Nonton Bareng Guru Merdeka Belajar – Mengajar dengan Tujuan Bukan Karena Tuntutan

Penulis : Choifah | 30 Jul, 2019 | Kategori: Jepara, Liputan Guru Belajar, Temu Pendidik Daerah

Kegiatan mengajak kepada yang belum pernah tahu atau belum tahu itu sangat membuat hati deg-degan. Kenapa tidak, berada dalam lingkungan yang biasanya selalu bersifat rutin dan selalu itu-itu saja pasti susah untuk membuat sebuah hal baru dan berharap hal baru tersebut bisa diterima dan dijalani bersama.

Sebagai guru kita tidak akan lepas dengan sesama teman guru, itu pasti. Namun menjadi guru yang hanya datang untuk mengajar murid-muridnya dengan cara biasa saja itu akan sangat menyayangkan bagi diri kita sendiri sebagai guru dan tentunya akan berdampak buruk bagi murid kita nantinya. 

Mengajar mungkin bagi sebagian orang itu suatu yang mudah dan tak perlu apapun. Mungkin mengajar itu hanya memberikan pengetahuan yang dimiliki oleh guru kepada muridnya. Namun semua yang tersebut itu adalah sebuah kesalahan besar. Menjadi guru itu harus memiliki yang pertama adalah niat atau bisa dikatakan panggilan dari hati yang paling dalam tanpa itu guru tidak dapat menikmati dengan indah dan yang kedua guru itu harus punya rasa merdeka yang muncul dari hati terdalam juga.

Niat dan kemerdekaan, keduanya itu adalah suatu hal yang musti dimiliki semua guru. Tanpa ada dua itu akan sulit untuk menjalankan kewajiban sebagai guru. Kalau niat, insyaallah sudah ada kalau memang ditanamkan. Nah, bagaimana dengan merdeka belajar? Merdeka belajar memiki tiga dimensi, yaitu komitmen pada tujuan, kemandirian dan senantiasa melakukan refleksi.

Pada saat ini, perasaan merdeka itu sudah jarang ditemui di sekitar,yang ada bagi sebagian besar guru mengajar karena tuntutan, tuntutan atasan, tuntutan kebijakan dan masih banyak tuntutan-tuntutan lain. Sehingga tuntutan tersebut lebih didahulukan daripada komitmen pada tujuan awal. Padahal semestinya kebijakan itu bukanlah sebuah tuntutan, namun itu semua adalah sebuah teman yang mendukung tercapainya tujuan belajar dan mengajar.

Untuk mengajak semua guru agar merasakan kemerdekaannya itu banyak sekali tantangan, namun dengan kekuatan tekad tantangan itu harus dilalui agar tercapai rasa merdeka itu ada di setiap hati guru. Salah satu kegiatan yang menjadi langkah awal saya yaitu dengan mengajak guru d ilingkungan madrasah atau sekolah untuk ikut serta dalam kegiatan nonton bareng film guru merdeka, kegiatan itu dilaksanakan hari rabu tanggal 29  mei 2019 bertempat di RM Serba Sambal Jepara, sembari menunggu waktu buka bersama dan dihadiri oleh 20 guru yang berada satu madrasah. 

Kegiatan nonton bareng ini sangat menarik karena adanya respon positif dari peserta. Menjadi sebuah pelajaran berharga mengenai tentang kemerdekaan bagi guru yang sesungguhnya. Tanggapan positif itu muncul hampir dari semua peserta karena sangat antusias untuk melakukan perubahan ke lebih baik untuk bersama-sama saling belajar. Menyadarkan diri akan pentingnya belajar sesama guru atau pendidik untuk menemukan hal baru atau menyelesaikan permasalahan bersama. Sungguh banyak yang bisa diambil dari pertemuan pendidik sekolah ini. Selain nonton bareng ada juga diskusi tentang literasi yang lebih dalam, dengan adanya pengetahuan baru, semakin meyakini bahwa ternyata pertemuan diskusi kepadasesama guru atau pendidik itu sangat penting dan sebagai akhir di kegiatan ini kami semua sepakat akan ada diskusi atau pertemuan lagi untuk bersama-sama saling mendengarkan dengan saling memberi dan menerima pengetahuan serta pengalaman bersama.

Demikian liputan nonton bareng film guru merdeka dan diskusi tentang literasi, itu sungguh belum cukup dan akan lanjut setelah itu. Bagaimana dengan guru-guru yang lain, mari kita lanjutkan belajar ini, bukan hanya murid yang belajar namun guru itu juga harus tetap belajar dan memiliki kemerdekaan. Salam Merdeka Belajar!

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: