Pelatihan Merdeka Belajar bersama KGB Kudus

Penulis : Nur Yuliani Elfandari | 23 Jun, 2020 | Kategori: Belajar, Kudus, Merdeka Belajar

Bertepatan dengan hari guru Internasional, KGB Kudus mengadakan pelatihan Guru Merdeka Belajar (GMB) bertempat di Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus. Pelatihan tersebut diikuti 36 peserta dengan latar belakang mahasiswa dan guru di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, maupun SMA. Antusiasme peserta untuk mengikuti pelatihan sangat tinggi, terbukti dengan dimulai acara pukul 12.00 WIB bertepatan waktu pulang mengajar, tanpa lelah para peserta hadir dengan semangat untuk mengetahui lebih jauh apa makna merdeka belajar itu.

Pelatihan Guru Merdeka Belajar difasilitatori Guru Anik dari KGB Semarang

Semangat Peserta Pelatihan Guru Merdeka Belajar

Pelatihan Guru Merdeka Belajar Kudus didampingi oleh bu Anik Puspowati seorang narasumber yang ramah, energik dan sangat inspiratif dari KGB Semarang. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan sambutan bapak Drs. Imam Santosa, M.Or selaku ketua PBG dan bapak Suharto, S.Pd, M.Pd selaku Manager PBG. Dalam sambutannya, beliau berdua mengapresiasi kegiatan pelatihan GMB sebagai semangat peserta untuk belajar secara bermakna dan kegiatan seperti ini harus rutin dilakukan untuk memajukan pendidikan khususnya di daerah Kudus itu sendiri. 

Menginjak kegiatan inti, untuk memupuk semangat dan menjalin keakraban sesama peserta dan panitia diadakan perkenalan dengan ice breaking yang berjalan ramai dan seru. Setelah itu peserta diminta membuat 6 kelompok untuk mendiskusikan drama 2 kelas dengan situasi model pengajaran guru yang berbeda, pemateri sebagai guru dan peserta sebagai murid.

Peserta Pelatihan Guru Merdeka Belajar Kudus

Pengajaran yang Merdeka Belajar

Diskusi berjalan santai dan beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Disini dibahas tuntas tentang perbedaan pengajaran langsung yang memiliki ciri-ciri : tujuan yang hanya mengacu pada kurikulum, metode belajar yang ditentukan hanya oleh guru dan penilaian dilakukan hanya oleh guru, dengan pengajaran merdeka belajar dengan ciri-ciri : memadukan tuntutan kurikulum dengan kebutuhan murid, cara belajar ditentukan guru dan murid, dan penilaian melalui berbagai cara dan mengajak murid melakukan refleksi. Setelah bertukar pikiran mengenai perbedaan tersebut para peserta menuliskan refleksi diri dengan tiga hal yaitu : “apa yang akan dilanjut”, “apa yang harus diubah”, dan “apa yang harus dihentikan”.

Menuju sesi pelatihan berikutnya peserta diajak menonton sebuah video inspiratif dari ibu Ameliasari Kesuma dari KGB Salatiga yang melakukan perubahan pengajaran langsung menjadi merdeka belajar dan dilanjutkan diskusi oleh peserta. Ada beberapa peserta menanggapi video tersebut, salah satunya guru Septi berkata “harus memahami karakter siswa, tidak boleh memaksakan tujuan tanpa adanya kesepakatan dengan murid’. lalu ada tanggapan lainnya dari guru Laili, “ harus lebih menjalin komunikasi dengan murid dan tidak mengacu keberhasilan murid dari hasil nilai akademiknya saja”.

Miskonsepsi Guru Belajar

Narasumber juga mengajak peserta untuk mengulik tentang miskonsepsi Guru Merdeka Belajar. Miskonsepsi yang sering terjadi dilingkungan sekitar yaitu : Guru belajar menunggu instruksi sekolah/dinas atau mendapat intensif. Miskonspesi yang kedua guru hanya mau belajar dari pakar dan ahli. Guru hanya belajar “how to” bagaimana cara mengajar. Guru berharap belajar bisa instan. Miskonsepsi yang kelima guru bisa belajar sendirian. Miskonsepsi ditelaah dengan tujuan dapat memahami lebih dalam apa makna Merdeka Belajar. Harapannya menjadi Guru Masa Depan yang mandiri mengembangkan kompetensi, aktif berkolaborasi, mengembangkan jalur karirnya,terus mengembangkan kompetensi. Memiliki kesesuaian potensi dan aspirasinya, tak ketinggalan tentunya Merdeka Belajar.

Baca Juga: Merdeka Belajar Bukan Jargon

Pada pukul 17.00 yang menjadi akhir sesi pelatihan Guru Merdeka Belajar. Peserta diminta untuk menilai diri sendiri sudah sampai tahap apakah mereka berada. Dalam jenjang atau tahapan sebagai guru merdeka belajar jika diidentifikasi dari empat kunci pengembangan guru atau bisa disebut 4K; yaitu : Kemerdekaan, Kompetensi, Kolaborasi dan Karier. Hal ini berguna untuk menjadi landasan dan tolak ukur apa yang harus dilakukan kedepan. Dan apa kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjadi guru yang merdeka belajar. Para peserta berharap selalu diadakannya pelatihan yang berkelanjutan. Sehingga ada wadah yang membuat mereka semangat untuk selalu belajar secara bermakna. Dan membuat mereka berkarya dan mengembangkan karier mereka untuk kedepannya.

Ingin Menjadi Peserta Pelatihan Guru Merdeka Belajar?

Yuk ikuti pelatihan daring
Guru Merdeka Belajar – Kampus Guru Cikal
Klik di link di bawah ini

Pelatihan Merdeka Belajar
About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: