Pelatihan Pemetaan Potensi Karir ABK Pasca Pendidikan Menengah

Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada hari Kamis sampai Sabtu, 3 – 5 Oktober 2019 yang bertempat di LPP Garden Hotel, Yogyakarta. Peserta yang ikut  sejumlah 26 orang ,19 orang perempuan dan 7 orang laki-laki. Sebagai gambaran, bimbingan karir untuk anak berkebutuhan khusus adalah hal penting yang prosesnya tidak terjadi begitu saja. Berbagai persiapan untuk membimbing anak berkebutuhan khusus adalah proses yang cukup panjang yang harus dilalui oleh seorang guru untuk membuat analisa, profil dan Program Pembelajaran Individu. Pelatihan Pemetaan Potensi Karier Murid ABK ini merupakan sebuah pelatihan tatap muka yang diselenggarakan oleh Kampus Guru Cikal dan Nusantarun dengan tujuan memberikan pembekalan guru-guru di Jawa Tengah untuk bisa memetakan potensi ABK dan membuat Program Pembelajaran Individu.

Pelatihan dibuka dengan pemaparan mengenai Kampus Guru Cikal (KGC), Komunitas Guru Belajar (KGB), dan profil tim KGC yang akan mendampingi peserta selama pelatihan. Aktivitas selanjutnya adalah para  peserta diminta  untuk berkenalan melalui kegiatan “Sepatu Bicara”. Peserta diminta untuk melepas sepatu sisi kiri dan meletakkannya di tengah. Setelah itu, kembali ke tempat duduknya masing-masing.

Setelah duduk, peserta diminta mengambil sepatu secara acak yang bukan sepatunya sendiri. Setelah itu, mereka diminta untuk mencari pasangan sepatunya. Ketika menemukan jodoh pasangan sepatunya, peserta diminta untuk saling bercerita. Pada pelatihan sebelumnya, peserta belajar mengenai asesmen, wawancara, observasi, serta minat berdasarkan teori Holland. Beberapa peserta juga mengemukakan perasaan dan pengalamannya dalam melakukan asesmen dan membuat laporan profiling, seperti kesulitan menyesuaikan kosakata saat wawancara dengan anak tunagrahita.

Setelah review, pelatih memaparkan mengenai alur pelatihan dan meminta peserta untuk menuliskan apa yang sudah mereka ketahui (S) dan apa yang ingin mereka ketahui (I) mengenai bimbingan karir ABK pada kertas post-it. Peserta lalu diminta untuk mengisi kolom S, I dan P. Berikutnya peserta dijelaskan tentang tujuan dan alur pelatihan, sebelum akhirnya sesi ini ditutup dengan menyepakati kesepakatan bersama tentang apa yang dapat dilakukan agar pelatihan berjalan secara lancar. Peserta telah paham mengenai tujuan dan metode-metode asesmen (seperti observasi, wawancara, dan tes). Pada saat aktivitas refleksi profiling pelatih membuka dengan membagi kelompok menjadi berpasangan dengan kegiatan mencari jodoh melalui potongan kertas dalam kalimat. Masing-masing anggota kelompok berdiskusi mengenai keberhasilan dan tantangan yang dihadapi dalam membuat profiling asesmen yang mereka jalani sebelum pelatihan ini. Kemudian peserta diminta untuk menempelkan profiling asesmennya di meja, dan melakukan gallery walk, yaitu membaca profiling assessment yang lain, dan memberikan umpan balik dengan menuliskan post it dan menempelkan di kertas profiling assessment temannya. Kemudian setelah semua peserta menerima umpan balik dari peserta lainnya, peserta kembali kepada pasangannya dan bersama merumuskan kunci keberhasilan dan tantangan dalam membuat profiling assessment. Lalu dalam kelompok besar, pelatih membuat daftar dari hasil diskusi dalam tabel tampak seperti dan tidak seperti. Kemudian masing-masing peserta membuat catatan untuk revisi profil assessment yang sudah dibuat oleh masing-masing.

Kegiatan ini berhasil membuat para peserta untuk berpikir kembali mengenai apa saja yang harus dilakukan dan penting dilakukan untuk membuat profiling assessment. Kegiatan selanjutnya adalah  Analisa Hasil Profiling  dengan mengajak para peserta bermain peran dengan menjadi detektif.  Peserta diminta untuk menyimak baik-baik  kasus, alat bukti dan dugaan yang dilakukan. Selanjutnya peserta diminta untuk menjelaskan motifnya dan siapa pelakunya.  Melalui kegiatan bermain peran ini para  peserta terlihat sangat antusias pada saat kegiatan menonton video. Beberapa peserta bisa memberikan jawaban pertanyaan dari video yang telah ditonton seperti apa saja hal yang diamati oleh sang detektif, menjelaskan kesimpulan yang diambil oleh sang detektif, bagaimana cara detektif bisa membuat kesimpulan dan apa yang bisa dipelajari dari cara detektif mengambil kesimpulan tersebut.

Di hari  kedua Jumat, 4 Oktober 2019 para peserta belajar tentang Program Pembelajaran Individu (PPI): Konsep, Tujuan, Cara Kerja. Sesi dimulai dengan diskusi bersama peserta mengenai analisa profil yang sudah mereka buat sudah dapat langsung dibuat menjadi PPI. Sebagian peserta menjawab belum cukup, harus dibicarakan lagi dengan orang tua. Lalu dilanjutkan dengan apa yang mereka ketahui tentang PPI. Setelah itu pelatih memaparkan tujuan, konsep, dan prinsip PPI. Setelah itu, sesi pun diakhiri dengan contoh lembar PPI beserta penjelasan mengenai isinya. Beberapa peserta sudah familiar dengan istilah konferensi. Beberapa peserta juga memiliki pengalaman melakukan konferensi kelas dengan orang tua. Saat menuliskan apa yang ada di pikiran mereka mengenai PPI, sebagian besar sudah memiliki pandangan yang sesuai dan sama mengenai PPI. Peserta mengetahui bahwa PPI bersifat individu sesuai dengan kebutuhan dan minat anak, berisikan identitas, target/rencana perilaku yang ingin dicapai, waktu pelaksanaan, kemampuan anak saat ini, materi yang diberikan, strategi pengajaran, serta evaluasi yang dilakukan. Mereka juga sudah tahu kalau PPI merupakan program yang disusun berdasarkan informasi dari berbagai pihak yang terlibat dengan anak.  Pada saat materi tentang keterampilan komunikasi dengan murid dan orangtua ABK  dimulai dengan diskusi apa saja yang peserta ketahui tentang keterampilan komunikasi, terutama dengan ABK dan orang tua ABK. Kegiatan berikutnya adalah berbagi pengalaman melihatkan orangtua murid ABK dalam merencanakan karirnya. Dilanjutkan dengan diskusi tantangan terbesar dalam berkomunikasi dengan orang tua dan murid saat merencanakan karirnya diteruskan  dengan paparan tentang konferensi 2 dan 3 arah. Pada saat masuk materi PPI, peserta diberikan  penjelasan tentang elemen dalam PPI seperti deskripsi kemampuan siswa saat ini yang bisa diperoleh dari lembar konferensi, menentukan tujuan umum yang akan dicapai dan harus  relevan, fungsional dan rasional.

Pelatih menjelaskan setelah menuliskan tujuan umum peserta bisa membuat tujuan pembelajaran khusus dan deskripsi tentang pembelajaran yang menunjang tujuan pembelajaran. Dengan ini program pembelajaran individual setidaknya bisa diukur tingkat keberhasilannya.  Penentuan waktu pelaksanaan program dan berakhirnya kapan  juga perlu dituliskan di awal dikarenakan akan menentukan kapan akan dilakukan evaluasi program.  Selanjutnya para peserta diminta untuk membuat PPI dari studi kasus Wira dan setelah itu mereka mempresentasikannya kedepan. Kegiatan selanjutnya adalah membuat lembar konferensi 3 arah dari profiling murid masing-masing dan berlanjut membuat program pembelajaran individual  dari lembar konferensi 3 arah yang telah mereka buat.

Pada hari ketiga peserta  belajar tentang Program Bimbingan Karir dengan tujuan   Menggali pemahaman peserta  tentang apa itu bimbingan karir bagi abk.   Pada  materi Perencanaan Bimbingan Karir dan Menyusun Rancangan Bimbingan Karir. Sesi awal,  peserta diminta diskusi mengenai perbedaan pendidikan vokasional dan pendidikan akademik, beserta karakteristik anak yang direkomendasikan pada masing-masing pendidikan tersebut. Setelah itu pelatih memaparkan mengenai hal penting dalam menyusun rancangan bimbingan karir, seperti pemetaan minat berdasarkan teori holland, rekomendasi rencana karir murid, dan bincang karir. Terakhir peserta membuat program bimbingan karir berdasarkan profil murid yang sudah mereka buat, lalu berbagi program yang telah ia buat tersebut pada peserta yang lain untuk mendapatkan umpan balik.Peserta sudah mengetahui perbedaan pendidikan vokasional dan pendidikan akademik, serta karakteristik anak yang direkomendasikan untuk mengikuti masing-masing program tersebut. Sebagian besar peserta juga sudah dapat memetakan minat anak dengan teori Holland, lalu memberikan rekomendasi yang sesuai dengan minat dan kemampuan anak.

About the Author

Leave a Reply

%d bloggers like this: