang di alami selama pembelajaran di sekolah dan bagaimana cara menemukan penyelesaian dari masalah tersebut. Dalam pertemuan sesama pendidik kita akan banyak belajar dan menemukan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran. Kali ini dalam kegiatan Pesantren Ramadhan, SD Negeri Gadingan 2 bekerja sama dengan Komunitas Guru Belajar Solo Raya mengadakan kegiatan Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar.

Kegiatan Temu Pendidik Sekolah ini dilaksanakan di SD Negeri Gadingan 2 selama 3 jam (13.00 – 16.00). Ada sebanyak 15 pendidik dan 104 murid kelas I – VI yang mengikuti Temu Pendidik Sekolah. Pukul 13.00 tepat acara dibuka dengan salam dan perkenalan diri oleh Komunitas Guru Belajar Solo Raya, setelah itu Kepala Sekolah memberikan sambutannya. Beliau mengapresiasi dan sangat senang dengan kedatangan kami, “saya pribadi sangat senang dan mengapresiasi kedatangan Komunitas Guru Belajar Solo Raya, perlu diketahui semenjak kedatangan Pak Arga (salah satu penggerak Komunitas Guru Belajar Solo Raya) sekolah kami menunjukkan progress naik. Semoga acara seperti ini tidak hanya sekali dilakukan dan saya berharap kedepannya dapat memberikan dampak positif untuk pendidik dan murid. Untuk selanjutnya saya persilahkan untuk melakukan kegiatan nonton bareng”, jelas Ibu Kepala Sekolah kepada kami.

Pukul 13.25 tepat kegiatan dimulai. Kegiatan pertama yaitu pemutaran film  Sahabat Pemberani KPK yang di ikuti oleh siswa kelas I – VI selama kurang lebih 30 menit yang dipandu oleh Kak Winda selaku koordinator acara ini. Anak anak sangat antusias sekali dalam kegiatan ini, terbukti saat diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan film, mereka saling berebut. Kegiatan untuk siswa di akhiri dengan BoardGame. Board Game merupakan produk ciptaan dari Komunitas KPK sebagai salah satu media pembelajaran. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok ada fasilitatornya untuk memandu jalannya game. Setelah melakukan board game selama 20 menit, siswa diminta untuk merefleksi kegiatannya dengan cara menuliskan pesan, kesan dan pembelajaran apa yang bisa di ambil dari board game tersebut. Kemudian hasil refleksi di tempel di papan tulis. Ada satu tulisan yang membuat penulis berdecak kagum “Sahabat Pemberani harus bersikap jujur, adil, disiplin dan mandiri” tulisan itu seperti sebuah tamparan untuk kita sendiri, salah satu sifat  yang harus dimiliki seorang guru dan mereka juga guru untuk kita, karena semua murid semua guru.

Acara inti selanjutnya adalah nonton bareng guru merdeka belajar, kegiatan yang dihadiri oleh Bapak/Ibu Guru SD Negeri Gadingan 2 ini bertambah ramai manakala ada tamu dari politeknik Indonusa yang ingin mengadakan workshop tentang pembuatan musik dari suara mainan anak anak atau sejenis musik aransemen. Pemandu kegiatan nonton bareng ini adalah kak Rosi, sebelum dimulai kegiatannya Kak Rosi memberikan paparan dan pembukaan di lanjutkan dengan Kak Winda memberikan penjelasan dengan apa itu Komunitas Guru Belajar Solo Raya. Para guru menonton bersama video guru merdeka belajar dan mendengarkan, menyimak dengan baik apa yang disampaikan Ibu Najelaa Shihab. Setelah menonton video dengan durasi sekitar 15 menit, dilanjut dengan refleksi.

Pada kegiatan refleksi ini, para guru memberikan refleksi terhadap apa yang di lihat dan didengarkan dalam video dan memberikan apresiasi positif terhadap Komunitas Guru Belajar. masing masing guru diminta menuliskan refleksinya dalam selembar kertas. Refleksi salah satu guru bernama Bu Eni, beliau menuliskan ”Guru terbebani administrasi yang banyak sehingga waktu tersita banyak untuk membuat administrasi”. Hal ini memang benar adanya, seperti yang disampaikan Ibu Najelaa Shihab,” salah satu tantangan kita saat ini adalah membedakan cara dengan tujuan, kita terjebak pada tugas tugas administratif,kita terjebak pada ketentuan-ketentuan birokrasi sehingga ujian, akreditasi,seleksi, nilai yang sebetulnya semua hanya cara kemudian menjadi tujuan dan menjadi prioritas utama, bahkan lebih tinggi dari prioritas tujuan nasional sendiri”. Setiap pendidik harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi guru merdeka belajar.

Refleksi lain disampaikan oleh Kak Catur Ayudiono, “Video merdeka belajar membuka wawasan untuk para pengajar lebih mengeksplor cara mengajar,tentunya dengan kreatif dan inovatif”. Guru yang profesional adalah guru yang adaptif, setiap siswa kita membutuhkan hal yang berbeda dari kita, sehingga kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran sangat esensial.Video guru merdeka belajar merupakan sebuah renungan dan introspeksi kita sebagai pendidik “Sudahkan kita menjadi Guru Merdeka Belajar?”. Setelah pemutaran video ini, kita berharap kita mampu mengubah tujuan kita sebagai pendidik yang sebenarnya dan merdeka, semua dapat kita capai dengan tetap pada komitmen, mandiri dan refleksi. Seorang guru tidak ada yang belajar sendirian, maka dibentuklah wadah komunitas guru belajar. Guru dapat belajar dari guru lain, sama hal nya membuat jaring-jaring pengetahuan. 

Acara penutup ditutup dengan pemaparan sedikit dari Kak Catur, beliau adalah seorang pengaransemen lagu dengan mengubah musik dalam lagu bersumber dari suara berbagai mainan anak- anak. Masing masing guru di minta untuk mengambil alat mainan anak anak yang dibawanya, dan kita diminta untuk membunyikan satu-satu. Komunitas Guru Belajar Solo Raya dan Sragen juga membuat sebuat video dengan Kak Catur dengan mengaransemen musik sebuah lagu menggunakan alat mainan anak anak. Rencana kami akan mengadakan workshop bekerjasama dengan kak Catur dalam waktu dekat. Disini pelajaran yang disampaikan kak Catur adalah bahwa semua yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan untuk media belajar, asal kita ada kemauan pasti bisa. Inovasi dalam dunia pendidikan tidak pernah habis, mari kita sebagai pendidik memulai untuk memerdekan diri sendiri sebagai guru merdeka belajar, memiliki kemauan dan komitmen untuk menjadi guru profesional, walaupun semua ini membutuhkan proses yang tidak singkat tapi setidaknya kita berani untuk menghadapi perubahan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.Dan inilah acara penutupan yang berakhir dengan ceria.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: