Pelajaran dari Pembukaan Asian Games 2018

Penulis : bukik | 19 Aug, 2018 | Kategori: Catatan Guru Belajar, Refleksi Guru Belajar

Pembukaan Asian Games 2018 spektakuler. Respon positif dari masyarakat dan dunia. Apa pelajaran dari acara itu yang bisa diterapkan di pendidikan?

Pembukaan Asian Games 2018 sebenarnya kalah dengan agenda persiapan Temu Pendidik Nusantara 2018 (TPN). Ketika acara tersebut dimulai, saya justru masih mematangkan mekanisme kurasi pembicara TPN bersama Ketua Kelas TPN 2018. Jadi jangankan menyaksikan langsung, menyaksikan melalui media televisi atau digital pun tidak sempat.

Saya menyaksikan Pembukaan Asian Games setelah kehebohan dimulai di media sosial. Biasa, kita selaku warganet adalah pemberi komentar yang murah hati. Kali ini, warganet sedang bergembira rupanya, pujian terhadap pembukaan Asian Games 2018 berjajar sepanjang linimasa. Pasti terjadi sesuatu yang luar biasa, pujian jadi lebih banyak dibandingkan nyinyiran *eh

Saya pun memaksakan diri mencari video Pembukaan Asian Games 2018 di media sosial. Barulah saya merasakan “WOW”nya. Keren, spektakuler dan luar biasa! Pembukaan yang lebih seru bahkan dibandingkan acara-acara internasional lain, seperti olimpiade atau piala dunia. Saking kerennya, kemegahan pembukaan itu jadi pusat pembicaraan di seluruh dunia dan media dari berbagai negara. Jadi pusat perhatian dunia!

Susah memilih sesi mana dari Pembukaan Asian Games 2018 yang lebih bagus. Semuanya bagus! Meski begitu, saya paling terpaku dengan penampilan tarian yang semula saya kenal sebagai Tarian Sama, tapi kalau dibawakan perempuan, nama tariannya Ratoh Jaroe. Paduan budaya masa lalu dengan teknologi kekinian, keterampilan individual dengan kolaborasi kolektif, dan tidak memerlukan bintang untuk menarik perhatian. Simak saja  

Apa Pembukaan Asian Games 2018 hanya jadi momen sesaat yang kemudian jadi kenangan? Tentu video-video akan terus ditonton sepanjang waktu, tapi pertanyaan pentingnya adalah apa pelajaran yang bisa kita petik dari Pembukaan Asian Games 2018? Setiap orang tentu punya jawaban masing-masing, saya sendiri akan menjawab dalam konteks pendidikan, bisa yang saya geluti.

Apa pelajaran pelajaran dari Pembukaan Asian Games 2018 yang bisa diterapkan di pendidikan?

Pembukaan Asian Games 2018

Bukan sekedar pembukaan, tapi sebuah jawaban

Sebagian orang bertanya untuk apa Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Toh ekonomi sedang sulit. Kenapa memaksakan diri menjadi tuan rumah pengganti setelah Vietnam mengundurkan diri? Alih-alih sekedar pembukaan biasa, Pembukaan Asian Games 2018 langsung memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa. Masyarakat, setidaknya sejenak, bergandengan tangan. Dunia memperhatikan Indonesia. Kebanggaan bangsa membesar lagi. Kepercayaan diri bahwa Indonesia bisa melakukan hal besar. Dan bila di awal sudah ada perasaan berhasil, maka energi akan membuncang untuk menghadapi tantangan kemudian.

Begitu pula semestinya pembukaan pengajaran di kelas. Jawaban atas semua pertanyaan mengapa, tuntas dijawab di awal. Hindari melakukan pembukaan yang biasa. Hindari pembukaan yang luar biasa tapi tidak menjawab mengapa kegiatan ini penting. Pastikan semua pertanyaan mengapa dijawab tuntas. Mengapa kita susah payah hadir di kelas ini? Mengapa penting mengikuti pelajaran ini? Bila pembukaan menjawab tujuan belajar dengan cara luar biasa, maka akan kelas akan penuh energi untuk menghadapi tantangan belajar. Merdeka belajar sejak permulaan kegiatan belajar.

Bukan sekedar budaya warisan, tapi kreatif menciptakan

Kita seringkali menganggap budaya sebagai warisan yang harus kita terima begitu saja. Warisan yang kita jaga keaslian, kita pelihara keramatnya, sembari pelan-pelan budaya menjauh dari kenyataan sehari-hari. Pembukaan Asian Games 2018 bukan sekedar memandang budaya bangsa sebagai warisan yang harus dipertahankan. Budaya justru jadi energi kreatif untuk menciptakan. Padu padan budaya masa lalu dengan teknologi masa kini justru jadi kunci lahirnya penampilan-penampilan ciamik. 

Di pendidikan, budaya seringkali jadi anak tiri. Penting ketika ada ceremonial, tapi dipinggirkan ketika menjelang ujian. Pelajaran dari Pembukaan Asian Games justru bagaimana menjadikan budaya sebagai energi untuk kreatif menciptakan. Bukan sekedar dirawat menjadi pelajaran muatan lokal tersendiri, tapi bagaimana memadupadankan budaya dengan proses dan materi belajar secara keseluruhan. Bagaimana anak-anak belajar matematika dari motif kain lokal? Bagaimana anak-anak belajar bahasa Inggris dengan memahami bahasa lokal? Bagaimana anak-anak belajar sains dari bentuk bangunan, lukisan dan benda budaya lainnya? Pertanyaan yang akan membawa kita pada memberdayakan konteks sebagai sumber dan media belajar.

Tentu tidak mudah memadupadankan budaya masa lalu dengan tuntuntan belajar masa kini. Guru butuh memahami konsep yang melandasi suatu budaya sekaligus konsep dari suatu pelajaran. Tanpa memahami konsep, upaya memadupadankan antara budaya dan pelajaran hanya akan menampilkan proses belajar yang dangkal dan kering. 

Bukan sekedar penampilan, tapi mencari kesempurnaan

Penanggung jawab Pembukaan Asian Games pusing tujuh keliling. Betapa tidak, dana dan waktu terbatas tapi diminta mewujudkan harapan tak berbatas. Jalan mudahnya, siapkan saja pembukaan sesuai dana dan waktu yang disediakan. Namun, rupanya penanggung jawab Pembukaan Asian Games mempunyai semangat bukan sekedar membuat penampilan atau menggugurkan kewajiban. Meski di tengah keterbatasan, mereka rupanya memilih tantangan yang bermakna, memilih untuk mencari kesempurnaan. 

Kebanyakan orang memilih jalan mudah, yang penting pekerjaan selesai. Kebanyakan guru pun begitu, dikte dan kerjakan soal jadi cara yang banyak digunakan di ruang kelas. Namun, guru belajar memilih tantangan yang berbeda. Bukannya memilih yang mudah, tapi memilih tantangan yang bermakna. Proses belajar semester lalu yang belum efektif, diperbaiki. Proses belajar semester lalu yang sudah efektif, terus dikembangkan. Lihat dan pelajari semua rincian. Minta dan terima umpan balik dari semua pihak. Terus menerus, jadilah membangun keberlanjutan

Bukan sekedar kemegahan, tapi memanusiakan hubungan

Pembukaan Asian Games 2018 seolah hanya menampilkan kemegahan. Tentu pencahayaan, kembang api, para bintang dan panggung yang megah akan mudah membawa pada kesimpulan tersebut. Dalam sebuah obrolan, seorang teman membandingkan pembukaan tersebut dengan pembukaan acara yang lain. Ada pernyataan yang menarik, Pembukaan Asian Games bukan sekedar deretan atraksi atau penampilan, juga memperhatikan elemen pengalaman penonton. Tentu ini pekerjaan lebih berat lagi, mengubah alur proses dari apa yang mau kita tampilkan menjadi apa yang dilihat, didengar dan dirasakan penonton sepanjang pembukaan? Hasilnya, penonton bukan saja kagum, tapi terlibat sepanjang acara pembukaan. 

Sebagai guru, pertanyaan awal yang penting dipikirkan bukan apa pelajaran yang mau disampaikan? Bukan pula bagaimana strategi pengajaran yang akan digunakan? Pertanyaan pentingnya, apa yang dilihat, didengar dan dirasakan murid sepanjang pelajaran? Apa yang dirasakan di awal, di tengah dan di akhir? Upaya memahami murid menjadi pondasi bagi proses belajar mengajar. Itulah memanusiakan hubungan, memperlakukan murid selayaknya manusia yang mempunyai kebutuhan dan perasaan agar bisa membangun relasi positif yang menunjang proses belajar. Bicara memanusiakan hubungan, tahun ini Kampus Guru Cikal dan Komunitas Guru Belajar mengusungnya sebagai topik Temu Pendidik Nusantara 2018.

Itulah empat pelajaran yang saya dapatkan dari Pembukaan Asian Games 2018. Pelajaran penting bagi saya sebagai pendidik, maupun sebagai panitia Temu Pendidik Nusantara yang akan diadakan 5 – 7 Oktober 2018. Meski mungkin tidak bisa menyaingi kemegahannya, tapi semoga dengan mengambil 4 pelajaran ini, Temu Pendidik Nusantara 2018 bisa menghasilkan pengalaman belajar yang luar biasa. 

Menurut Anda, apa pelajaran dari Pembukaan Asian Games 2018 yang bisa diterapkan di pendidikan? Tulis di kolom komentar ya

Daftar menjadi Peserta di
Temu Pendidik Nusantara 2018

Sumber foto: Bola.net 

About the Author

One thought on “Pelajaran dari Pembukaan Asian Games 2018”

Leave a Reply

%d bloggers like this: