Pelatihan Menulis Praktik Baik Pengajaran di Semarang Bersama Nusantarun

Apa itu menulis praktik baik pengajaran? Saya tidak bisa menulis, bagaimana cara melakukannya? Raut wajah bingung namun penasaran muncul dari guru-guru berkumpul di gedung Dieng, BP2KLK Semarang untuk mengikuti Pelatihan Menulis Praktik Baik. Kampus Guru Cikal berkolaborasi dengan Nusantarun mengadakan pelatihan untuk guru dan murid secara paralel di hari Selasa, 10 Maret 2020 dan Rabu, 11 Maret 2020. Guru-guru mengikuti pelatihan bersama pak Rizky Rahmat Hani, pak Ratno Kumar dan kak Fatrica sebagai pelatih di ruangan lantai dua. Sebelum mulai praktik menulis, pak Rizqy, pak Kumar dan kak Fatrica memperkenalkan diri kepada guru-guru dan kemudian mengajak guru-guru untuk melakukan Ice Breaking, agar suasana pelatihan menjadi lebih santai. 

Memasuki sesi materi pelatihan pak Rizqy dan pak Kumar menjelaskan Karir Protean, bahwa guru-guru bisa mengembangkan karirnya tidak hanya sebagai koordinator sekolah atau kepala sekolah, tapi guru-guru bisa mengembangkan karirnya melalui bakat atau keterampilan lain yang dimilikinya tanpa meninggalkan profesi utamanya sebagai guru. Sebagai contoh yang sudah ada adalah Pak Nunuk yang melihat kebutuhan belajar murid-muridnya di dalam kelas dan keterampilannya dalam membuat board game, pak Nunuk menciptakan banyak board game untuk membantu belajar murid-muridnya. Selain pak Nunuk ada pak Eka Wardana yang aktif sebagai penulis buku dan mengembangkan karirnya dengan membuka penerbit buku bagi guru-guru. 

Dari penjelasan pak Rizqy dan pak Kumar tentang karir protean, guru-guru semakin penasaran bagaimana cara memiliki karir protean sedangkan tidak memiliki banyak keterampilan dan masih harus tetap fokus mengajar di kelas. Pak Rizqy dan pak Kumar menambahkan, bahwa dengan menulis praktik baik di kelas guru-guru bisa mengembangkan karir protean. Di Kampus Guru Cikal, guru-guru bisa menulis praktik baik yang pernah dilakukan dan mengirimkannya ke Kampus Guru Cikal, yang kemudian akan diterbitkan di Surat Kabar Guru Belajar atau dimuat dalam buku yang Kampus Guru Cikal terbitkan.

Di Sesi berikutnya pak Rizqy dan pak Kumar mulai menjelaskan cara menulis dengan menggunakan formula yang dimiliki Kampus Guru Cikal yaitu ATAP. A yang pertama adalah Awalan, bagian yang menceritakan situasi awal meliputi tanggung jawab sebagai guru dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. T adalah Tantangan,bagian yang menceritakan tantangan atau kesulitan yang harus dicapai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kemudian A yang kedua adalah Aksi, bagian yang menceritakan strategi dan pelaksanaan strategi belajar termasuk penyesuaian strategi bila ada. Dan yang terakhir P yang berarti Perubahan atau Pelajaran, bagian yang menceritakan pelajaran hasil refleksi terhadap keseluruhan proses. 

Setelah pak Rizqy dan pak Kumar memberikan penjelasan ATAP, guru-guru dibagikan kanvas pengerjaan ATAP, dan mereka diminta untuk memetakan praktik baik yang sudah dilakukan. Setelah selesai memetakan praktik baik, pak Rizqy meminta guru-guru untuk menuliskan kanvas ATAP tersebut dalam bentuk paragraf. Saat semua guru mulai menuliskan kanvas ATAP mereka dalam bentuk paragraf, ada 3 orang guru yang datang terlambat saat pak Rizqy dan pak Kumar menjelaskan penulisan ATAP, sehingga mereka terlihat kebingungan ketika akan menuliskan dalam paragraf. Kak Fatrica mencoba bantu dengan menjelaskan kembali penulisan di kanvas ATAP, dan memberikan contoh-contoh yang lebih mudah dipahami, dan 3 orang guru tersebut akhirnya bisa menyusul teman-temannya yang lain untuk menulis ATAP dalam bentuk paragraf.

Selesai menuliskan praktik baik dalam bentuk ATAP, pelatih mengingatkan para guru untuk menyimpan catatannya, karena esok hari masih ada pelatihan Dokumentasi Praktik Baik dan akan menggunakan tulisan mereka sebagai materi video.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: